RADAR BOGOR – Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia perlu mewaspadai sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sejak erupsi yang berlangsung mulai Jumat 4 September 2026, material abu vulkanik dilaporkan terbawa angin hingga mencapai wilayah yang berjarak puluhan bahkan ratusan kilometer dari gunung api tersebut.
Hingga Senin 7 September 2026, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai sejumlah daerah, termasuk Jakarta, Lampung, dan Jawa Barat.
Pergerakan abu vulkanik tersebut dapat meluas karena dipengaruhi arah dan kecepatan angin.
Kondisi ini membuat masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak perlu mengetahui perkembangan peta sebaran abu secara berkala.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat tiga kabupaten yang tercatat paling terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: 33 Maison des Pates and Patisserie, Kuliner Steak dan Pasta Baru dekat Gedung Sate Bandung
Ketiganya berada di dua provinsi, yakni Kabupaten Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung serta Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten.
Pemantauan peta sebaran abu vulkanik dapat membantu masyarakat mengetahui wilayah mana saja yang berpotensi terkena dampak material erupsi.
Cara Cek Peta Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Masyarakat dapat memantau pergerakan sebaran abu vulkanik menggunakan smartphone atau HP.
Salah satu situs yang dapat digunakan untuk melihat informasi mengenai sebaran abu vulkanik adalah abu.cikoytew.my.id.
Situs tersebut dibuat oleh warganet bernama Tri Purnomo Aji. Di dalamnya tersedia informasi mengenai gunung api sekaligus gambaran pergerakan abu vulkanik yang dapat digunakan masyarakat untuk melakukan pemantauan.
Berikut langkah-langkah untuk mengecek peta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui HP:
-
Buka browser pada smartphone, kemudian akses situs abu.cikoytew.my.id.
-
Pilih gunung api yang ingin dipantau melalui situs tersebut.
-
Masukkan nama kota atau wilayah tempat tinggal. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur lokasi yang tersedia.
-
Setelah lokasi dipilih, situs akan menampilkan informasi mengenai wilayah yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik.
-
Pengguna kemudian dapat melihat arah pergerakan abu serta mengetahui jarak lokasi dari wilayah yang diperkirakan terdampak.
Dengan mengikuti langkah tersebut, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai potensi pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdasarkan lokasi yang dipantau.
Baca Juga: KAI Commuter Batalkan 12 Perjalanan KRL Relasi Bogor hingga 30 September 2026, Cek Daftarnya
Pantau Informasi Abu Vulkanik dari BMKG
Selain menggunakan situs tersebut, masyarakat juga dapat memperoleh informasi mengenai kondisi dan pergerakan abu vulkanik melalui BMKG.
Pemantauan secara berkala penting dilakukan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Informasi mengenai arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin.
Karena itu, masyarakat disarankan terus memperbarui informasi dari sumber resmi untuk mengetahui perkembangan terbaru terkait sebaran abu vulkanik. (***)
Editor : Yosep Awaludin