Mensos Gus Ipul Beri 5 Arahan Tegas ke Sekjen, Tekankan Antikorupsi

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:08 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul beri lima arahan (YouTube Kemensos RI)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul beri lima arahan (YouTube Kemensos RI)

RADAR BOGOR - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan lima arahan utama kepada Sekretaris Jenderal Kemensos, M. Hasan Chabibie, untuk memperkuat kinerja dan tata kelola organisasi.

Arahan tersebut disampaikan di Jakarta Pusat pada 14 Oktober 2026 di hadapan tamu undangan dan jajaran Kementerian Sosial.

Berikut ini 5 arahan utama dari mensos Gus Ipul:

Baca Juga: CPNS Dibuka Tahun Ini atau 2027? Begini Tanggapan dari Kepala BKN

1. Jaga Integritas, Jangan Korupsi

Arahan pertama menekankan integritas. Gus Ipul menegaskan dirinya dan Wakil Menteri Sosial tidak akan mengajak korupsi, dan memerintahkan seluruh jajaran Kemensos untuk tidak korupsi.

"Ini bukan pilihan, ini syarat mutlak. Tidak ada toleransi terhadap korupsi, gratifikasi, maupun penyalahgunaan wewenang dalam bentuk apa pun," tegasnya.

Sekjen diminta menjadi teladan karena mengelola anggaran, sumber daya manusia, aset, dan pengadaan. Gus Ipul meminta Sekjen membangun sistem yang membuat penyimpangan sulit terjadi, mengingatkan menteri dan wakil menteri jika ada tanda-tanda mengarah ke korupsi, serta menghentikan anak buah yang terlihat mengarah ke sana.

Baca Juga: Lulusan S1 Psikologi Mau Jadi ASN? Cek Pilihan Formasi CPNS Pusat Ini

2. Bangun Ekosistem Kerja yang Terbuka dan Egaliter

Arahan kedua adalah membangun ekosistem kerja baru yang terbuka, egaliter, responsif, dan produktif. Sekjen diminta tidak menjaga jarak dengan anak buah, membuka ruang dialog, dan mendengarkan masukan dari bawah.

"Hilangkan budaya feodal dan birokrasi yang berbelit. Jangan lagi ada budaya bisik-bisik. Semua harus terbuka," ujarnya.

Ia menegaskan ukuran kinerja bukan banyaknya rapat dan surat, melainkan hasil yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Persiapan Seleksi CPNS: 15 Pilihan Formasi Keren Khusus Lulusan SMA/SMK

3. Selaraskan dengan Mandat Konstitusi dan Mandat Strategis Presiden

Ketiga, roda organisasi harus sejalan dengan mandat konstitusi, yakni membantu Presiden menjalankan Pasal 34. Adapun mandat strategis Presiden ada tiga: data yang akurat, bantuan sosial yang tepat sasaran, dan Sekolah Rakyat.

Menurut Gus Ipul, hal tersebut ditambah pemberdayaan menuju graduasi menjadi bagian tak terpisahkan untuk memutus mata rantai kemiskinan. Semuanya harus terpadu dalam bingkai perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan sosial.

Baca Juga: Resign, Dipecat, Kontrak Habis? PPPK dan ASN Wajib Tahu

4. Konsolidasikan Seluruh Satuan Kerja

Keempat, seluruh pemangku kepentingan dan satuan kerja harus dikonsolidasikan secara terpadu. Gus Ipul meminta ego sektoral dihilangkan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.

"Harus dalam satu tarikan napas. Jangan ada lagi unit yang berjalan sendiri-sendiri. Kementerian Sosial adalah satu tim, satu arah, dan satu tujuan membantu Presiden Prabowo," katanya.

Baca Juga: CPNS 2027 Lulusan SMA: Jangan Cuma Incar Pusat, Cek Ini

5. Jaga Hubungan Baik dan Nama Baik Organisasi

Kelima, Sekjen diminta membangun hubungan baik dengan seluruh mitra, termasuk DPR, kementerian atau lembaga lain, serta aparat penegak hukum. Kepercayaan, kata Gus Ipul, dibangun melalui kinerja yang transparan dan akuntabel.

"Nama baik Kementerian Sosial adalah tanggung jawab bersama, dan Sekjen berada di garis depannya," pungkasnya.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Kemensos RI
M. Hasan Chabibie gus ipul Menteri Sosial Saifullah Yusuf