Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Presiden Prabowo ke Prancis 4 Hari, Bakom Tegaskan Tidak Pernah Ada Agenda Resmi Kunjungan ke Negara Lain

Yosep Awaludin • Senin, 1 Juni 2026 | 08:20 WIB
Kepala Bakom Muhammad Qodari menjelaskan soal lawatan Presiden Prabowo ke Prancis. 
Kepala Bakom Muhammad Qodari menjelaskan soal lawatan Presiden Prabowo ke Prancis. 

RADAR BOGOR – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meluruskan berbagai spekulasi terkait rangkaian perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke Eropa pada akhir Mei 2026. 

Ia menegaskan bahwa agenda resmi Presiden Prabowo selama lawatan luar negeri tersebut hanya berlangsung di Prancis dan tidak mencakup kunjungan ke negara lain, termasuk Italia.

Penjelasan tersebut disampaikan Qodari untuk menegaskan bahwa sejak awal pemerintah hanya mengumumkan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Paris, Prancis, yang berlangsung selama empat hari pada 26 hingga 29 Mei 2026.

“Sejak awal pemerintah tidak pernah menyampaikan bahwa Presiden akan melakukan kunjungan ke Italia. Agenda resmi yang telah ditetapkan memang hanya ke Prancis," kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu 31 Mei 2026.

"Jika di tengah perjalanan muncul berbagai rencana atau wacana lain, hal itu belum bisa dianggap sebagai agenda negara sebelum diumumkan secara resmi oleh pemerintah,” jelasnya. 

Menurut Qodari, rencana kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis bukan agenda mendadak. Pemerintah telah mengumumkannya jauh hari sebelumnya melalui Menteri Luar Negeri Sugiono.

Baca Juga: Fakta Menarik Kampung Kelahiran Soeharto, Saksi Awal Perjalanan Sang Presiden

Ia menjelaskan bahwa Menlu Sugiono telah menyampaikan rencana lawatan tersebut sejak 22 April 2026.

Karena itu, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron merupakan agenda yang telah dipersiapkan secara matang dan terjadwal.

“Rencana kunjungan kenegaraan Presiden ke Prancis sudah diumumkan lebih dari sebulan sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri. Jadi seluruh agenda pertemuan dengan Presiden Macron memang telah dirancang sejak awal,” ujarnya.

Qodari menambahkan, kunjungan tersebut juga merupakan bentuk kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025 lalu.

Selain mempererat hubungan diplomatik, kedua negara juga tengah mempercepat pembahasan sejumlah kerja sama strategis.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah sektor pertahanan. Indonesia dan Prancis saat ini memiliki kerja sama yang cukup erat terkait pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), sehingga aspek transfer teknologi menjadi bagian penting dalam pembahasan kedua negara.

“Kerja sama pertahanan menjadi salah satu prioritas karena Indonesia telah mengakuisisi sejumlah alutsista dari Prancis. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan dan transfer teknologi menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung penguasaan teknologi tersebut,” jelas Qodari.

Selain sektor pertahanan, Indonesia dan Prancis juga membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, khususnya pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics).

Kerja sama lainnya yang menjadi perhatian adalah sektor energi dan pengelolaan mineral kritis yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan ekonomi kedua negara di masa depan.

Lebih lanjut, Qodari menilai hubungan personal yang terjalin antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron menjadi nilai tambah dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis.

Baca Juga: Bukan Cuma Gudeg, Ini 5 Kuliner Legendaris Jogja yang Punya Sensasi Rasa Berani dan Bikin Nagih

Menurutnya, kedekatan antarpemimpin negara dapat menjadi modal sosial yang berperan penting dalam membangun kepercayaan dan memperluas kerja sama strategis di berbagai sektor.

“Hubungan personal antarpemimpin memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan modal ekonomi maupun politik. Kedekatan tersebut dapat memperkuat fondasi kerja sama jangka panjang antarnegara,” katanya.

Qodari juga menyoroti kemampuan diplomasi Presiden Prabowo yang dinilai mampu menjalin hubungan baik dengan sejumlah pemimpin dunia dari berbagai blok kekuatan global.

Selain memiliki hubungan yang baik dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo juga diketahui menjalin komunikasi yang positif dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Presiden China Xi Jinping.

“Hubungan baik dengan berbagai pemimpin dunia tentu menjadi aset penting bagi Indonesia. Manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga akan sangat berpengaruh terhadap posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang,” pungkasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#luar negeri #prancis #Presiden Prabowo #Muhammad Qodari