RADAR BOGOR - Dunia Formula 1 (F1) kembali melahirkan bintang baru.
Pembalap muda asal Italia, Andrea Kimi Antonelli, mencatat sejarah setelah tampil gemilang di Grand Prix Jepang 2026 yang digelar di Sirkuit Suzuka, Minggu 29 Maret 2026.
Kemenangan tersebut, terasa semakin istimewa karena mengantarkan Andrea Kimi Antonelli menjadi pembalap termuda yang pernah memimpin klasemen sementara Formula 1.
Pada usia 19 tahun 6 bulan 28 hari, Andrea Kimi Antonelli sukses memecahkan rekor milik Lewis Hamilton yang sebelumnya mencatatkan pencapaian serupa saat berusia 23 tahun pada musim debut 2007.
Tak hanya itu, hasil di Jepang juga menjadi kemenangan keduanya secara beruntun setelah sebelumnya tampil dominan di GP Shanghai.
Performa konsisten ini langsung menempatkannya sebagai kandidat kuat dalam perebutan gelar musim ini.
Dalam pernyataannya usai balapan, Antonelli mengaku, puas dengan hasil yang diraih, meski ia menilai perjalanan menuju gelar juara dunia masih panjang.
Ia juga menyoroti start yang kurang maksimal, namun merasa beruntung bisa memanfaatkan momentum yang muncul di tengah balapan.
Momentum Safety Car Ubah Jalannya Balapan
Balapan di Suzuka sempat berjalan tidak sesuai rencana bagi pembalap tim Mercedes AMG Petronas Formula One Team tersebut.
Start yang kurang sempurna membuatnya tertinggal dari barisan depan.
Namun situasi berubah drastis ketika insiden yang melibatkan Oliver Bearman di tikungan Spoon memicu keluarnya safety car pada lap ke-22.
Momen ini menjadi titik balik penting.
Antonelli yang belum melakukan pit stop memanfaatkan situasi dengan masuk pit saat safety car berlangsung.
Strategi ini terbukti jitu karena para pesaing utamanya seperti Oscar Piastri dan George Russell sudah lebih dulu melakukan pit stop.
Keuntungan strategi tersebut membuat Antonelli mengambil alih posisi terdepan dan berhasil mempertahankannya hingga garis finis.
Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, menilai momen safety car menjadi faktor krusial dalam kemenangan ini.
Ia menyebut tim mampu memaksimalkan strategi dengan memperpanjang stint satu lap lebih lama sebelum pit stop, yang akhirnya memberikan keunggulan signifikan.
McLaren Tunjukkan Taji
Di sisi lain, tim McLaren Formula 1 Team juga menunjukkan performa kompetitif.
Piastri yang finis di posisi kedua sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan.
Pembalap asal Australia tersebut merasa mampu menjaga posisinya dari tekanan rival sebelum pit stop.
Ia juga menilai, tanpa kehadiran safety car, jalannya balapan bisa saja berbeda.
Meski demikian, finis sebagai runner-up tetap dianggap sebagai hasil positif bagi timnya.
Era Baru Formula 1 Dimulai?
Kemenangan beruntun dan rekor yang dipecahkan Antonelli menjadi sinyal munculnya era baru di Formula 1.
Di usia yang masih sangat muda, ia sudah menunjukkan kematangan strategi dan kecepatan yang mampu bersaing di level tertinggi.
Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin musim 2026 akan menjadi panggung lahirnya juara dunia termuda baru dalam sejarah balap jet darat tersebut. (ka/bas)
Editor : Siti Dewi Yanti