RADAR BOGOR - Nilai Digitalisasi Manajemen ASN (DMS) masih menjadi perhatian bagi sebagian aparatur sipil negara (ASN).
Tak sedikit yang mendapati skor DMS di akun MyASN terkadang muncul, tetapi pada waktu lain justru tidak terlihat.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan ASN.
"Bagaimana cara memaksimalkan nilai DMS? IP ASN 90 nilainya. DMS masih belum final. Kadang nilainya muncul, kadang tidak ada. Kenapa bisa begitu, Min?," tanya salah satu ASN.
Baca Juga: Setelah PKH Cair, Kini Giliran Bansos BPNT Rp600 Ribu? Cek Status Terbarunya
Apalagi, ada yang mengira, skor DMS memiliki hubungan dengan Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) atau bahkan menjadi salah satu faktor yang secara langsung menentukan nilai IPASN.
Lantas, bagaimana sebenarnya cara meningkatkan nilai DMS dan apakah skor tersebut berkaitan dengan IPASN?
Skor DMS berbeda dengan nilai IPASN
Bayu, host QnA #68 di kanal YouTube ASN Pelayan Publik menjelaskan, kedua indikator tersebut memiliki fungsi yang berbeda.
Menurutnya, nilai DMS atau skor arsip digital tidak secara langsung berkaitan dengan Indeks Profesionalitas ASN (IPASN).
“Nilai DMS tidak memiliki keterkaitan langsung dengan IPASN,” jelas Bayu saat menjawab pertanyaan dari ASN.
Karena itu, ASN yang ingin meningkatkan skor DMS tidak perlu menganggap kenaikan nilai tersebut sebagai cara langsung untuk mendongkrak IPASN.
DMS lebih berkaitan dengan seberapa lengkap dokumen kepegawaian yang tersimpan secara digital pada akun MyASN.
Kelengkapan dokumen jadi kunci skor DMS
Lantas, apa yang bisa dilakukan ASN agar nilai DMS lebih maksimal?
Bayu menjelaskan bahwa skor DMS dihitung berdasarkan kelengkapan arsip digital pada akun MyASN.
Artinya, semakin lengkap dokumen kepegawaian yang diperlukan dan tersimpan dalam sistem, semakin optimal pula skor DMS yang dapat diperoleh.
Baca Juga: Fenomena Double Bansos PKH BPNT di 4 Bank Penyalur 18 Agustus 2026
“Peningkatan skor DMS dihitung dari kelengkapan arsip digital di akun MyASN, termasuk data-data kepegawaian yang harus dilengkapi,” kata Bayu.
Dengan demikian, ASN yang mendapati skor DMS belum maksimal dapat mulai mengecek kembali dokumen kepegawaiannya.
Segera lengkapi arsip digital di MyASN
Bagi ASN yang ingin memaksimalkan nilai DMS, langkah paling sederhana adalah memastikan seluruh dokumen pendukung yang dibutuhkan sudah tersedia dan terisi pada arsip digital MyASN.
Dokumen yang belum lengkap sebaiknya segera dilengkapi sesuai data kepegawaian yang dimiliki.
Setelah proses pemutakhiran dilakukan, skor DMS dapat mencerminkan kelengkapan arsip digital dalam sistem.
Bayu pun mengingatkan ASN untuk tidak hanya memperhatikan angka yang tampil pada akun, tetapi juga memastikan data dan dokumen kepegawaian telah diperbarui dengan benar.
Jadi, nilai DMS bukanlah indikator yang secara langsung menentukan IPASN.
Fokus utama untuk meningkatkan skor DMS adalah memastikan arsip digital dan dokumen kepegawaian di MyASN lengkap.
Sementara jika nilai DMS terkadang muncul dan kemudian tidak terlihat, ASN tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa datanya bermasalah.
Baca Juga: Ternyata Bansos BPNT Rp600 Ribu Belum Cair Massal, Tapi Bantuan Beras Mulai Dijadwalkan
Sistem dan proses pemutakhiran data dapat memengaruhi tampilan informasi sehingga status nilai belum tentu selalu final. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti