Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sebelum Trekking, Lakukan Olahraga Ini Biar Nggak Ngos-ngosan di Tanjakan Pertama

Eli Kustiyawati • Rabu, 15 Juli 2026 | 12:05 WIB
Ilustrasi kegiatan pendakian gunung. (Kostas Dimopoulos/Pexels)
Ilustrasi kegiatan pendakian gunung. (Kostas Dimopoulos/Pexels)

RADAR BOGOR - Buat kalian yang berencana melakukan pendakian gunung atau hanya sekedar trekking tektok, persiapan fisik menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan.

Salah satu kunci utama agar tidak kehabisan napas di tanjakan pertama adalah dengan melatih daya tahan kardio secara rutin sebelum hari pendakian tiba.

Latihan kardio memiliki peran penting dalam mempersiapkan tubuh menghadapi medan gunung yang menantang.

Latihan ini membantu meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru, membuat distribusi oksigen ke seluruh tubuh menjadi lebih efisien, mengurangi risiko kelelahan berlebihan, serta membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas fisik yang berlangsung dalam waktu lama seperti pendakian.

Baca Juga: Lamine Yamal Berharap Hadapi Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Berikut beberapa jenis latihan kardio sederhana yang bisa diterapkan sebagai persiapan sebelum mendaki gunung.

Jogging

Latihan jogging bisa dimulai dengan durasi 20 hingga 30 menit, dilakukan sebanyak 3 hingga 5 kali dalam seminggu.

Durasi latihan dapat ditingkatkan secara bertahap seiring bertambahnya kekuatan fisik.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Bakal Diguncang Half Time Show Perdana, Ada BTS hingga Justin Bieber

Untuk hasil yang lebih maksimal, cobalah berlari di berbagai jenis permukaan, seperti tanah atau treadmill dengan pengaturan incline, agar tubuh terbiasa dengan sensasi menanjak seperti kondisi sebenarnya di gunung.

Naik Turun Tangga atau Incline Walk

Latihan ini menjadi salah satu simulasi yang paling mendekati kondisi medan pendakian sesungguhnya.

Targetkan durasi latihan sekitar 30 hingga 45 menit per sesi untuk melatih kekuatan otot kaki sekaligus meningkatkan stamina tubuh secara keseluruhan.

Baca Juga: Prancis Gagal ke Final untuk Ketiga Kalinya, Deschamps Pertanyakan Kinerja Wasit

Lompat Tali

Lompat tali menjadi pilihan latihan yang efektif untuk meningkatkan daya tahan paru-paru serta melatih koordinasi tubuh. Latihan ini bisa menjadi variasi menarik di sela-sela latihan kardio lainnya.

Kombinasi Lari dan Simulasi Beban

Untuk mendekati kondisi pendakian yang sesungguhnya, cobalah mengombinasikan lari santai dengan sprint singkat, atau berjalan sambil membawa ransel ringan sebagai simulasi membawa perlengkapan mendaki.

Baca Juga: Spanyol Bungkam Prancis, Selangkah Lagi Ukir Sejarah Dunia 2026

Tips Persiapan Latihan

Sebaiknya latihan kardio ini dimulai setidaknya 2 hingga 4 minggu sebelum jadwal pendakian, dan dilakukan secara rutin sebanyak 3 hingga 5 kali dalam seminggu.

Kombinasikan juga dengan latihan kekuatan kaki agar otot lebih siap menopang beban tubuh saat mendaki.

Bagi pemula, disarankan untuk memulai latihan secara perlahan dan tidak memaksakan diri di awal.

Baca Juga: Spanyol Taklukkan Prancis 2-0, Oyarzabal cs ke Final Piala Dunia 2026

Jangan lupa untuk selalu melakukan stretching baik sebelum maupun setelah latihan guna mengurangi risiko cedera otot.

Persiapan fisik yang matang sebelum mendaki akan sangat membantu perjalanan menjadi lebih nyaman dan minim risiko kelelahan berlebihan.

Pendaki yang baik adalah pendaki yang terus berusaha membuat dirinya lebih siap dan lebih baik di setiap kesempatan.***

Editor : Eli Kustiyawati
melatih daya tahan kardio latihan kardio trekking pendakian