Beli Mobil Bekas? Cek Mesin Cuma 5 Menit, Kenali 4 Tanda yang Bisa Bikin Boncos

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Ilustrasi tips memeriksa meson saat membeli mobil bekas. (Foto: Kanal Youtube Mekanik KW)
Ilustrasi tips memeriksa meson saat membeli mobil bekas. (Foto: Kanal Youtube Mekanik KW)

RADAR BOGOR — Memilih mobil bekas dengan harga terjangkau memang bisa menjadi cara untuk mendapatkan kendaraan sesuai kebutuhan tanpa harus menyiapkan dana sebesar membeli unit baru.

Namun, kondisi mesin menjadi salah satu faktor paling penting yang tidak boleh luput dari pemeriksaan saat hendak membeli mobil bekas.

Sebab, tampilan eksterior dan interior mobil bekas yang masih terlihat bagus belum tentu menjamin kondisi dapur pacu. 

Jika calon pembeli kurang teliti saat melakukan pengecekan, mobil bekas yang dibeli justru berpotensi membutuhkan biaya perbaikan mesin dalam jumlah besar.

Kanal otomotif Mekanik KW membagikan cara sederhana untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap mesin mobil bekas.

Pengecekan tersebut dapat dilakukan hanya dalam waktu sekitar lima menit untuk mengetahui indikasi awal apakah sebuah unit masih layak dipertimbangkan atau sebaiknya dihindari.

Baca Juga: Girls’ Generation Siap Comeback Sambut 20 Tahun Debut, SONE Wajib Bersiap

1. Pastikan Mesin dalam Kondisi Dingin

Pemeriksaan sebaiknya diawali dengan melihat kondisi sistem pendingin radiator. Hal terpenting, pastikan mesin benar-benar dalam keadaan dingin sebelum dilakukan pengecekan.

Idealnya, pemeriksaan dilakukan sebelum mobil dinyalakan setelah kendaraan tidak digunakan dalam waktu cukup lama.

Setelah memastikan mesin dingin, buka tutup radiator sebelum kunci kontak diputar.

Kemudian nyalakan mesin dalam posisi transmisi netral dengan kendaraan dalam kondisi aman.

Perhatikan kondisi air radiator serta sirkulasinya ketika mesin berada dalam kondisi idle.

Catatan penting: Jangan membuka tutup radiator ketika mesin masih panas. Tekanan di dalam sistem pendingin dapat membuat air atau cairan panas menyembur dan berisiko menyebabkan luka.

2. Perhatikan Gelembung pada Air Radiator

Salah satu tanda yang patut dicermati adalah munculnya gelembung atau busa pada lubang radiator ketika mesin sedang menyala.

Jika air radiator terlihat terus-menerus berbuih, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya kebocoran kompresi dari ruang bakar menuju sistem pendingin.

Masalah tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya paking atau gasket cylinder head yang rusak maupun terbakar.

Penyebab lainnya adalah cylinder head yang mengalami perubahan bentuk akibat mesin sebelumnya pernah mengalami overheating atau panas berlebih.

Baca Juga: Bansos Per 14 Agustus 2026: Wilayah Ini Lapor Hasil Cek Saldo PKH dan BPNT Tahap 3

Jika ditemukan indikasi seperti ini, calon pembeli perlu berhati-hati karena kerusakan pada bagian tersebut dapat membutuhkan pembongkaran dan perbaikan mesin yang tidak sedikit. Biayanya pun berpotensi mencapai jutaan rupiah.

3. Periksa Kondisi dan Warna Oli Mesin

Pengecekan berikutnya bisa dilakukan melalui dipstick atau tongkat pengukur oli. Riwayat overheating yang cukup parah terkadang juga dapat terlihat dari kondisi oli mesin.

Jika cairan pendingin masuk dan bercampur dengan oli, warna pelumas dapat berubah menjadi keruh kecokelatan dengan tampilan menyerupai kopi susu.

Apabila kondisi oli seperti itu ditemukan bersamaan dengan air radiator yang mengeluarkan banyak gelembung, calon pembeli sebaiknya mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan transaksi terhadap unit tersebut.

Kombinasi kedua gejala itu dapat menjadi indikasi adanya masalah serius pada sistem pendingin maupun bagian dalam mesin.

4. Waspadai Thermostat yang Dilepas

Calon pembeli juga perlu memperhatikan sirkulasi air radiator ketika mesin baru dinyalakan.

Apabila air radiator langsung terlihat menyembur atau menciprat dengan deras sejak mesin baru dihidupkan, terdapat kemungkinan komponen thermostat sudah dilepas oleh pemilik sebelumnya.

Pada sebagian mobil lama, thermostat terkadang sengaja dilepas dengan anggapan bahwa langkah tersebut dapat membuat temperatur mesin lebih rendah.

Padahal, sistem pendingin kendaraan dirancang dengan komponen dan mekanisme tertentu sesuai standar pabrikan.

Karena itu, kondisi thermostat yang tidak semestinya juga perlu menjadi perhatian sebelum memutuskan membeli mobil bekas.

Baca Juga: Barcelona Siapkan Lautaro Martinez Jika Gagal Datangkan Julian Alvarez, Negosiasi Mulai Bergerak

Jangan Langsung Test Drive Sebelum Cek Mesin

Sebelum calon pembeli terlalu fokus memeriksa kondisi bodi, interior, kelengkapan fitur, atau langsung melakukan test drive, sektor mesin sebaiknya diperiksa terlebih dahulu.

Pengecekan sederhana pada radiator selama sekitar lima menit dapat membantu menemukan sejumlah indikasi awal kerusakan serius, khususnya yang berkaitan dengan kebocoran kompresi dan sistem pendingin.

Dengan lebih teliti memeriksa kondisi mesin sejak awal, calon pembeli mobil bekas dapat mengurangi risiko mendapatkan unit bermasalah dan harus mengeluarkan biaya perbaikan besar setelah transaksi. (Renno/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
Mesin mobil bekas kendaraan