Hari Anak Nasional 2026, Alfamart Perkuat Program Satu Telur Sehari untuk Cegah Stunting

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:18 WIB
Sebanyak 35 anak beserta orang tuanya mengikuti sesi edukasi gizi di Mikro Cinema Layar Digi Alfamart, Rabu 8 Juli 2026.
Sebanyak 35 anak beserta orang tuanya mengikuti sesi edukasi gizi di Mikro Cinema Layar Digi Alfamart, Rabu 8 Juli 2026.

RADAR BOGOR – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Alfamart kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia melalui Program Satu Telur Sehari (STS).

Program dari Alfamart yang kini memasuki tahun keempat pelaksanaannya, tidak hanya memberikan bantuan pangan bergizi, tetapi juga dibarengi edukasi kepada keluarga agar upaya perbaikan gizi anak berjalan lebih optimal.

Pada pelaksanaan tahun ini, Program Satu Telur Sehari dari Alfamart menargetkan 2.700 anak yang terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota di Indonesia. 

Selama enam bulan pelaksanaan, Alfamart akan menyalurkan lebih dari 510.000 butir telur sebagai bagian dari intervensi pemenuhan gizi anak usia dini.

Selain distribusi telur, perusahaan juga menghadirkan edukasi mengenai gizi seimbang kepada para orang tua.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga tentang pentingnya pola makan sehat, pola asuh yang tepat, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi sejak usia dini.

Baca Juga: Prediksi Besiktas vs Midtjylland 24 Juli 2026, Duel Panas Liga Europa

Orang Tua Dibekali Edukasi Gizi

Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli, Alfamart menggelar berbagai kegiatan edukatif bersama tenaga kesehatan dan ahli gizi bagi keluarga penerima manfaat program.

Salah satu kegiatan berlangsung di Kota Bogor, di mana 35 anak beserta orang tuanya mengikuti sesi edukasi gizi di Mikro Cinema Layar Digi Alfamart, Rabu 8 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Dietisien Bangun Hidup Sehat Wellness Center, Aqila Maharani, menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh banyak faktor.

Mulai dari kurangnya asupan nutrisi, infeksi yang berulang, sanitasi lingkungan yang belum memadai, pola pengasuhan, hingga akses terhadap layanan kesehatan.

Menurut Aqila, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase yang paling menentukan dalam mencegah stunting.

"Pemenuhan gizi ibu selama kehamilan hingga pemberian makanan bergizi seimbang setelah anak lahir menjadi fondasi utama agar tumbuh kembangnya berlangsung dengan baik," jelas Aqila.

Ia menambahkan, usia 6 hingga 24 bulan menjadi waktu yang sangat menentukan dalam memperbaiki status gizi anak.

Pada fase tersebut, konsumsi protein hewani, termasuk telur, dapat menjadi salah satu sumber nutrisi penting untuk menunjang pertumbuhan apabila dikombinasikan dengan makanan bergizi lainnya.

Meluruskan Mitos Konsumsi Telur

Dalam sesi edukasi, Aqila juga meluruskan anggapan yang masih berkembang di masyarakat bahwa telur dapat menyebabkan bisul pada anak.

Menurutnya, bisul muncul akibat infeksi bakteri, bukan karena banyak mengkonsumsi telur. 

Baca Juga: Kota Sehat Dimulai dari Kelurahan

"Orang tua tidak perlu ragu memberikan telur kepada anak. Selama dikonsumsi sesuai kebutuhan gizinya, telur justru menjadi salah satu sumber protein yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan," ujarnya.

Tak hanya teori, peserta juga diperkenalkan berbagai menu sederhana berbahan dasar telur yang mudah dibuat di rumah.

Seperti omelet sayur, sup telur, semur telur, hingga telur gulung dengan tambahan sayuran agar lebih menarik bagi anak.

Jangkauan Program Terus Diperluas

Program Satu Telur Sehari menyasar anak berusia 1 hingga 3 tahun yang terindikasi mengalami stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu di masing-masing daerah.

Sejak dimulai pada Mei 2026, setiap anak menerima bantuan satu butir telur setiap hari selama enam bulan.

Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui Dinas Kesehatan maupun Posyandu agar proses pendampingan terhadap keluarga penerima manfaat dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Program ini juga terus berkembang setiap tahunnya. Pada 2022, Alfamart menyalurkan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota.

Selanjutnya, pada 2024, sebanyak 103.000 butir telur didistribusikan kepada 591 anak di 12 kabupaten/kota.

Program kemudian diperluas pada 2025 dengan penyaluran 189.000 butir telur bagi 1.000 anak di 25 kabupaten/kota.

Memasuki 2026, jangkauan program menjadi yang terbesar sejak pertama kali dilaksanakan, yakni lebih dari 510.000 butir telur untuk 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.

Baca Juga: Bergeraklah Anakku: Jangan Biarkan Layar Mencuri Masa Depanmu 

Alfamart: Edukasi Keluarga Sama Pentingnya dengan Bantuan Gizi

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Program Satu Telur Sehari terus dikembangkan berdasarkan hasil evaluasi setiap tahun sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

"Perluasan program ini menunjukkan bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu memberikan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia," kata Rani.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah telur yang dibagikan atau luas wilayah penerima manfaat, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Berdasarkan hasil pemantauan internal pada 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat menunjukkan peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator membaiknya status gizi.

Rani menegaskan, hasil tersebut menjadi motivasi bagi Alfamart untuk terus memperkuat program melalui kombinasi bantuan gizi dan edukasi kepada keluarga.

Pemenuhan gizi akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila dibarengi peningkatan pemahaman orang tua.

Karena itu, Alfamart tidak hanya menyalurkan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi dari para ahli agar keluarga semakin memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak.

"Kami berharap Program Satu Telur Sehari dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga sekaligus mendukung target nasional dalam menurunkan angka stunting," tutupnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Satu Telur Sehari hari anak nasional alfamart