Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dua Andalan Tumbang, Peluang Indonesia Meraih Medali Olimpiade 2024 dari Cabor Bulutangkis Kian Kritis

Alpin. • Kamis, 1 Agustus 2024 | 12:04 WIB
Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus angkat koper lebih cepat dan gagal melaju hingga babak 16 besar Olimpiade 2024.
Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus angkat koper lebih cepat dan gagal melaju hingga babak 16 besar Olimpiade 2024.

RADAR BOGOR, Peluang Indonesia untuk mempersembahkan medali Olimpiade Paris 2024 dari cabang olahraga (cabor) bulutangkis semakin kritis.

Pasalnya, dua andalan Indonesia dari nomor tunggal putra harus pulang lebih cepat pada gelaran Olimpiade 2024.

Dua tunggal putra andalan Indonesia, yakni Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting harus angkat koper lebih cepat dan gagal melaju hingga babak 16 besar.

Keduanya menutup perjalanan Indonesia di sektor tunggal putra bulutangkis dengan kekecewaan besar setelah tersingkir dari Olimpiade 2024.

Dalam laga terakhir Grup H, Anthony harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah, Toma Junior Popov.

Ginting tumbang dengan skor 19-21, 21-17, dan 15-21. Kekalahan ini menghentikan langkah Ginting sekaligus memupus harapan Indonesia untuk meraih medali emas Olimpiade 2024 dari tunggal putra.

Pertandingan yang berlangsung di Porte de la Chapelle Arena pada Rabu (31/7) malam WIB ini menjadi ajang adu kekuatan dan strategi.

Ginting, yang datang sebagai unggulan sembilan dengan harapan besar, harus berhadapan dengan dukungan mayoritas penonton Prancis yang memenuhi stadion.

Sejak awal permainan, kedua pemain saling kejar-kejaran poin. Namun, di game pertama, Ginting harus tertinggal 19-21 setelah Toma Junior Popov berhasil membalikkan keadaan.

Ginting sebenarnya menunjukkan performa solid di game kedua. Dengan permainan reli dan kombinasi netting yang baik, Ginting berhasil mengungguli Popov dengan skor 21-17, membuat pertandingan harus dilanjutkan ke game penentuan.

Di game ketiga, meskipun Ginting sempat unggul di awal dengan skor 4-1, tekanan dari Popov yang terus meningkat membuatnya kehilangan kendali permainan. Popov berhasil memanfaatkan momen tersebut dan menutup game dengan kemenangan 21-15.

Kekalahan Anthony Sinisuka Ginting ini mengakhiri perjalanan tunggal putra Indonesia di Olimpiade Paris 2024.

Sebelumnya, Jonatan Christie, yang juga menjadi andalan Indonesia di sektor ini, harus pulang lebih awal setelah takluk dari Lakshya Sen asal India dengan skor 18-21 dan 12-21 pada pertandingan di Grup L.

Kegagalan Ginting dan Jonatan sekaligus menyisakan duka mendalam bagi para pendukung bulu tangkis Indonesia, yang selalu menaruh harapan besar pada sektor ini.

Tidak hanya di sektor tunggal putra, beberapa wakil Indonesia lainnya juga harus mengakhiri perjuangan mereka di Olimpiade Paris 2024 lebih awal.

Ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga gugur di fase penyisihan.

Kekalahan mereka menambah deretan hasil mengecewakan yang dialami kontingen Indonesia di cabang bulu tangkis, yang biasanya menjadi lumbung medali.

Kini, harapan Indonesia di cabang bulu tangkis tinggal bertumpu pada dua wakil tersisa, yaitu Gregoria Mariska Tunjung di sektor tunggal putri dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di sektor ganda putra.

Gregoria telah menunjukkan performa impresif dengan kemenangan atas Tereza Svabikova dari Republik Ceko dengan skor 21-12, 21-18.

Sementara itu, Fajar/Rian akan menghadapi tantangan besar melawan pasangan kuat dari Tiongkok, Liang Weikeng/Wang Chang, di babak perempat final.(*)

 

Editor : Alpin.
#indonesia #Jonatan Chirstie #olimpiade 2024 #anthony sinisuka ginting