RADAR BOGOR - Bapak dan Ibu Pensiunan serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh penjuru tanah air, momen yang dinanti akhirnya tiba dengan kepastian penuh.
Pemerintah secara resmi menginstruksikan percepatan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 yang dijadwalkan mulai membanjiri rekening penerima secara bertahap sejak pekan pertama Maret.
Langkah ini diambil sebagai strategi nasional untuk memperkuat daya beli masyarakat menjelang puncak perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Anggaran Fantastis Rp55 Triliun
Dalam pengumuman di Jakarta, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran jumbo sebesar Rp55 triliun, mengutip dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel.
Angka ini naik signifikan sebesar 10 persen dibandingkan tahun lalu yang berada di angka Rp49 triliun. Kenaikan ini bukan tanpa alasan, pemerintah ingin memastikan bahwa para abdi negara dan pensiunan mendapatkan apresiasi penuh atas dedikasi mereka selama ini.
Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya yang sempat mengalami penyesuaian, THR tahun 2026 ini dibayarkan 100 persen penuh seperti yang disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers.
“Komponen yang dibayarkan 100 persen penuh meliputi, gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan/kinerja sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Menko Perekonomian, mengutip dari instagram @perekonomianri.
Pembeda Utama: THR dan Gaji Ke-13
Pemerintah kembali menegaskan agar para pensiunan tidak keliru dalam perencanaan keuangan. Saldo yang masuk di bulan Maret ini adalah murni THR untuk keperluan lebaran.
Sementara itu, Gaji Ke-13 dijadwalkan baru akan menyusul pada bulan Juni 2026. Pemisahan waktu ini bertujuan agar para pensiunan memiliki nafas finansial yang panjang, terutama saat menghadapi tahun ajaran baru sekolah nantinya.
Penyaluran dana ini tidak hanya terkonsentrasi di pusat. Dari total anggaran tersebut, sebanyak Rp22,2 triliun dialokasikan untuk 2,4 juta ASN Pusat, TNI, dan Polri.
Sementara itu, pemerintah daerah mendapatkan kucuran Rp20,2 triliun untuk 4,3 juta ASN Daerah termasuk PPPK. Bagi 3,8 juta pensiunan, dana sebesar Rp12,7 triliun telah disiapkan untuk dicairkan melalui mitra perbankan dan PT Taspen/Asabri.***
Editor : Asep Suhendar