RADAR BOGOR - Lampu indikator yang menyala di dashboard mobil kerap dianggap sepele oleh banyak pengendara, padahal sejumlah simbol tersebut bisa menjadi tanda peringatan dini sebelum kerusakan komponen yang jauh lebih mahal terjadi.
Memahami arti indikator dashboard mobil menjadi hal penting bagi masyarakat pemilik kendaraan agar dapat mengambil tindakan tepat saat lampu peringatan tiba-tiba menyala, baik saat mesin baru dinyalakan maupun ketika mobil sedang berjalan.
Indikator Oli dan Temperatur Mesin Paling Berisiko
Dilansir dari kanal youtube Tips Otomotif Channel, setidaknya ada dua indikator yang paling perlu diwaspadai adalah indikator oli mesin dan indikator temperatur mesin.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 2,3 Guncang Sukabumi, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
Simbol oli yang menyala saat mesin sudah hidup bisa menandakan tekanan oli tidak sesuai atau ada masalah pada sistem pelumasan. Jika dipaksakan tetap berjalan dalam kondisi ini, risiko kerusakan mesin dapat meningkat drastis.
Sementara itu, indikator temperatur berbentuk termometer yang menunjukkan kondisi mesin terlalu panas atau overheating juga tidak boleh diabaikan.
Pengendara disarankan segera mencari tempat aman untuk berhenti dan membiarkan proses pendinginan berjalan sesuai prosedur, serta tidak sembarangan membuka tutup sistem pendingin saat mesin masih sangat panas karena berisiko berbahaya.
Baca Juga: Isu OTT KPK Memanas, M-ONE Institute Minta Pemkab Bogor Waspada Propaganda
Daftar Lengkap 10 Indikator Dashboard yang Wajib Dipahami
Selain oli dan temperatur, masih ada delapan indikator lain di dashboard mobil yang penting untuk dikenali:
1-Indikator aki atau sistem pengisian, berkaitan dengan aki, alternator, atau kabel kelistrikan kendaraan.
2-Indikator check engine, menandakan adanya masalah pada sistem mesin atau emisi yang perlu diperiksa dengan alat diagnostik.
3-Indikator rem, bisa terkait rem parkir, minyak rem, atau sistem pengereman secara keseluruhan.
4-Indikator ABS, menandakan gangguan pada sistem anti-lock braking meski rem dasar masih berfungsi.
5-Indikator airbag, menunjukkan sistem keselamatan tabrakan perlu diperiksa lebih lanjut.
6-Indikator tekanan ban (TPMS), memberi peringatan saat tekanan ban di luar batas normal.
7-Indikator sabuk pengaman, mengingatkan pengemudi dan penumpang untuk menggunakan sabuk pengaman.
8-Indikator berwarna merah, umumnya menandakan kondisi yang perlu perhatian lebih serius dibanding warna lain.
Baca Juga: SI-ANTIK Puskesmas Belong Tekan Kasus DBD di Kota Bogor
Kapan Mobil Harus Segera Dihentikan?
Ketika indikator yang muncul mengarah pada masalah serius seperti tekanan oli, temperatur mesin yang terlalu tinggi, atau gangguan sistem pengereman, pengendara dihimbau untuk tidak mengambil risiko dengan terus melanjutkan perjalanan.
Segera mencari lokasi aman dan melakukan pemeriksaan menjadi langkah yang jauh lebih bijak dibanding memaksakan kendaraan tetap berjalan.
Penting juga untuk membedakan antara indikator yang menyala sesaat sebagai bagian dari self-check ketika kontak baru dinyalakan, dengan indikator yang tetap menyala setelah mesin hidup.
Baca Juga: Smansa Bogor Putri Bidik Three Peat di Honda DBL with Kopi Good Day West Java West, Roadshow Ditutup
Anggapan bahwa mobil masih bisa dikendarai berarti masih aman justru berpotensi memperparah kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah lebih awal.
Dashboard Bukan Sekadar Penunjuk Kecepatan
Dashboard mobil sejatinya bukan hanya menampilkan kecepatan dan jumlah bahan bakar, tetapi juga memberikan informasi penting mengenai kondisi kendaraan secara keseluruhan. Satu lampu indikator kecil dapat menjadi peringatan dini sebelum masalah yang lebih besar dan biaya perbaikan yang lebih mahal muncul kemudian.
Karena itu, meluangkan waktu beberapa menit untuk memeriksa kendaraan jauh lebih menguntungkan dibanding mengabaikan tanda peringatan yang sudah muncul di dashboard.***
Editor : Asep SuhendarSumber : youtube tips otomotif channel