Karhutla Kalimantan Selatan Makin Serius, 300 Perusahaan Dikerahkan Padamkan Api Serentak

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 16:36 WIB
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat menjelaskan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat menjelaskan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.

RADAR BOGOR – Pemerintah mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dengan mengerahkan kekuatan secara serentak.

Sekitar 300 unit usaha akan dilibatkan untuk menangani titik-titik api yang tersebar di sejumlah zona rawan kebakaran.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, karhutla di Kalimantan Selatan menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena sebagian titik api berada di kawasan gambut yang sulit dipadamkan.

Lokasi kebakaran juga berada di sekitar wilayah utama Banjarbaru sehingga penanganannya membutuhkan pengerahan sumber daya dalam jumlah besar.

Menurut Hanif, upaya pemadaman karhutla di Kalimantan Selatan telah berlangsung hampir dua bulan.

Pemerintah mengerahkan ribuan personel, ratusan pompa air hingga alat berat untuk mengendalikan kebakaran.

Baca Juga: Bukan Acuan, Pakai Data Formasi CASN 2024 untuk Tahun 2026? Ini Bahayanya

“Selama satu bulan setengah lebih kita membagi diri dalam zona-zona tertentu, mengerahkan seluruh kemampuan di Provinsi Kalimantan Selatan untuk melakukan penanggulangan pada ring satu atau instalasi utama karhutla di Banjarbaru,” kata Hanif seusai rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu 23 September 2026.

Hanif menjelaskan, wilayah yang menjadi fokus utama penanganan merupakan lahan gambut terdegradasi dengan luas sekitar 3.000 hingga 3.400 hektare.

Kondisi tersebut diperparah oleh kemarau panjang serta terbatasnya ketersediaan sumber air.

Situasi itu membuat proses pemadaman karhutla berlangsung lebih sulit dan membutuhkan waktu.

“Sampai satu bulan yang lalu kita telah mengerahkan hampir 3.500 orang per hari, melibatkan lebih dari 300-an pompa air dan lebih dari 30 unit alat berat. Namun ternyata kering yang cukup panjang tidak memudahkan untuk ditanggulangi,” ujarnya.

300 Unit Usaha Dikerahkan Padamkan Karhutla

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan pola pemadaman baru dengan membagi kawasan terdampak karhutla ke dalam beberapa zona.

Sekitar 300 unit usaha yang beroperasi di Kalimantan Selatan akan dilibatkan dalam penanganan.

Setiap unit usaha akan diberikan tanggung jawab untuk menangani zona tertentu agar pemadaman dapat dilakukan secara bersamaan.

“Kita kemudian merencanakan ke depan bahwa ini api harus kita keroyok habis. Jadi semua potensi yang muncul api harus dilakukan pemadaman serentak sehingga api tidak sempat lagi menjalar,” jelas Hanif.

Pemerintah menargetkan kebakaran di kawasan utama atau ring satu Kalimantan Selatan bisa dikendalikan dan dipadamkan dalam waktu satu hingga dua pekan mendatang.

Baca Juga: ASN di Kabupaten Bogor Mulai Beralih ke Identitas Digital, Pemkab Jemput Bola Aktivasi IKD

Hanif menyebut pengerahan serentak tersebut merupakan strategi jangka pendek untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Terlebih, ketersediaan air diperkirakan semakin terbatas hingga musim hujan tiba.

“Short-term-nya kita padamkan dalam waktu satu sampai dua minggu. Kita gerak serentak 300 unit usaha yang besar semua,” katanya.

Pemerintah Siapkan Pos Pemantauan dan Masyarakat Peduli Api

Selain fokus pada pemadaman, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka menengah untuk mencegah munculnya titik api baru.

Salah satunya dengan membentuk pos pemantauan serta Masyarakat Peduli Api (MPA) di sekitar wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla.

Pos pemantauan tersebut akan digunakan untuk melakukan patroli sekaligus mendeteksi kemunculan api sedini mungkin.

Upaya tersebut juga ditujukan untuk mencegah kebakaran yang sengaja dilakukan.

Sementara untuk penanganan jangka panjang, pemerintah menyiapkan sejumlah infrastruktur permanen, termasuk pembangunan sekat kanal dan sumur bor di kawasan yang mengalami keterbatasan sumber air.

“Blocking kanal, jadi sekat-sekat kanal yang ada di Kalimantan Selatan pada daerah satu kita tutup mulai hari ini secara permanen. Tapi ada pintu keluar pada saat nanti bilamana hujan turun,” tutur Hanif.

Pemerintah juga tidak ingin penanganan karhutla hanya bergantung pada operasi modifikasi cuaca (OMC).

Baca Juga: Update Sertifikasi Guru: SKTP September Mulai Terbit, TPG Siap Dicairkan

Menurut Hanif, kesiapan lanskap menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran sehingga wilayah rawan harus diperkuat agar memiliki daya tahan lebih baik terhadap ancaman karhutla.

300 Perusahaan Akan Dibagi Berdasarkan Zona

Gubernur Kalimantan Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pemerintah provinsi akan segera mengatur keterlibatan sekitar 300 perusahaan berdasarkan pembagian zona penanganan karhutla.

Perhatian khusus diberikan kepada ring satu yang berada di sekitar kawasan bandara.

Wilayah tersebut dinilai harus mendapatkan pengawasan ketat agar asap kebakaran tidak mengganggu aktivitas penerbangan.

“Ring satu ini harus kita jaga karena jangan sampai seperti di Kalteng. Jadi kita harus menjaga Kalimantan Selatan,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, perusahaan yang mendapatkan tugas penanganan harus memastikan personel tersedia dan benar-benar berada di lapangan.

Pemprov Kalimantan Selatan juga akan menggelar apel siaga secara rutin untuk mengecek kesiapan personel sesuai dengan kebutuhan di masing-masing zona.

“Jadi jangan sampai kami ada 10, tapi tidak ada orangnya setelah apel. Kami harus apel pagi maupun sore. Yang sif malam, malam sampai pagi lagi,” ujarnya.

Andi Sudirman menambahkan, pemerintah juga sedang menyiapkan penggunaan metode penyemprotan dengan bahan tertentu.

Metode tersebut disebut dapat membantu menurunkan suhu kawasan gambut sekaligus mengurangi potensi munculnya kembali asap.

Baca Juga: KPM Non-KKS Bisa Terima Bansos PKH BPNT Lewat PT Pos, Ini Mekanismenya

Melalui pembagian zona, pengerahan personel secara terukur, serta dukungan peralatan dan logistik dari berbagai unit usaha, pemerintah berharap penanganan karhutla di kawasan utama Kalimantan Selatan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.(***)

Editor : Yosep Awaludin
kalimantan selatan kebakaran hutan Hanif Faisol