LRT Jakarta Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Terintegrasi dengan KRL dan Transjakarta

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:20 WIB
Ilustrasi LRT. Pembangunan LRT Jakarta koridor Velodrome- Manggarai saat ini sudah hampir rampung.
Ilustrasi LRT. Pembangunan LRT Jakarta koridor Velodrome- Manggarai saat ini sudah hampir rampung.

RADAR BOGOR – Proyek pembangunan LRT Jakarta koridor Velodrome–Manggarai memasuki tahap akhir.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres pembangunan LRT Jakarta itu telah mencapai 95 persen dan ditargetkan mulai beroperasi setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Agustus mendatang.

LRT Jakarta Velodrome - Manggarai koridor sepanjang 12,2 kilometer yang dilengkapi 11 stasiun ini, akan menjadi jalur strategis yang menghubungkan kawasan Jakarta Utara dengan pusat kota. 

Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarmoda sekaligus memberikan alternatif transportasi publik yang lebih cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa proyek tersebut sepenuhnya dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) beserta anak usahanya, PT LRT Jakarta.

Seluruh pembangunan LRT Jakarta ini dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakpro dan PT LRT Jakarta.

Baca Juga: PKH dan BPNT Juli-September 2026 Mulai Dicairkan Hari Ini, Simak Cara Cek NIK Penerima

"Saat ini progres pekerjaannya sudah mencapai sekitar 95 persen," ujar Pramono usai meninjau kesiapan operasional dan mengikuti uji coba di Stasiun LRT Rawamangun, Selasa, 14 Juli 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Pramono didampingi Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin untuk memastikan seluruh aspek operasional siap sebelum layanan dibuka bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran jalur baru LRT Jakarta menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang modern dan terintegrasi.

Tahap Akhir Pembangunan dan Uji Operasional

Sebagian besar pekerjaan konstruksi utama telah diselesaikan. Pemasangan girder atau balok lintasan telah mencapai 100 persen, termasuk pemasangan balok terakhir yang melintasi jalur Double-Double Track (DDT) Manggarai, salah satu simpul perkeretaapian tersibuk di Jakarta.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian jalur rel di segmen Matraman–Manggarai yang ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.

Di sisi lain, pengujian operasional juga terus dilakukan secara bertahap guna memastikan seluruh sistem berjalan aman dan andal sebelum resmi melayani penumpang.

Uji coba awal telah dilaksanakan pada lintasan Stasiun Velodrome hingga Stasiun Kayu Manis sepanjang sekitar 3,6 kilometer.

Sementara pengujian menyeluruh untuk seluruh koridor masih dikoordinasikan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Pramono menilai proyek ini bukan sekadar menambah jaringan transportasi, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem mobilitas Jakarta.

"Kami berharap LRT ini dapat diresmikan Presiden pada Agustus mendatang. Kehadirannya akan menjadi salah satu pencapaian penting yang memperkuat konektivitas transportasi publik di Jakarta," katanya.

Baca Juga: Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula, Film Petualangan Anak Segera Tayang, Cek Jadwalnya

Terhubung dengan Transjakarta, KRL, hingga Kereta Bandara

Koridor Pegangsaan Dua–Manggarai dirancang memiliki waktu tempuh sekitar 28 menit dengan total 11 stasiun, termasuk lima stasiun baru, yaitu:

Seluruh stasiun akan terintegrasi dengan jaringan Transjakarta, sehingga memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi.

Khusus di Stasiun Manggarai, penumpang juga dapat langsung terhubung dengan KRL Commuter Line serta Kereta Api Bandara, sehingga mobilitas antarkawasan menjadi semakin efisien.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, integrasi antarmoda menjadi salah satu faktor utama yang mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum karena dapat memangkas waktu perjalanan hingga sekitar 30 persen dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

Investasi Rp12,5 Triliun dan Target 80 Ribu Penumpang per Hari

Pembangunan koridor LRT Jakarta ini menelan investasi sekitar Rp12,5 triliun, yang mencakup pembangunan jalur rel, stasiun, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Pramono optimistis kehadiran jalur tersebut mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama bagi masyarakat yang bepergian dari kawasan utara menuju pusat Jakarta.

"Selama ini perjalanan dari wilayah utara menuju pusat kota sering terkendala kemacetan. Dengan beroperasinya LRT Jakarta, masyarakat akan memiliki pilihan transportasi publik yang lebih nyaman dan konektivitas antarwilayah pun semakin baik," ujarnya.

Pada tahap awal operasional, koridor ini ditargetkan melayani sekitar 60.000 hingga 80.000 penumpang setiap hari. Setiap rangkaian kereta memiliki kapasitas maksimal 275 penumpang.

Untuk mendukung keberlanjutan operasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membuka peluang pembiayaan kreatif melalui skema naming rights stasiun serta pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD).

"Tarif LRT tetap akan disusun agar terjangkau oleh masyarakat, namun pengelolaannya juga harus memperhatikan keberlanjutan layanan dalam jangka panjang," jelas Pramono.

Baca Juga: 50 Halte Biskita Rusak, CCTV Baru Dipasang Tahun Depan

Jalur Akan Diperpanjang hingga Dukuh Atas

Pengembangan jaringan LRT Jakarta tidak berhenti di Manggarai. Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan rencana memperpanjang jalur menuju Dukuh Atas sepanjang kurang lebih dua kilometer.

Pembangunan lanjutan tersebut dijadwalkan dimulai pada awal 2027 dan ditargetkan selesai pada 2028 dengan estimasi anggaran sekitar Rp2,7 triliun yang bersumber dari APBD.

Menurut Pramono, jika jalur tersebut telah tersambung hingga Dukuh Atas, maka integrasi transportasi di Jakarta akan semakin lengkap karena terkoneksi dengan MRT Jakarta, KRL Commuter Line, Transjakarta, hingga Kereta Cepat Whoosh pada tahap pengembangan berikutnya.

"Apabila nanti sudah terhubung sampai Dukuh Atas, jaringan transportasi publik Jakarta akan semakin terintegrasi dan menjadi wajah baru sistem mobilitas perkotaan," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin memastikan seluruh persiapan operasional, termasuk proses perizinan, terus dipercepat agar layanan dapat mulai beroperasi sesuai target pada Agustus 2026.

"Seluruh persiapan, termasuk proses perizinan, berjalan secara paralel sehingga kami optimistis operasional dapat dimulai pada Agustus mendatang," pungkasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
LRT Jakarta manggarai proyek