Samir Nasri Mundur dari Komentator Final Liga Champions Usai Ibunya Dihina Ultras PSG

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Jumat, 29 Mei 2026 | 03:40 WIB
Samir Nasri mengundurkan diri sebagai komentator final Liga Champions.
Samir Nasri mengundurkan diri sebagai komentator final Liga Champions.

RADAR BOGOR - Final Liga Champions 2026 antara Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG) kembali memunculkan cerita panas di luar lapangan. 

Mantan pemain Arsenal, Samir Nasri, memutuskan mundur dari tugasnya sebagai komentator televisi setelah keluarganya menjadi sasaran penghinaan dari kelompok ultras PSG.

Keputusan tersebut membuat Nasri batal tampil sebagai komentator final Liga Champions untuk stasiun televisi Prancis, Canal+, dalam laga yang akan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Jumat malam, 30 Mei 2026.

Samir Nasri Kecewa Keluarganya Jadi Target Penghinaan

Nasri merasa sangat kecewa, setelah ibunya menjadi sasaran hinaan dari kelompok suporter garis keras PSG.

Mantan winger tim nasional Prancis itu menegaskan dirinya sebenarnya sudah terbiasa menerima kritik maupun hinaan selama berkarier di dunia sepak bola. 

Baca Juga: Terima Titipan Hewan Kurban, Lazisnu PCNU Kota Bogor Bagikan Daging Idul Adha

Namun, situasi menjadi berbeda ketika keluarganya ikut diserang.

Nasri mengungkapkan, penghinaan terhadap ibunya menjadi alasan utama dirinya memilih tidak pergi ke Budapest untuk menjalankan tugas sebagai komentator final Liga Champions.

Canal+ Siapkan Trio Eks Bintang Arsenal dan PSG

Sebelumnya, Canal+ berencana menghadirkan Samir Nasri sebagai komentator netral untuk final Arsenal melawan PSG.

Nasri dijadwalkan tampil bersama dua mantan pemain legendaris dari masing-masing klub finalis, yakni Robert Pires yang mewakili Arsenal dan David Ginola dari kubu PSG.

Ketiganya dipilih karena sama-sama memiliki pengalaman besar sebagai pemain sayap dan dikenal luas oleh publik sepak bola Eropa.

Namun, mundurnya Nasri membuat rencana tersebut berubah menjelang laga puncak Liga Champions.

Samir Nasri Tetap Bertahan di Dunia Sepak Bola

Meski memilih mundur dari tugas komentator final Liga Champions, Nasri memastikan dirinya tidak akan meninggalkan dunia sepak bola.

Dalam keterangannya, mantan pemain Arsenal dan Manchester City itu mengatakan hinaan dari suporter bukan hal baru dalam hidupnya.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Pusat Belanja Sembako Murah di Bogor yang Bikin Uang Bulanan Anti Kocar-kacir

Namun, ia menilai jika terus membiarkan tekanan semacam itu memengaruhi kehidupannya, maka dirinya bisa kehilangan kecintaan terhadap sepak bola.

Karena alasan itulah, Nasri memilih mengambil jarak dari atmosfer final Liga Champions kali ini demi menjaga kondisi mental dan keluarganya.

Final Arsenal vs PSG Tetap Jadi Sorotan Besar

Laga Arsenal melawan PSG di Budapest dipastikan menjadi salah satu final Liga Champions paling emosional dalam beberapa tahun terakhir.

Selain duel perebutan trofi paling prestisius di Eropa, pertandingan ini juga dipenuhi cerita besar di luar lapangan, mulai dari rivalitas suporter, tekanan media, hingga kisah mantan pemain yang masih memiliki hubungan emosional dengan kedua klub.

Keputusan Samir Nasri mundur sebagai komentator pun menjadi bukti bahwa tensi final Liga Champions musim ini sudah terasa bahkan sebelum pertandingan dimulai. (ren/dns)

Editor : Siti Dewi Yanti
arsenal Samir Nasri liga champions psg