Mobil Tertutup Abu Vulkanik Anak Krakatau? Awas Cat Baret, Lakukan Langkah Aman Ini

Robecca Sesaria • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 19:29 WIB
Ilustrasi mobil yang terkena debu vulkanik Anak Krakatau (Unsplash/Abdul Ridwan)
Ilustrasi mobil yang terkena debu vulkanik Anak Krakatau (Unsplash/Abdul Ridwan)

RADAR BOGOR - Mobil kamu mendadak dipenuhi abu vulkanik di bagian kap mesin, bodi, atau kacanya? Jangan terburu-buru mengambil lap atau malah mengusapnya langsung memakai tangan.

Meski terlihat seperti debu biasa, abu vulkanik sebenarnya mengandung partikel mineral dan pecahan batuan kecil yang bersudut tajam.

Jika kamu langsung mengusapnya dalam kondisi kering, partikel tersebut bisa bertindak seperti amplas yang berpotensi besar menggores dan merusak lapisan cat mobil.

Baca Juga: Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West di Bogor Ditunda, Keselamatan Jadi Prioritas

Agar kondisi kendaraan tetap terjaga dan interior tetap aman dari paparan debu, berikut beberapa langkah penting yang perlu kamu perhatikan:

1. Bilas dengan Air Mengalir

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah membilas seluruh permukaan mobil menggunakan air mengalir.

Guyur dengan tekanan yang cukup agar partikel batuan tajam terbilas dan luruh dengan sendirinya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Gaya, iCAR V23 Bawa DNA SUV Tangguh ke Era Mobil Listrik

Hindari menggosok permukaan sebelum abu benar-benar bersih dari bodi mobil.

2. Gunakan Sampo Khusus Ber-pH Seimbang

Setelah sisa-sisa abu vulkanik dipastikan hilang terkena bilasan air, barulah mobil aman untuk dicuci.

Gunakan sampo mobil dengan pH seimbang (pH balance) agar tidak merusak lapisan pelindung cat serta menjaga kilau mobil tetap awet.

3. Matikan Sirkulasi Udara Luar di Dalam Kabin

Satu hal yang tidak kalah krusial saat berkendara di area terdampak abu vulkanik adalah menyeting sistem pendingin (AC).

Baca Juga: Program Minimal Satu Sarjana Satu Desa di Kabupaten Bogor Mulai Direalisasikan

Pastikan kamu tidak menyalakan fitur sirkulasi udara luar. Jika fitur ini aktif, abu vulkanik dari luar bisa tersedot masuk ke dalam kabin.

Selain mengotor dan merusak filter AC, menghirup abu vulkanik di dalam ruang tertutup tentu sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan.

Merawat mobil yang terpapar abu vulkanik memang butuh sedikit ekstra kesabaran.

Baca Juga: Data Bayar Bansos PKH BPNT Sudah Keluar! Tapi Khusus KPM Dengan Status Ini

Daripada buru-buru yang malah bikin cat baret atau kabin kotor, lebih baik terapkan langkah-langkah aman di atas ya.***

Editor : Robecca Sesaria
Sumber : Instagram @sibangcan
krakatau anak krakatau mobil abu vulkanik