RADAR BOGOR – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mulai menyiapkan sistem pemetaan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) secara nasional guna mencetak calon pejabat dari internal birokrasi.
Melalui sistem bernama PROASN, BKN menargetkan sekitar 600 ribu ASN dapat dipetakan dan dinilai kapasitasnya sepanjang 2026.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menjelaskan bahwa sistem profiling ASN tersebut disediakan secara gratis.
Baca Juga: Halte Biskita Penuh Coretan, Dishub Kota Bogor Diminta Segera Pasang CCTV
Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memastikan pemerintah memiliki basis data yang akurat terkait ASN yang siap menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari eselon IV hingga eselon I.
“Profiling ASN assessment ini kami siapkan tanpa biaya agar proses pemetaan talenta ASN bisa berjalan lebih luas dan efektif,” ujar Zudan dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Melalui PROASN, BKN akan menilai kompetensi ASN yang berpotensi mengisi posisi penting di kementerian maupun lembaga pemerintah, termasuk jabatan direktur jenderal dan deputi.
Baca Juga: Kapan CPNS 2026 Dibuka? BKN Beri Kabar Terbaru, Formasi Masih Dimatangkan
Zudan menilai, keberadaan sistem tersebut akan memperkuat ketersediaan sumber daya manusia dari kalangan ASN sehingga kebutuhan pengisian jabatan sipil dapat dipenuhi dari internal birokrasi.
Dengan demikian, pemerintah memiliki daftar calon pejabat yang telah terukur kompetensinya.
Menurut dia, selama ini belum tersedia sistem pemetaan yang komprehensif untuk mengetahui ASN yang siap menduduki jabatan tinggi.
Baca Juga: Jangan Asal Gaya, Ini Tips Upgrade Ukuran Ban Motor Matic yang Aman dan Nyaman
Kondisi tersebut kerap membuat posisi strategis di lingkungan sipil diisi oleh personel dari luar korps ASN.
“Ke depan kami ingin memiliki data yang jelas mengenai siapa saja ASN yang siap menduduki jabatan tertentu. Dengan begitu proses regenerasi kepemimpinan birokrasi bisa dipersiapkan lebih baik,” katanya.
BKN optimistis sistem profiling tersebut akan menjadi fondasi dalam pengembangan manajemen talenta nasional sekaligus memperkuat profesionalisme ASN di berbagai jenjang pemerintahan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga