Yoga Air di Bogor Makin Diminati, Olahraga di Kolam Ini Bantu Jaga Kebugaran hingga Pemulihan Cedera

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB
Cipris, seorang instruktur Yoga Air yang tinggal di Kabupaten Bogor
Cipris, seorang instruktur Yoga Air yang tinggal di Kabupaten Bogor

RADAR BOGOR – Menjaga kebugaran tubuh tidak selalu harus dilakukan dengan olahraga berintensitas tinggi.

Bagi sebagian warga Bogor, aktivitas sederhana di dalam kolam renang justru menjadi pilihan untuk tetap aktif sekaligus membuat tubuh lebih rileks.

Yoga Air atau Aqua Yoga mulai menarik perhatian masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor.

Olahraga yang memadukan gerakan yoga, teknik pernapasan, dan daya apung air ini dilakukan di kolam dengan kedalaman sekitar sebatas dada.

Bukan hanya menjadi aktivitas rekreasi, Yoga Air juga dimanfaatkan sejumlah peserta sebagai latihan pendukung untuk menjaga kebugaran.

Juga membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada persendian, mengelola stres, hingga menunjang proses pemulihan setelah mengalami cedera.

Baca Juga: Ribuan Warga Sentul City Bogor Tumpah Ruah Rayakan HUT RI, Donnie Sibarani Jadi Penutup Meriah

Biayanya pun relatif terjangkau. Masyarakat cukup membayar tiket masuk kolam renang yang berkisar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu untuk mengikuti aktivitas tersebut.

Program Yoga Air di Bogor digagas dan dikembangkan Cipris, seorang instruktur Yoga Air yang tinggal di Kabupaten Bogor.

Sejak 2025, kegiatan tersebut mulai diperkenalkan di sejumlah kolam renang yang berada di lingkungan sekolah, perumahan, maupun fasilitas umum di wilayah Bogor.

Menurut Cipris, konsep Yoga Air berangkat dari pemanfaatan sifat air yang mampu membuat tubuh terasa lebih ringan.

Kondisi tersebut kemudian dipadukan dengan teknik pernapasan serta gerakan yoga untuk menciptakan aktivitas fisik yang lebih nyaman.

“Konsepnya sebenarnya sederhana. Kami memanfaatkan daya apung air supaya tubuh tidak terasa terlalu berat, kemudian menggabungkannya dengan pengaturan napas dan gerakan yoga. Harapannya, tubuh menjadi lebih bugar dan pikiran juga lebih rileks,” ujar Cipris saat ditemui dalam salah satu kelas rutinnya di kawasan Cibubur, Kabupaten Bogor.

Alasan Yoga Air Mulai Digemari Warga Bogor

Bogor memiliki karakteristik wilayah dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat. Kesibukan bekerja, mengurus rumah tangga, hingga aktivitas harian membuat sebagian warga membutuhkan pilihan olahraga yang tidak terlalu membebani tubuh.

Keluhan seperti badan pegal, nyeri punggung, tubuh kaku, hingga gangguan tidur juga kerap dirasakan masyarakat, terutama mereka yang memiliki aktivitas rutin dengan durasi duduk atau berdiri cukup lama.

Di sisi lain, tidak semua orang nyaman melakukan olahraga berintensitas tinggi. Gym dianggap sebagian masyarakat membutuhkan biaya lebih besar, sementara olahraga seperti lari dapat terasa berat bagi orang yang memiliki masalah pada persendian.

Yoga Air menawarkan pendekatan berbeda. Saat berada di dalam air, tubuh mendapatkan dukungan dari daya apung sehingga sejumlah gerakan dapat dilakukan dengan tekanan yang lebih rendah terhadap sendi dibandingkan aktivitas tertentu di darat.

Baca Juga: Sudah Terdaftar PKH dan BPNT, Masih Bisa Dapat BLT Dana Desa 2026? Ini Aturannya

“Menurut saya ada tiga hal yang membuat Yoga Air menarik, yakni relatif aman, ekonomis, dan menyenangkan. Gerakannya tidak terlalu membebani persendian, tidak membutuhkan banyak peralatan, dan suasananya lebih santai karena dilakukan bersama peserta lain di dalam kolam,” jelas Cipris.

Satu sesi latihan biasanya berlangsung sekitar 60 menit. Kegiatan diawali dengan pemanasan, kemudian dilanjutkan gerakan inti, latihan pernapasan, dan diakhiri dengan relaksasi atau meditasi sambil mengapung.

Selama latihan berlangsung, instruktur memberikan arahan dari sisi kolam dengan bantuan peluit dan musik bernuansa lembut untuk menciptakan suasana yang lebih tenang.

Hingga Agustus 2026, lebih dari 200 warga Bogor disebut telah mengikuti kelas Yoga Air yang dipandu Cipris.

Pesertanya didominasi perempuan berusia 35 hingga 60 tahun serta anggota komunitas lansia.

Yoga Air Sebagai Latihan Pendukung Kebugaran

Yoga Air tidak hanya diposisikan sebagai olahraga rekreasi. Konsep latihan di dalam air juga memiliki kemiripan dengan prinsip hydrotherapy yang telah lama digunakan sebagai bagian dari rehabilitasi dan latihan fisik di berbagai tempat.

Di Bogor, Cipris mencoba mengemas konsep tersebut dalam bentuk aktivitas yang dapat diikuti masyarakat secara lebih luas.

Ia menyebut terdapat sejumlah keluhan yang menurut pengalaman peserta dapat terbantu setelah melakukan latihan secara rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Namun, Yoga Air tetap ditempatkan sebagai latihan pendukung dan bukan pengganti pemeriksaan maupun pengobatan medis.

Berikut sejumlah kondisi yang menjadi alasan peserta mengikuti Yoga Air:

Baca Juga: BLT Dana Desa 2026: Nama Belum Terdaftar? Begini Cara agar Bisa Diverifikasi Pemerintah Desa

1. Nyeri Sendi dan Asam Urat

Daya apung air membantu mengurangi beban tubuh yang ditanggung lutut dan pinggul ketika melakukan gerakan. Peregangan pun dapat dilakukan dengan lebih nyaman.

Menurut pengalaman Cipris, terdapat peserta yang sebelumnya membutuhkan tongkat untuk beraktivitas dan kemudian merasa kemampuan bergeraknya menjadi lebih baik setelah rutin mengikuti latihan.

2. Saraf Kejepit dan Nyeri Pinggang

Air memberikan dukungan pada tubuh, termasuk area tulang belakang. Sejumlah gerakan seperti Cat-Cow dan Cobra dapat dilakukan dengan berpegangan pada bagian tepi kolam untuk membantu melatih kelenturan tubuh.

3. Hipertensi

Latihan pernapasan menjadi salah satu bagian penting dalam Yoga Air. Suasana yang tenang dan teknik pernapasan yang teratur dinilai membantu peserta melakukan relaksasi.

Cipris menyebut sejumlah peserta merasakan perubahan tekanan darah setelah menjalani latihan rutin. Namun, hasil tersebut bersifat individual dan kondisi tekanan darah tetap perlu dipantau secara medis.

4. Diabetes Tipe 2

Gerakan tubuh di dalam air memberikan hambatan yang membuat otot tetap bekerja.

Aktivitas fisik tersebut dapat menjadi salah satu pilihan latihan bagi peserta yang ingin tetap aktif.

Latihan secara teratur juga dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik dan sirkulasi tubuh.

5. Obesitas

Berolahraga di dalam air membuat tubuh harus melawan resistensi air ketika bergerak.

Aktivitas selama sekitar satu jam dapat mengeluarkan energi, meski jumlah kalori yang terbakar berbeda pada setiap orang.

Baca Juga: Video Polisi Cabut Kunci Truk di Leuwiliang Bogor Viral Lagi, Kapolsek Minta Maaf

Karena gerakannya cenderung terasa lebih ringan, Yoga Air dinilai dapat menjadi alternatif aktivitas fisik bagi mereka yang kesulitan mempertahankan rutinitas olahraga berintensitas tinggi.

6. Stres, Kecemasan, dan Gangguan Tidur

Kombinasi suara air, gerakan perlahan, serta fokus pada pernapasan membuat sesi latihan terasa lebih menenangkan.

Sejumlah peserta mengaku tubuh terasa lebih rileks setelah mengikuti latihan dan tidur menjadi lebih nyaman.

7. Pemulihan Setelah Stroke Ringan

Latihan di dalam air dapat digunakan untuk melatih keseimbangan dan kekuatan tubuh dengan lingkungan yang relatif lebih aman dari risiko jatuh dibandingkan latihan tertentu di darat.

Meski demikian, peserta dengan kondisi pascastroke tetap perlu memperoleh arahan tenaga medis atau fisioterapis sebelum mengikuti aktivitas fisik.

8. Arthritis atau Rematik

Air, terutama pada kolam dengan suhu yang nyaman, dapat membantu tubuh melakukan gerakan secara lebih leluasa.

Peregangan di dalam air juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang mengalami kekakuan sendi.

9. Keluhan pada Ibu Hamil Trimester Kedua dan Ketiga

Daya apung air dapat membantu menopang beban tubuh sehingga aktivitas tertentu terasa lebih ringan.

Kondisi ini berpotensi memberikan rasa nyaman pada ibu hamil yang mengalami pegal atau kaki terasa berat.

Namun, ibu hamil tetap perlu berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum mengikuti aktivitas olahraga di dalam air.

Baca Juga: Bansos BLT Dana Desa 2026 Cair Rp300 Ribu, Siapa yang Berhak? Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Cipris menegaskan Yoga Air tidak dimaksudkan untuk menggantikan terapi maupun obat yang diberikan dokter.

“Yoga Air kami posisikan sebagai pendamping untuk menjaga kebugaran dan membantu proses relaksasi. Jadi bukan pengganti obat atau terapi dokter. Yang diharapkan adalah peserta merasa tubuhnya lebih ringan dan pikirannya lebih tenang setelah latihan,” tegasnya.

Delapan Gerakan Dasar Yoga Air

Bagi peserta pemula, Cipris memperkenalkan sejumlah gerakan dasar yang relatif mudah diikuti. Gerakan tersebut antara lain:

1. Tadasana Air

Peserta berdiri tegak di dalam air sambil merasakan tubuh ditopang oleh daya apung. Gerakan ini digunakan untuk melatih postur tubuh.

2. Vrikshasana Air

Gerakan berdiri dengan satu kaki menyerupai posisi pohon. Latihan ini ditujukan untuk melatih keseimbangan dan konsentrasi.

3. Utkatasana Air

Posisi setengah duduk yang dilakukan di dalam air untuk melatih kekuatan otot paha.

Baca Juga: Tekuk Bogor Raya FC 1-0, Persikabo Bogor Amankan Tiket 8 Besar Piala Soeratin U-17

4. Trikonasana Air

Gerakan membuka sisi tubuh yang dapat menjadi bagian dari latihan peregangan, termasuk pada area pinggang.

5 Bhujangasana Air

Peserta berpegangan pada tepian kolam sembari membuka bagian dada untuk melatih kelenturan tubuh.

6. Marjariasana Air

Gerakan menyerupai posisi kucing-sapi yang digunakan untuk melatih pergerakan dan kelenturan punggung.

7. Pranayama Gelembung

Latihan pernapasan dengan mengeluarkan napas ke dalam air secara terkontrol.

8. Savasana Mengapung

Peserta berbaring telentang sambil mengapung selama sekitar lima menit untuk melakukan relaksasi.

Bagi Cipris, peserta tidak perlu langsung mengejar kesempurnaan setiap gerakan. Hal yang lebih penting adalah mampu mengatur pernapasan dan menikmati proses latihan.

“Tidak perlu memaksakan gerakan harus sempurna sejak awal. Yang utama adalah teknik pernapasan dilakukan dengan baik, tubuh mengikuti kemampuan masing-masing, dan peserta bisa menikmati latihannya,” katanya.

Peminat Bertambah, Cipris Ingin Yoga Air Lebih Mudah Diakses

Seiring bertambahnya peserta, Yoga Air masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah anggapan bahwa olahraga tersebut hanya cocok bagi atlet atau masyarakat dengan kemampuan ekonomi tertentu.

Padahal, konsep yang dikembangkan Cipris justru diarahkan agar bisa dilakukan masyarakat luas dengan memanfaatkan kolam renang yang sudah tersedia.

Ia berharap pemerintah daerah, pengelola fasilitas olahraga, dan komunitas kesehatan di Bogor dapat ikut membuka lebih banyak ruang bagi kegiatan Yoga Air.

Salah satu harapannya adalah tersedianya jadwal khusus di kolam renang milik pemerintah yang memungkinkan masyarakat mengikuti Yoga Air dengan biaya terjangkau, bahkan gratis pada waktu tertentu.

“Ke depan saya ingin setiap kecamatan bisa memiliki setidaknya satu sesi Yoga Air gratis setiap minggu. Dengan begitu, masyarakat punya kesempatan berolahraga dan menjaga kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” ungkap Cipris.

Selain memperluas kelas, Cipris juga membuka kesempatan pelatihan bagi calon instruktur. Sasaran pelatihan tersebut antara lain guru olahraga, anggota karang taruna, serta kader PKK.

Langkah tersebut diharapkan dapat menambah jumlah instruktur sekaligus memperluas akses Yoga Air ke lebih banyak wilayah.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui jadwal kelas Yoga Air di Bogor, informasi kegiatan dapat diperoleh melalui komunitas Yoga Air Bogor di media sosial. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Yoga Air olahraga kolam renang