RADAR BOGOR – Juventus seharusnya bisa mengawali Serie A dengan apik.
Sebab, tim asuhan Thiago Motta tersebut ”hanya” akan menghadapi tim promosi Como 1907 pada giornata pembuka dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 1/Vidio pukul 01.45 WIB).
Tetapi, Como 1907 layak disebut tim promosi paling ambisius musim ini.
Di bursa transfer musim panas yang masih berlangsung, mereka mendatangkan nama-nama beken seperti Raphael Varane, Andrea Belotti, Alberto Moreno, Pepe Reina, dan Emil Audero.
Mereka juga mengangkat Cesc Fabregas sebagai allenatore permanen hingga empat musim ke depan.
Kinerja bagus Fabregas sebagai pelatih interim di musim lalu jadi faktor utama dia naik kelas.
Sederet kondisi tersebut justru bisa jadi antidot bagi Motta dini hari nanti meski main di Allianz Stadium, Turin.
Uniknya, Motta dan Fabregas memiliki latar belakang serupa lantaran pernah menimba ilmu di La Masia.
Fabregas merupakan alumnus akademi FC Barcelona itu pada 1997–2003.
Sedangkan Motta, secara de facto, memang bukan produk La Masia.
Tetapi, dia dibeli FCB dari akademi Juventus-SP pada 1999 dan menghuni tim B Blaugrana hingga 2002 sebelum promosi ke tim utama.
Sedikit banyak, mereka pasti bersua ketika di FCB meski tidak pernah main bareng.
Tetapi, ketika jadi lawan, Motta dan Fabregas beberapa kali bersua.
Hasilnya, Motta memang inferior. Dari sembilan pertemuan, Motta hanya memenangi tiga laga.
”Dalam hidup, terutama sepak bola, tidak boleh ada yang diremehkan. Kami akan menghadapi tim dengan antusiasme tinggi. Sangat penting bagi kami memulai musim dengan baik (menang, Red),” papar Motta.
Pelatih 41 tahun itu sebenarnya cemas dengan laga dini hari nanti. Sebab, pramusim Bianconeri jauh dari memuaskan.
Dari empat laga, Juve hanya merasakan satu kemenangan.
Itu pun ketika menghadapi tim U-23 mereka, Rabu 7 Agustus 2024.
Gawang Juve juga kebobolan tujuh kali di empat laga itu.
Ruang ganti Juve sedang tidak baik-baik saja setelah Motta memutuskan untuk tak lagi menggunakan beberapa pemain utama.
Sebut saja Federico Chiesa, Wojciech Szczesny, dan Weston McKennie. Szczesny bahkan sudah out lantaran sepakat untuk mengakhiri kontraknya.
Sementara itu, Como mendapat hasil pramusim cukup baik dengan hanya menerima dua kekalahan dari lima laga.
Striker anyar Belotti juga sudah mencetak satu gol di pramusim.
”Akhirnya merasakan Serie A, setelah menanti 21 tahun. Kami terhormat dan termotivasi dapat kesempatan ini. Tentu akan sangat sulit menghadapi tim seperti Juventus, apalagi di kandangnya. Tetapi, aku tahu kapasitas tim ini dan aku yakin kami bisa menyulitkan mereka,” ujar Fabregas dilansir di laman resmi klub. (io/c19/ady)
PERKIRAAN PEMAIN
Juventus (4-2-3-1): 29-Di Gregorio (g); 6-Danilo (c), 4-Gatti, 3-Bremer, 27-Cambiaso; 26-Douglas Luiz, 19-K. Thuram; 22-Weah, 21-Fagioli, 10-Yildiz; 9-Vlahovic
Pelatih: Thiago Motta
Jersey pemain: Putih-hitam
Jersey kiper: Kuning
Como (4-2-3-1): 1-Audero (g); 20-Kovacik, 5-Goldaniga, 13-Dossena, 18-Moreno; 28-Abildgaard, 6-Lovine (c); 7-Strefezza, 10-Cutrone, 33-Da Cunha; 11-Belotti
Pelatih: Cesc Fabregas
Jersey pemain: Kuning
Jersey kiper: Merah
Siaran langsung: beIN Sports 1/Vidio pukul 01.45 WIB
Stadion: Allianz Stadium, Turin
Wasit: Matteo Marcenaro
Mendominasi Tim Promosi
SEJAK lima musim terakhir, persentase kemenangan Juventus atas tim-tim promosi tidak pernah lebih rendah dari separonya. (io/c17/ady)
- 2023–2024
Frosinone Calcio: 2 menang
Genoa CFC: 2 seri
Cagliari Calcio: 2 menang 1 seri
Persentase: 66,66%
- 2022–2023
US Lecce: 2 menang
US Cremonese: 2 menang
AC Monza: 2 kalah
Pelatih: 66,66%
- 2021–2022
Empoli FC: 1 menang 1 kalah
US Salernitana: 2 menang
Venezia FC: 1 menang 1 seri
Persentase: 66,66%
- 2020–2021
Benevento Calcio: 1 seri 1 kalah
FC Crotone: 1 menang 1 seri
Spezia Calcio: 2 menang
Persentase: 50%
- 2019–2020
Brescia Calcio: 2 menang
US Lecce: 1 menang 1 seri
Hellas Verona: 1 menang 1 kalah
Persentase: 66,66%