RADAR BOGOR - Mengendarai motor kopling manual memang memberikan sensasi berkendara yang berbeda.
Namun, bagi pengendara pemula yang baru beralih dari motor matic ke motor kopling, ada beberapa kebiasaan keliru yang kerap dilakukan.
Jika dibiarkan, kebiasaan ini tidak hanya membuat berkendara jadi tidak nyaman, tetapi juga bisa memperpendek usia komponen mesin.
Berdasarkan tips yang dibagikan melalui kanal YouTube Motor Plus, terdapat lima kesalahan umum yang sering dilakukan pemula saat mengoperasikan motor kopling.
1. Menempelkan Jari pada Tuas Kopling
Kesalahan pertama dan yang paling sering terjadi adalah tangan yang selalu standby atau menekan tuas kopling saat motor melaju.
Kebiasaan setengah kopling yang tidak disengaja ini membuat kampas kopling terus tertekan.
Baca Juga: Coffee Shop Luas di Tanah Sareal Bogor, Titik Seduh Punya Spot Estetik hingga Live Music Weekend
Akibatnya, kampas kopling cepat panas, lebih cepat aus, dan tarikan motor pun menjadi tertahan.
Disarankan untuk memegang grip stang secara penuh saat tidak sedang memindahkan gigi.
2. Malas Menurunkan Gigi di Tanjakan
Saat menghadapi tanjakan, banyak pemula lupa untuk menurunkan posisi gigi ke tingkat yang lebih rendah.
Menggunakan gigi tinggi (seperti gigi 5) saat menanjak akan membuat mesin terasa berat.
Semakin curam tanjakannya, pastikan Anda menggunakan gigi rendah agar laju motor tetap stabil dan bertenaga.
3. Asal Turun Gigi Saat akan Menikung
Memanfaatkan engine brake saat akan berbelok memang disarankan, namun bagi pemula, hal ini perlu dilakukan dengan hati-hati.
Menurunkan gigi secara drastis sebelum tikungan berisiko membuat roda belakang selip dan motor kehilangan kestabilan.
Jika motor Anda belum dilengkapi fitur assist & slipper clutch, lakukan pengurangan kecepatan secara bertahap dan perhatikan spesifikasi motor Anda.
4. Menahan Tuas Kopling Saat Berhenti Lama
Saat berada di lampu merah atau kemacetan panjang, jangan memiliki kebiasaan menahan tuas kopling dalam kondisi gigi masuk untuk mencegah mesin mati.
Hal ini tidak hanya membuat tangan cepat pegal, tetapi juga membuat kampas kopling bekerja keras menahan putaran mesin saat motor diam.
Baca Juga: Gudeg Jogja Bu Marni Masih Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bogor, Kreceknya Bikin Ketagihan
Solusinya, segera posisikan transmisi ke netral (N) jika harus berhenti dalam durasi yang cukup lama.
5. Kurang Maksimal Memanfaatkan Engine Brake di Turunan
Salah satu keunggulan motor kopling adalah kemampuan melakukan engine brake di jalan menurun.
Banyak pemula justru mengandalkan rem secara terus-menerus yang berisiko membuat rem panas ( fading).
Gunakanlah engine brake dengan posisi gigi menengah (seperti gigi 3) untuk membantu menahan laju motor.
Hindari menggunakan gigi terlalu rendah karena akan membuat motor terasa tersendat-sendat.
Dengan menghindari lima kesalahan di atas, berkendara dengan motor kopling akan jauh lebih aman, nyaman, dan komponen motor Anda pun akan lebih awet.
Meskipun dari teknik penggunaan transmisi kopling membutuhkan sensorik yang sangat rumit, akan tetapi anda akan merasakan performa yang jauh berbeda dengan penggunaan transmisi matic.
Dari penjelasan di atas, Anda bisa menghindari risiko dan bisa memahami solusi ketika pemula pertama kali belajar transmisi manual.
Serta diharapkan untuk tetap berhati-hati saat melakukan perjalanan, agar lebih ekstra hati-hati, disarankan Anda belajar di area terbuka dan luas. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin