Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jangan Asal Isi Radiator Mobil! Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Mesin Overheat

Yosep Awaludin • Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:40 WIB
Ilustrasi radiator pada mobil dan pengisian air radiator (Sumber Foto: Kanal Youtube @autotaktikid)
Ilustrasi radiator pada mobil dan pengisian air radiator (Sumber Foto: Kanal Youtube @autotaktikid)

RADAR BOGOR – Cara merawat radiator mobil masih sering diabaikan oleh sebagian pemilik kendaraan.

Salah satu kesalahan yang paling umum dilakukan adalah mengisi atau menambah cairan radiator menggunakan air biasa tanpa memahami dampaknya terhadap sistem pendingin mesin.

Mengutip informasi dari kanal YouTube @AutotaktikID, banyak pemilik mobil beranggapan radiator dalam kondisi aman selama volume cairannya masih penuh.

Padahal, jenis cairan yang digunakan justru menjadi faktor penting dalam menjaga performa sistem pendingin.

Kesalahan tersebut sering kali tidak langsung menimbulkan gejala. Mobil tetap dapat digunakan seperti biasa tanpa tanda-tanda overheat atau indikator suhu mesin yang menyala di panel instrumen.

Namun, di balik kondisi yang terlihat normal, proses kerusakan pada sistem pendingin sebenarnya mulai terjadi secara perlahan dan baru terasa setelah digunakan dalam waktu cukup lama.

Baca Juga: Kembali ke Masa Lalu, Gamplong Studio Alam, Wisata Lintas Zaman di Sleman, Yogyakarta

Seiring bertambahnya usia pemakaian, berbagai masalah mulai muncul. Mesin menjadi lebih cepat panas, volume air radiator sering berkurang, kipas pendingin bekerja lebih berat.

Hingga akhirnya mobil mengalami overheat yang berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada mesin.

Jangan Gunakan Air Biasa untuk Radiator Mobil

Salah satu kesalahan paling sering dilakukan pemilik kendaraan adalah mengisi radiator menggunakan air keran, air mineral, atau mencampurkan coolant dengan air tanpa takaran yang tepat.

Memang, air mampu membantu menyerap panas mesin. Namun, kandungan mineral dan oksigen di dalam air dapat memicu terbentuknya korosi pada komponen sistem pendingin.

Korosi tersebut berkembang secara bertahap layaknya pipa besi yang terus dialiri air hingga akhirnya berkarat.

Lama-kelamaan, karat dan endapan mineral berubah menjadi kerak yang menyumbat saluran radiator, mengganggu kinerja water pump, hingga menghambat aliran pendingin di dalam blok mesin.

Ketika sirkulasi cairan pendingin terganggu, suhu mesin akan meningkat drastis sehingga risiko overheat menjadi jauh lebih besar.

Salah satu tanda radiator yang terlalu sering diisi air biasa adalah munculnya kerak berwarna putih atau kecokelatan di sekitar tutup radiator.

Apabila kondisi tersebut dibiarkan, kerusakan dapat merambat ke berbagai komponen penting.

Seperti thermostat yang macet, head cylinder melengkung akibat panas berlebih, hingga gasket bocor yang menyebabkan air radiator masuk ke ruang pembakaran.

Baca Juga: Ganti Nama Setelah 50 Tahun, Bandara di Florida Kini Pakai Nama Donald J Trump

Mengapa Coolant Lebih Aman?

Berbeda dengan air biasa, coolant dirancang khusus untuk bekerja pada suhu tinggi sekaligus melindungi seluruh sistem pendingin mesin.

Selain membantu menjaga suhu mesin tetap stabil, coolant juga memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya:

Karena mengandung zat aditif khusus, coolant mampu menjaga sistem pendingin tetap bersih sekaligus memperpanjang usia komponen mesin.

Tips Merawat Radiator agar Mesin Tidak Overheat

Agar sistem pendingin tetap bekerja optimal dan mesin terhindar dari overheat, pemilik mobil disarankan melakukan beberapa langkah perawatan berikut:

- Gunakan coolant khusus radiator. Hindari mengisi radiator menggunakan air keran maupun air mineral karena kandungan mineralnya dapat memicu korosi.

- Lakukan penggantian coolant secara berkala. Jangan hanya menambah cairan saat volumenya berkurang. Zat pelindung di dalam coolant memiliki masa pakai sehingga perlu dikuras dan diganti sesuai jadwal.

- Periksa kondisi tabung reservoir dan radiator. Jika cairan terlihat keruh, berubah warna, atau muncul endapan, segera lakukan pengurasan.

Baca Juga: IPB Uji Teknologi Sawah Hemat Air untuk Tekan Emisi GRK

- Minta pemeriksaan sistem pendingin saat servis berkala. Tanyakan kepada mekanik kapan terakhir coolant diganti dan pastikan seluruh komponen pendingin masih bekerja optimal.

Meski terlihat sebagai bagian sederhana, radiator memiliki peran vital dalam menjaga suhu kerja mesin tetap stabil.

Menggunakan coolant yang sesuai serta melakukan perawatan secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan serius yang dapat berujung pada biaya perbaikan mesin yang jauh lebih mahal. (Irsyad/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
pendingin cairan radiator