RADAR BOGOR - Pemerintah belum lama ini merilis daftar merek beres fortifikasi yang diduga bermasalah dan dikabarkan akan segera menindak tegas pelanggaran tersebut.
Beras fortifikasi ini didugga tidak memenuhi kandungan gizi sesuai klaim yang ada pada kemasan padahal pangan tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui dan balitas.
Dikutip dari akun Insagram @bakom.ri, berdasarkan hasil pengujian menunjukan ada 25 merek beras yang diduga tidak sesuai dengan kandungan fortifikasi pada label.
Baca Juga: Bansos Beras 30 Kg Berpotensi Cair Lagi, Ini Nasib BLT Kesra Rp900 Ribu
Selain kandungan gizi, harga jual dari beras ini juga menjadi sorotan, yang seharusnya dijual dengan harga Rp13.500 per kg, tapi ditemukan produk dengan harga jual rata-rata Rp23.385 bahkan Rp57.600 per kg.
Dengan adanya temuan ini diperkirakan negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp89 trliun. Oleh karena itu, pemerintah bersama Polri akan memverifikasi temuan tersebut.
Jika ditemukan adanya pelanggaran, produk dapat diterik dari edaran, izin akan dicabut, dan yang bersangkutan akan diproses seuai hukum yang berlaku.
Baca Juga: Kue Mipan Glodok, Jajanan Tradisional Langka Berbahan Tepung Beras yang Wajib Dicoba
Lantas, apa saja merek beras tersebut? Berikut daftar lengkapnya:
- WFO
- TKS
- IMF
- NUR
- TKL
- HOK
- BRV
- IMRR
- IHJ
- IAK
- PBK
- GNB
- DTR
- TKRR
- EJK
- PLK
- MKY
- IMC
- PTK
- ARP
- ARN
- SKM
- GNM
- TAR
- CMS
Baca Juga: Daftar Bansos Cair Minggu Ke-3 September: Batas Cair KKS SI, PIP dan Perpanjangan Beras
Perlu dicatat, bahwa ke-25 merek beras tersebut masih berstatus dugaan dan sedang dalam proses ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Di samping itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan dengan tegas bahwa praktik tersebut merupakan tindakan penipuan yang cuku menyusahkan konsumen.
"Ini penipuan. Ini menyusahkan konsumen kita," Kata Amaran Sulaiman.***
Editor : Asep SuhendarSumber : Instagram @bekom.ri