Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Persib Kena Sanksi FIFA Dilarang Daftarkan Pemain Baru, Begini Respons Manajemen

Eka Rahmawati • Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:26 WIB
Persib mengalahkan Persija dengan skor 2-1 pada laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Minggu 10 Mei 2026. (Dok. Persib)
Persib saat bertanding menghadapi Persija pada laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Minggu 10 Mei 2026 lalu. (Dok. Persib)

RADAR BOGOR - Juara Super League 2025/2026, Persib Bandung, mendapat sanksi dari FIFA berupa larangan melakukan registrasi pemain baru berkaitan dengan persoalan yang melibatkan mantan pemainnya, Daisuke Sato.

Nama Persib tercantum dalam FIFA Registration Ban List, yakni daftar resmi yang menjadi acuan bagi asosiasi sepak bola, konfederasi, klub, pemain, hingga agen pemain dalam menjalankan berbagai ketentuan yang ditetapkan federasi sepak bola dunia tersebut. Klub yang masuk dalam daftar tersebut tidak diperkenankan mendaftarkan pemain anyar selama sanksi masih berlaku.

Menanggapi hal itu, manajemen Persib Bandung segera memberikan penjelasan. Pihak klub menyebut permasalahan yang berujung pada sanksi FIFA tersebut berawal dari proses penyelesaian pemutusan kontrak dengan Daisuke Sato yang terjadi pada 2023 lalu.

Baca Juga: Cukur Habis Ganda Putra China, Fajar Fikri Melaju ke Babak Final Singapore Open 2026

Persib menegaskan bahwa mereka telah mengikuti proses penanganan perkara tersebut sejak awal dan saat ini tengah berupaya menuntaskan seluruh kewajiban administratif yang diperlukan agar sanksi dapat segera dicabut oleh FIFA.

Penjelasan Manajemen Persib Bandung

Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan dalam siaran pers di laman Persib menyampaikan bahwa status transfer ban tersebut berkaitan dengan sengketa yang melibatkan mantan pemainnya, Daisuke Sato. Persoalan tersebut berawal dari proses pemutusan kerja sama antara kedua belah pihak pada 2023 dan kemudian berlanjut ke tahapan arbitrase di Court of Arbitration for Sport (CAS).

Dalam putusan akhirnya, CAS menetapkan nilai kompensasi yang harus dibayarkan klub dengan jumlah lebih rendah dibandingkan tuntutan awal yang diajukan dalam perkara tersebut.

Persib menegaskan bahwa kasus ini tidak berhubungan dengan keterlambatan pembayaran gaji maupun pelanggaran terhadap hak-hak pemain. Sengketa yang terjadi murni merupakan persoalan kontraktual yang diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku dalam sistem sepak bola internasional.

Sebagai organisasi olahraga profesional, Persib menyatakan menghormati putusan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Saat ini, klub tengah menjalankan proses penyelesaian kewajiban yang ditetapkan dalam keputusan tersebut.

Manajemen memastikan bahwa setelah seluruh kewajiban dipenuhi dan mendapatkan verifikasi dari FIFA, status larangan registrasi pemain akan dicabut sehingga klub dapat kembali melakukan pendaftaran pemain baru sesuai ketentuan yang berlaku.

"Persiapan tim, aktivitas rekrutmen, pengelolaan organisasi, serta berbagai program pengembangan yang telah dirancang tetap berjalan sesuai target," demikian keterangan Adhitia Putra Herawan dilansir dari laman Persib.

Tak hanya itu Persib juga menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak berdampak pada jalannya operasional klub maupun agenda strategis yang telah disusun sebelumnya. Program pembentukan tim, proses perekrutan, pengelolaan organisasi, hingga berbagai agenda pengembangan tetap berlangsung sesuai rencana.

Klub menilai sengketa kontrak dan sanksi administratif merupakan bagian dari dinamika yang kerap terjadi dalam sepak bola profesional. Beberapa klub besar dunia seperti Chelsea FC, FC Barcelona, Real Madrid CF, dan Atlético Madrid juga pernah menghadapi situasi serupa tanpa mengganggu keberlangsungan aktivitas klub.

Karena itu, Persib menyikapi persoalan ini dengan mengedepankan tanggung jawab, keterbukaan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Klub berkomitmen menuntaskan seluruh proses sesuai prosedur sembari menjaga keberlangsungan dan kepentingan organisasi.

Di akhir pernyataannya, Persib menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh, mitra kerja, serta seluruh insan sepak bola Indonesia atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan. Menurut klub, dukungan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang, menjaga profesionalisme, dan membangun fondasi klub yang semakin kokoh di masa mendatang.

Editor : Eka Rahmawati
#sanksi #pemain #fifa #persib