Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

9 Kesalahan Fatal yang Bisa Bikin Mesin Mobil Hancur Setelah Ganti Oli

Yosep Awaludin • Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:40 WIB
Ilustrasi kerusakan pada mobil akibat kesalahan saat pergantian oli mesin. (Foto: Kanal Youtube @autotaktikid)
Ilustrasi kerusakan pada mobil akibat kesalahan saat pergantian oli mesin. (Foto: Kanal Youtube @autotaktikid)

RADAR BOGOR - Mengganti oli mesin mobil secara berkala merupakan salah satu rutinitas perawatan yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik kendaraan. 

Prosesnya pun terlihat sederhana, cukup kuras oli mesin yang lama dan isi dengan yang baru. 

Namun, siapa sangka jika momen setelah ganti oli justru menjadi fase paling kritis yang bisa memicu kerusakan mesin fatal.

Dilansir dari kanal YouTube otomotif @AutoTaktikID mengungkapkan bahwa sebagian besar kerusakan mesin justru kerap terjadi sesaat setelah proses pergantian oli selesai. 

Ironisnya, kerusakan ini sering kali terjadi tanpa adanya tanda-tanda peringatan, seperti tidak adanya asap, tidak ada bunyi aneh, bahkan lampu indikator mesin (check engine) pun tidak menyala.

Biaya perbaikan akibat kelalaian ini pun tidak main-main, bahkan bisa menembus puluhan juta rupiah.

Baca Juga: Jennifer Coppen Bagikan Momen Hangat Bersama Justin Hubner dan Kamari di Belanda

Berikut adalah 9 kesalahan mematikan setelah ganti oli yang wajib Anda hindari beserta tips pencegahannya:

1. Masalah Double Gasket pada Filter Oli

Kesalahan ini terbilang sangat fatal namun sering luput dari perhatian. Saat filter oli lama dilepas, karet sil atau gasketnya terkadang terlepas dan tertinggal di blok mesin. 

Jika filter baru langsung dipasang tanpa mengeceknya, maka akan terjadi penumpukan dua gasket (double gasket).

Akibatnya, sambungan justru menjadi tidak rapat, memicu kebocoran oli yang berujung pada hilangnya tekanan pelumasan secara drastis.

Solusinya sebelum memasang filter baru, luangkan waktu 5 detik untuk meraba permukaan dudukan filter dan pastikan gasket lama sudah benar-benar terangkat.

2. Menguras Oli saat Mesin Dingin Total

Banyak pemilik mobil yang sengaja membiarkan mobilnya dingin semalaman sebelum menguras oli.

Padahal, oli yang dingin memiliki tekstur yang kental, sehingga endapan kotoran (sludge) akan mengendap di bawah dan tidak ikut keluar saat dikuras.

Akibatnya, oli baru yang dimasukkan akan langsung tercampur dengan sisa-sisa oli kotor.

Idealnya, panaskan mesin sebentar hingga kondisinya cukup hangat agar oli menjadi lebih encer dan kotoran dapat mengalir keluar dengan sempurna.

3. Lupa Melumasi Gasket Filter Baru

Memasang filter oli baru dalam kondisi seal karet yang kering berisiko memicu terjadinya lipatan mikro saat filter diputar.

Baca Juga: Top 5 Spotify Indonesia Harian : Enau Feat Ari Lesmana Melesat, Raim Laode Hattrick

Lipatan ini akan membuat seal tidak rata dan memicu kebocoran halus saat mesin bekerja dalam tekanan tinggi.

Solusinya selalu oleskan tipis-tipis oli baru pada permukaan karet sil filter sebelum dipasang ke mesin.

4. Mengencangkan Filter Oli Terlalu Kuat

Asumsi bahwa semakin kencang pemasangan filter maka semakin aman adalah salah besar.

Mengencangkan filter oli secara berlebihan justru dapat merusak ulir serta merusak bentuk gasket. 

Selain itu, hal ini akan membuat filter sangat sulit dilepas pada sesi ganti oli berikutnya.

Solusinya cukup kencangkan filter menggunakan tangan hingga terasa rapat, lalu tambahkan putaran sekitar 3/4 putaran lagi.

5. Mengisi Oli Berlebihan (Overfill)

Mengisi oli melebihi batas maksimum dipstick dengan alasan "biar lebih aman" adalah kekeliruan besar.

Oli yang terlalu penuh akan membuat komponen crankshaft mengaduk oli layaknya mixer. 

Proses ini memicu terjadinya aerasi (oli berbusa) yang membuat tekanan oli tidak stabil dan pelumasan tidak berjalan optimal.

Solusinya selalu cek stik oli (dipstick) secara berkala saat pengisian dan pastikan posisinya berada tepat di antara garis minimal dan maksimal.

Baca Juga: Pancong Balap Boga Rasa: Warkop 24 Jam Favorit Warga Depok Kini Hadir di Bogor

6. Kekurangan Volume Oli (Underfill)

Kebalikan dari overfill, mengisi oli kurang dari kapasitas semestinya juga sangat mematikan bagi mesin. 

Saat volume oli kurang, pompa oli berisiko menghisap udara kosong, terutama saat mobil sedang melewati tikungan tajam atau jalanan menanjak. 

Efeknya, komponen bantalan mesin (bearing) bisa aus dalam hitungan menit akibat kehilangan pelumasan.

Solusinya, selalu isi oli sesuai dengan kapasitas yang tertera pada buku manual kendaraan Anda.

7. Tidak Mengecek Kebocoran Setelah Mesin Menyala

Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah langsung membawa mobil pergi sesaat setelah oli selesai diisi.  Padahal, menit-menit pertama setelah ganti oli adalah fase yang sangat krusial.

Solusinya, setelah ganti oli, nyalakan mesin selama 1 hingga 2 menit dalam kondisi statis.

Intip bagian kolong mobil dan periksa area sekitar filter oli serta baut pembuangan (baut tap) untuk memastikan tidak ada rembesan atau bocor.

8. Tidak Mengganti Ring (Washer) Baut Tap Oli

Ring kecil pada baut pembuangan oli sering dianggap sepele dan kerap dipakai berulang kali.

Padahal, komponen ini dirancang untuk sekali pakai karena bentuknya akan memipih untuk merapatkan celah. Jika dipaksakan menggunakan ring lama, oli akan rembes secara perlahan.

Solusinya selalu ganti ring baut pembuangan dengan yang baru setiap kali Anda melakukan servis atau ganti oli.

Baca Juga: NCTzen Siap-Siap! Film Jeno dan Jaemin NCT DREAM Siap Tayang di Bioskop, Tiket Mulai Dijual

9. Salah Memilih Viskositas (Kekentalan) Oli

Setiap mesin mobil memiliki spesifikasi tingkat kekentalan oli yang berbeda-beda dari pabrikan, misalnya 0W-20 atau 5W-30. 

Menggunakan oli yang terlalu kental akan memperlambat sirkulasi saat mesin dinyalakan dalam kondisi dingin. 

Sebaliknya, oli yang terlalu encer tidak akan mampu membentuk lapisan pelindung film (oil film) yang cukup kuat untuk melindungi komponen mesin dari gesekan.

Solusinya selalu patuhi spesifikasi resmi yang direkomendasikan pada buku manual kendaraan Anda, jangan sekadar mengikuti tren atau saran dari teman.

Bagi pemilik kendaraan modern, melupakan langkah reset indikator pengingat servis memang tidak merusak mesin secara langsung. 

Namun, kelalaian ini bisa mengacaukan jadwal kedisiplinan Anda, sehingga Anda berisiko telat melakukan pergantian oli berikutnya.

Padahal, telat mengganti oli adalah awal dari segala bentuk kerusakan mesin.
Mesin mobil tidak akan hancur begitu saja dalam waktu satu hari, melainkan rusak akibat akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang salah secara berulang. 

Menjaga ketelitian dalam setiap proses pergantian oli adalah kunci utama agar performa mesin mobil anda tetap awet dan berumur panjang. (Irsyad/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
perawatan oli mesin kendaraan