RADAR BOGOR - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2026 mencapai 7,24 juta orang.
Angka pengangguran di Indonesia yang dibeberkan BPS tersebut menurun sekitar 35 ribu orang dibandingkan periode yang sama pada Februari 2025.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa jumlah angkatan kerja yang belum terserap pasar kerja tersebut kini setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,68 persen, atau turun 0,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Paramount Siapkan Teror Baru, Film Horor Longlegs Rilis Resmi 2028, Momen Kembalinya Nicolas Cage
“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja menjadi pengangguran sebanyak 7,24 juta orang. Jumlah ini turun 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa, 5 Mei 2026.
Penurunan tingkat pengangguran terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan, serta di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Secara keseluruhan, dari total angkatan kerja sebanyak 154,91 juta orang, tercatat 147,67 juta orang telah bekerja. Jumlah ini meningkat sekitar 1,90 juta orang dibandingkan Februari 2025.
Baca Juga: Info Bansos Pekan Pertama Mei 2026: Periode April-Juni Resmi Muncul di Laman Cek Bansos
Dari sisi ketenagakerjaan, pekerja penuh waktu mencapai 98,59 juta orang, pekerja paruh waktu 38,35 juta orang, dan setengah pengangguran sebanyak 10,73 juta orang.
BPS juga mencatat bahwa proporsi pekerja formal sedikit menurun menjadi 40,58 persen, sementara pekerja penuh waktu justru meningkat hingga 66,77 persen.
Dari sisi sektor, tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar pada Februari 2026 adalah pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri pengolahan.
Baca Juga: Hidden Gem di Tegal Gundil Bogor, Rene Hause Hadirkan Konsep Slow Bar Nyaman untuk Nongkrong Santai
Dibandingkan tahun sebelumnya, sektor pertanian bertambah 882 ribu pekerja, perdagangan naik 434 ribu orang, dan industri meningkat 432 ribu orang.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga