RADAR BOGOR - Salah satu hal yang menarik perhatian dalam persiapan seleksi pada formasi tertentu dengan kualifikasi SLTA sederajat adalah keberadaan tes kesamaptaan dengan sejumlah jenis latihan fisik.
Bukan hanya lari, push up dan sit up. Peserta juga dapat menghadapi shuttle run serta latihan yang berkaitan dengan kemampuan tubuh bagian atas seperti pull up dan chinning.
Bagi peserta yang belum terbiasa dengan istilah tersebut, kedua jenis latihan ini memang dapat terdengar mirip.
Baca Juga: 6 Ruko di Dua Raja Sukaraja Bogor Terbakar, Api Muncul Saat Karyawan Sedang Istirahat
Padahal, teknik dan posisi pegangan dapat berbeda.
Pull up mengandalkan kekuatan tubuh bagian atas
Dalam gerakan pull up, peserta menggantung pada palang kemudian mengangkat tubuh hingga posisi yang ditentukan.
Baca Juga: Perwali P4S Kota Bogor Resmi Terbit, Identitas Terlapor Tak Boleh Disebar
Gerakan ini membutuhkan kerja sejumlah kelompok otot, terutama bagian punggung, bahu dan lengan.
Karena beban utama yang diangkat adalah berat tubuh sendiri, kemampuan pull up sangat dipengaruhi oleh kekuatan relatif seseorang.
Itulah sebabnya latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap, terutama bagi peserta yang belum mampu melakukan satu repetisi penuh.
Baca Juga: KKS Terus Terisi! Bansos PKH Cair hingga Rp1,5 Juta, Beras 30 Kg Segera Menyusul
Lalu apa itu chinning?
Chinning pada dasarnya menggunakan variasi pegangan pada palang dengan posisi telapak tangan yang berbeda dari pull up.
Perbedaan pegangan tersebut membuat kelompok otot yang dominan bekerja juga dapat berbeda.
Baca Juga: Suzuki GN160 Meluncur, Motor Neo Retro Bertagline Real Man, Real Style Dibanderol Rp29 Jutaan
Bagi peserta, hal terpenting bukan sekadar mengetahui namanya, melainkan memahami teknik yang dipersyaratkan dalam tes resmi.
Jangan sampai seseorang berlatih satu gerakan selama berbulan-bulan tetapi pada hari ujian ternyata teknik yang diminta berbeda.
Shuttle run enam putaran juga membutuhkan strategi
Baca Juga: Sungai Cileungsi Bogor Tercemar, 172 Ribu Pelanggan PDAM Bekasi Ikut Terdampak
Selain latihan tubuh bagian atas, terdapat shuttle run 10 meter x 6 putaran dalam acuan yang diberikan.
Jarak yang terlihat pendek bukan berarti mudah.
Peserta harus berulang kali melakukan akselerasi, berhenti, berbalik arah dan kembali berlari.
Baca Juga: 3 Info Penting Pencairan TPG September 2026, Cek Selengkapnya
Gerakan tersebut membuat tubuh bekerja dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat.
Jika dikombinasikan dengan tes lari, push up, sit up dan latihan lainnya, pengaturan tenaga menjadi penting.
Persiapan fisik tidak bisa instan
Baca Juga: Bus Gratis Si Bolang Kini Sampai Vokasi IPB Bogor, Mahasiswa: Ongkos Bisa Buat Makan
Bagi calon peserta, latihan idealnya dilakukan jauh sebelum jadwal tes.
Mulai dengan kemampuan dasar, kemudian tingkatkan secara bertahap.
Latihan kekuatan dapat dikombinasikan dengan latihan kardio dan kelincahan.
Baca Juga: Bukan Dijual, Ternyata Ini Fakta di Balik Hilangnya Saddil Ramdani di Skuad Persib
Yang juga penting adalah memberikan waktu istirahat bagi tubuh.
Jangan mengejar hasil secara instan dengan latihan berlebihan.
Dan yang paling penting, pastikan seluruh informasi mengenai jenis tes dan standar penilaiannya berasal dari pengumuman resmi instansi pada periode seleksi yang diikuti.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : Instagram @Studicpns