RADAR BOGOR – Menaikkan berat badan sekaligus membentuk masa otot menjadi salah satu target yang banyak dilakukan para penggemar olahraga kebugaran.
Namun, proses bulking tidak cukup hanya dengan menambah asupan makanan, karena strategi yang kurang tepat justru dapat membuat kenaikan berat badan lebih banyak berasal dari lemak.
Influencer kebugaran Bobby Ida turut membagikan pandangannya mengenai cara menjalani bulking secara lebih efektif.
Melalui unggahan bertajuk Tierlist Bulking di akun Instagram pribadinya, @bobbyida, ia mengelompokkan sejumlah metode, pola latihan, hingga jenis suplementasi yang dinilai layak dipertimbangkan selama menjalani fase peningkatan massa tubuh.
Panduan tersebut dapat menjadi gambaran bagi pegiat kebugaran yang ingin meningkatkan massa otot dengan tetap mengontrol penambahan lemak tubuh.
Berikut sejumlah strategi bulking yang disampaikan Bobby Ida:
Baca Juga: Siap-Siap, PKH BPNT Cair Beruntun September 2026, Simak Status SIKS-NG Terkini
1. Jangan Mengandalkan Dirty Bulking
Bobby tidak merekomendasikan metode dirty bulking. Pola ini umumnya dilakukan dengan meningkatkan asupan kalori secara besar-besaran tanpa terlalu memperhatikan kualitas maupun kandungan nutrisi makanan.
Menurut Bobby, cara tersebut berisiko membuat kenaikan berat badan lebih banyak berasal dari penambahan lemak dibandingkan massa otot.
Karena itu, peningkatan kalori tetap perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas makanan yang dikonsumsi.
2. Lean Bulking Dinilai Lebih Efektif
Untuk mendapatkan hasil yang lebih terkontrol, Bobby menempatkan lean bulking sebagai pilihan yang lebih baik.
Strategi ini dilakukan dengan memberikan tambahan kalori secara terukur sekaligus tetap mengutamakan makanan yang memiliki kandungan nutrisi baik.
Dengan pendekatan tersebut, proses peningkatan berat badan diharapkan dapat lebih berfokus pada perkembangan massa otot tanpa menimbun terlalu banyak lemak tubuh.
3. Creatine dan Weight Gainer Bisa Mendukung Bulking
Dalam hal suplementasi, Bobby menilai creatine sebagai salah satu suplemen yang dapat digunakan untuk mendukung latihan, baik ketika seseorang berada dalam fase bulking maupun cutting.
Sementara itu, weight gainer dapat menjadi pilihan tambahan, terutama bagi orang yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan kalori karena memiliki nafsu makan rendah.
Meski demikian, penggunaannya bukan merupakan sesuatu yang wajib dalam menjalani program bulking.
4. Kardio Tetap Perlu, tetapi Jangan Berlebihan
Latihan kardio juga tetap memiliki peran penting karena dapat membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.
Namun, bagi orang yang mengalami kesulitan menaikkan ukuran tubuh, Bobby menyarankan agar porsi latihan kardio tidak dilakukan secara berlebihan.
Baca Juga: Bansos Terindikasi Transaksi Online Terlarang tapi Merasa Tidak Melakukan? Begini Cara Sanggahnya
Selain itu, cheat meal masih dapat dilakukan selama tetap dikontrol. Makanan yang berada di luar pola makan utama tersebut sebaiknya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan pengaturan jumlah asupan kalori.
5. Jangan Lupakan Latihan Otot Perut
Bobby juga memasukkan latihan otot perut sebagai bagian yang penting dalam program kebugaran.
Latihan tersebut dapat membantu mempertahankan tampilan otot perut agar tetap lebih terdefinisi ketika seseorang mengalami sedikit peningkatan kadar lemak selama fase bulking.
Artinya, latihan perut tetap dapat dilakukan meskipun fokus utama program sedang diarahkan pada peningkatan massa dan berat badan.
Melalui panduan tersebut, para penggemar olahraga kebugaran dapat memiliki gambaran mengenai strategi bulking yang lebih terukur.
Pemilihan makanan bernutrisi, pengaturan kalori, latihan beban, kardio yang proporsional, serta penggunaan suplemen secara tepat menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung peningkatan massa otot.
Dengan strategi yang lebih terarah, proses bulking diharapkan tidak sekadar meningkatkan angka pada timbangan, tetapi juga membantu membangun massa otot dengan penambahan lemak tubuh yang tetap terkendali. (Rana/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin