RADAR BOGOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini marak terjadi di ribuan titik di berbagai provinsi Indonesia.
Imbas kabut asap yang makin pekat, sejumlah daerah bahkan telah menetapkan status tanggap darurat karhutla.
Selain melumpuhkan aktivitas warga, seperti mengganggu jarak pandang hingga meliburkan kegiatan sekolah, kondisi udara berbahaya ini mulai memicu penyakit pernapasan.
Baca Juga: BGN Bongkar Dugaan Pemalsuan Dokumen di Belasan SPPG
Guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan, World Health Organization (WHO) membagikan lima tips penting yang perlu diterapkan saat terjadi karhutla:
1. Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Tetaplah berada di dalam ruangan dengan jendela dan pintu tertutup rapat.
Langkah ini sangat krusial bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis.
Baca Juga: Pabrik Styrofoam di Cileungsi Bogor Kebakaran, 7 Mobil dan Ruang Produksi Hangus
Jika terpaksa harus berpergian, gunakan kendaraan tertutup dan nyalakan lampu di siang hari untuk mempermudah jarak pandang di tengah asap.
2. Gunakan Masker yang Tepat
Saat harus keluar rumah, gunakan masker berstandar tinggi seperti tipe N95 atau FFP2 yang menutup hidung dan mulut dengan rapat.
Hindari melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan agar tidak memperberat kerja pernapasan saat memakai masker.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Cafe 24 Jam di Bogor, Cocok Buat Kumpul Malam Mingguan
3. Hindari Polutan Tambahan di Dalam Rumah
Jaga kualitas udara di dalam ruangan dengan tidak menambah sumber asap atau polusi baru.
Tahan diri untuk tidak merokok, menyalakan kayu bakar, menyemprotkan produk aerosol secara berlebihan, atau memasak dengan cara menggoreng dan memanggang yang menghasilkan banyak asap.
4. Waspadai Gejala Kesehatan dan Stres
Baca Juga: Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus, Operator Dilarang Tarik Biaya Tambahan
Perhatikan respons tubuh, terutama jika Anda memiliki riwayat gangguan pernapasan atau penyakit jantung.
Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas parah, nyeri dada, iritasi mata, maupun kulit terbakar.
Jangan abaikan pula kesehatan mental; jika merasa cemas berlebihan atau stres akibat bencana karhutla, segera konsultasikan ke tenaga medis.
Baca Juga: SPM di SIKS-NG Berubah! Bansos PKH BPNT Susulan Segera Masuk KKS
5. Pantau Pembaruan Informasi dan Kualitas Udara
Selalu perbarui informasi mengenai indeks kualitas udara dan arahan evakuasi dari lembaga atau pemerintah daerah setempat.
Pastikan Anda hanya mengikuti panduan dari sumber resmi sebelum memutuskan untuk beraktivitas di luar rumah.
Penanganan karhutla memang membutuhkan waktu, namun perlindungan terhadap kesehatan diri dapat kita mulai dari sekarang.
Baca Juga: Bukan Uang Rp400 Ribu, Ini Bansos Penebalan yang Pasti Cair Agustus 2026
Semoga situasi segera membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan udara yang bersih dan sehat.***
Editor : Robecca SesariaSumber : WHO