RADAR BOGOR - AFC dan Sepak Bola Amerika Serikat resmi bergabung dengan UEFA dan CONCACAF untuk menolak rencana FIFA menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Kedua badan ini mendesak FIFA, melakukan tinjauan mendesak terhadap tata kelola dan proses pengambilan keputusan. Dengan langkah ini, empat konfederasi sepak bola terbesar dunia kini kompak menekan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Sikap AFC terhadap Rencana FIFA
AFC menyatakan berdiri bersama UEFA dan CONCACAF dalam menolak proposal FIFA Forward Enterprise. Konfederasi sepak bola Asia ini mengaku mengamati perkembangan situasi dengan kekhawatiran mendalam.
Baca Juga: UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham ke Investor Swasta
"AFC telah mengamati dengan kekhawatiran mendalam perkembangan beberapa hari terakhir," tulis AFC dalam pernyataan.
Bagi AFC, isu ini sudah mengarah pada wacana boikot Piala Dunia yang serius.
Menurut AFC, kontroversi ini juga membuka kelemahan mendasar dalam proses konsultasi FIFA. Karena itu, mereka menilai persoalan ini melampaui sekadar satu proposal komersial.
Isi Tuntutan AFC kepada FIFA
AFC secara eksplisit meminta FIFA meninjau ulang sistem tata kelolanya secara menyeluruh. Tuntutan ini muncul karena proposal FFE dinilai minim konsultasi dengan asosiasi anggota.
Baca Juga: Juventus Menang 2-0 atas Nice di Laga Pramusim, Douglas Luis Cetak Gol
"AFC menyerukan FIFA untuk melakukan tinjauan mendesak terhadap tata kelola dan kerangka pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa proposal yang signifikan secara global dikembangkan melalui konsultasi yang tepat," demikian pernyataan AFC.
Meski FIFA sudah memberi klarifikasi pada Jumat, AFC menegaskan kekhawatiran soal proses institusional itu tetap belum terjawab. Tekanan terhadap Infantino pun kian membesar akibat sikap tegas ini.
Posisi Sepak Bola Amerika Serikat
Federasi Sepak Bola Amerika Serikat menegaskan dukungannya terhadap CONCACAF dan konfederasi lain yang menolak proposal FIFA. Sikap ini menambah bobot tekanan, mengingat Amerika Serikat berstatus tuan rumah Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Juventus Cari Gelandang Baru, Tijjani Reijnders Masuk Target Utama
Dengan bergabungnya AFC dan US Soccer, kini empat kekuatan besar sepak bola dunia UEFA, CONCACAF, AFC, dan US Soccer kompak menolak rencana investasi swasta tersebut. Situasi ini membuat posisi Infantino kian terjepit.
Bahkan, tekanan tidak hanya datang dari luar tubuh FIFA. Penasihat senior Infantino dilaporkan mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas rencana kontroversial ini.
Respons FIFA atas Gelombang Penolakan Ini
FIFA belum menunjukkan tanda-tanda mundur dari rencananya. Organisasi ini menegaskan tidak ada pihak yang ‘menjual’ sepak bola lewat proposal FFE tersebut.
Baca Juga: PRUI Kabupaten Bogor Siapkan Regenerasi Atlet Rugby dari Sekolah
Namun demikian, gelombang penolakan dari empat konfederasi besar membuat masa depan proposal ini semakin tidak menentu. Bagi Infantino, situasi ini menjadi salah satu ujian kepemimpinan terberat selama masa jabatannya.***