Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jawa Barat Daerah Tertinggi, Kabupaten Bogor Jadi Salah Satu Titik Asal Mudik Lebaran 2026

Yosep Awaludin • Kamis, 26 Februari 2026 | 11:00 WIB

Rapat koordinasi Menhub mengenai Angkutan Lebaran 2026.
Rapat koordinasi Menhub mengenai Angkutan Lebaran 2026.

RADAR BOGOR – Pemerintah mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.

Kementerian Perhubungan memproyeksikan pergerakan masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026 tetap tinggi, dengan Jawa Barat menjadi daerah asal pemudik terbesar.

Berdasarkan informasi dari website @dephub.go.id, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, berdasarkan survei oleh BKT, potensi pergerakan selama masa Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.

Dudy menyatakan bahwa proyeksi tersebut menjadi pijakan bagi pihaknya untuk menyiapkan layanan Angkutan Lebaran 2026 secara menyeluruh dan terintegrasi.

Seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Perhubungan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa 24 Februari 2026 malam.

Kabupaten Bogor Daerah Asal Terpadat

Dalam survei tersebut, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi asal pemudik terbanyak dengan 30,97 juta orang. Disusul DKI Jakarta sebanyak 19,93 juta orang dan Jawa Timur 17,12 juta orang.

Sementara dari sisi tujuan, arus terbesar diprediksi menuju Jawa Tengah mencapai 38,71 juta orang. Kemudian Jawa Timur 27,29 juta orang dan Jawa Barat 25,09 juta orang.

Pada tingkat kabupaten/kota, wilayah dengan kepadatan tinggi seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi menjadi penyumbang terbesar perjalanan.

Khusus kawasan Jabodetabek, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang menjadi titik asal dominan, dengan Jawa Tengah sebagai destinasi favorit.

Mobil Pribadi Masih Dominan

Baca Juga: Dolly Alderton Garap Naskah Mini Seri Kisah Cinta Klasik Pride and Prejudice untuk Netflix

Dari sisi moda transportasi, penggunaan mobil pribadi diperkirakan masih mendominasi dengan 76,24 juta orang.

Sepeda motor berada di urutan berikutnya sebanyak 24,08 juta orang, disusul bus 23,34 juta orang.

Untuk pengguna mobil, jalur tol menjadi pilihan utama dengan proyeksi 50,63 juta orang. Sedangkan pengguna sepeda motor cenderung memanfaatkan jalur alternatif non-utama sebanyak 8,65 juta orang.

Menhub mengingatkan masyarakat agar beralih ke transportasi umum demi meningkatkan keselamatan dan mengurangi potensi kemacetan serta kecelakaan selama periode mudik.

Simpul Transportasi Diprediksi Padat

Sejumlah simpul transportasi diperkirakan mengalami lonjakan penumpang. Untuk kereta api, Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun asal terpadat dengan 2,38 juta penumpang, sedangkan Stasiun Yogyakarta Tugu menjadi tujuan terpadat dengan 867 ribu penumpang.

Di sektor penerbangan, Bandara Soekarno-Hatta diprediksi menjadi bandara asal maupun tujuan terpadat, masing-masing 2,13 juta dan 1,05 juta penumpang.

Terminal Pulo Gebang menjadi terminal keberangkatan terpadat (2,31 juta orang), sementara Terminal Tirtonadi sebagai terminal tujuan terpadat (1,44 juta orang).

Untuk angkutan laut, Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Tanjung Perak diproyeksikan menjadi pelabuhan tersibuk. Adapun lintas penyeberangan Merak–Bakauheni diperkirakan dilalui 6,06 juta orang.

Kesiapan Armada dan Fasilitas

Pemerintah menyiapkan berbagai sarana transportasi untuk mendukung kelancaran mudik. Untuk angkutan darat tersedia sekitar 31 ribu unit bus dengan kapasitas 1,25 juta penumpang.

Sektor laut didukung 829 kapal dengan daya angkut 3,26 juta penumpang dan 636 pelabuhan.

Pada penyeberangan disiapkan 255 kapal yang mampu mengangkut 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan di 15 lintas dan 29 pelabuhan.

Transportasi udara diperkuat 392 pesawat laik operasi di 257 bandara. Sementara perkeretaapian menyiapkan 3.821 sarana dan 668 stasiun.

Diskon Tarif hingga Program Mudik Gratis

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah kembali memberikan insentif berupa potongan tarif transportasi.

Di antaranya diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan penyeberangan pada 12–31 Maret 2026, potongan 30 persen tiket kapal PELNI kelas ekonomi pada 11 Maret–5 April 2026.

Kemudian diskon 30 persen kereta api ekonomi pada 14–29 Maret 2026, serta diskon tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 17–18 persen untuk periode yang sama.

Selain itu, program mudik gratis juga kembali digelar. Moda darat melayani 34 kota tujuan di 9 provinsi dengan ratusan bus dan truk pengangkut sepeda motor.

Moda kereta api menyediakan puluhan ribu kuota penumpang dan sepeda motor di lintas utara, tengah, dan selatan Pulau Jawa. Sementara angkutan laut menyiapkan 50 ribu kuota penumpang ekonomi.

Pengaturan Lalu Lintas dan Pembatasan Truk

Dalam pengaturan lalu lintas, pemerintah bersama kepolisian dan Kementerian PUPR telah menyusun Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan operasional kendaraan barang sumbu tiga atau lebih.

Pengecualian diberikan bagi angkutan BBM, pupuk, bantuan bencana, hewan ternak, dan kebutuhan pokok.

Menhub juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dimensi dan muatan kendaraan guna menekan risiko kecelakaan selama periode Lebaran.

Dengan tingginya potensi pergerakan pada arus mudik Lebaran 2026, masyarakat Bogor dan sekitarnya diimbau merencanakan perjalanan sejak dini.

Kemudian memilih moda transportasi yang aman, serta memanfaatkan program mudik gratis dan diskon tarif yang telah disediakan pemerintah. (Dian/Vokasi IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#kementerian perhubungan #arus mudik #lebaran 2026