Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ingin ke UFC dan Harumkan Indonesia, Ini Cita-Cita Bumi, Juara Dunia MMA dari Bogor

Fikri Rahmat Utama • Senin, 30 Juni 2025 | 18:19 WIB
Bumi Magani Abraar Himara (Kanan) atlet juara dunia MMA saat di Podcast Radar Bogor.
Bumi Magani Abraar Himara (Kanan) atlet juara dunia MMA saat di Podcast Radar Bogor.

RADAR BOGOR – Nama Bumi Magani Abraar Himara mendadak jadi sorotan. Remaja 16 tahun asal Kota Bogor ini baru saja mengharumkan nama Indonesia di ajang dunia.

Dia sukses menyabet medali emas dalam kejuaraan dunia GAMMA World MMA Championship U-16 kelas 54 kilogram yang digelar di Sao Paulo, Brazil, 16–22 Juni 2025.

Bukan hanya karena prestasinya yang membanggakan, tapi juga karena tekad dan cita-citanya yang besar.

Dia ingin menembus panggung Ultimate Fighting Championship (UFC) dan membawa nama Indonesia bersinar di kancah dunia.

“Kalau diberi jalan dan kesempatan, saya ingin masuk UFC,” ujar Bumi saat berbincang dalam Podcast Radar Bogor, Senin 30 Juni 2025.

Keinginannya bukan tanpa alasan. Sejak kecil, Bumi memang sudah tertarik pada seni bela diri campuran atau mixed martial arts (MMA).

Terinspirasi dari tayangan laga MMA di televisi dan sosok atlet dunia Sean O'Malley yang dikenal dengan gaya nyentriknya, Bumi mulai serius menekuni olahraga ini sejak usia 9 tahun.

Putra pasangan atlet ini juga menyebut sang ayah sebagai inspirasi utama. Namun perjalanan prestasinya tak serta-merta mudah.

Tahun lalu, Bumi juga sempat turun di ajang serupa yang digelar di Tangerang, dan meraih medali perak usai dikalahkan atlet Ukraina di final.

Tahun ini, ia kembali membawa semangat balas dendam ke Brazil. Menariknya, di babak awal ia langsung bertemu atlet Ukraina yang pernah mengalahkannya.

“Awalnya gugup, tapi saya pengen bales kekalahan tahun lalu. Alhamdulillah bisa menang,” ujarnya.

Setelah menyingkirkan Ukraina, Bumi berturut-turut menaklukkan atlet dari Amerika Serikat dan Brazil. Di partai final, ia menghadapi petarung tuan rumah dengan gaya jujitsu dominan. Meski lawan punya postur dan tenaga lebih besar, Bumi mampu menang dengan strategi yang tepat.

“Kata pelatih, jangan tunggu lawan main bawah duluan. Harus ambil inisiatif. Baca lawan, baru serang. Lebih gunakan otak daripada otot,” kata Bumi, menirukan wejangan pelatihnya, Suwardi, yang juga dikenal sebagai juara One Pride.

Dia pun menjadi bagian dari 17 atlet timnas MMA Indonesia yang berangkat ke Brazil. Dari total 17 atlet, Indonesia berhasil membawa pulang 14 medali, termasuk dua emas—salah satunya diraih Bumi.

Perjalanan menuju kejuaraan dunia itu juga ditempuh dengan proses seleksi ketat dan pemusatan latihan selama enam bulan di UNJ, Jakarta, di bawah naungan Pertajami (Persatuan Tarung Campuran Indonesia).

Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan cabang olahraga baru ini. Atlet Indonesia menurutnya sejatinya tidak kalah dalam segi teknik dari atlet luar.

"Tapi dukungan pemerintah, fasilitas, dan apresiasi yang masih kurang,” katanya.

Bumi juga aktif mengajak teman-temannya yang rawan terlibat tawuran atau geng motor untuk ikut latihan bela diri. Sebab tak hanya soal teknik, MMA menurut Bumi juga melatih kedewasaan dan kontrol emosi.

“Daripada salah arah, mending ikut MMA. Kalau ada masalah, bisa lari ke sasana. Latihan jadi tempat meluapkan energi. Jadi lebih tenang,” tuturnya.

Ke depan, Bumi akan kembali tampil di beberapa ajang internasional, seperti kejuaraan MMA Asia di China dan Kazakhstan, serta Youth Olympic Games di Bahrain pada Oktober mendatang. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #mma #atlet muda