RADAR BOGOR – Honda Supra X 125 generasi pertama yang selama ini lekat dengan julukan motor bebek khas bapak-bapak ternyata bisa tampil jauh berbeda.
Berbekal komponen aftermarket langka, motor lawas tersebut kini berubah menjadi tunggangan bergaya proper dan period-correct dengan nuansa balap era 2000-an.
Transformasi tersebut terlihat dalam ulasan YouTuber Den Dimas, yang menampilkan hasil restorasi dan modifikasi milik Arif, seorang penggemar motor bebek legendaris.
Ia membangun motor tersebut secara bertahap setelah mendapatkannya pada 2014.
Untuk mempertahankan karakter era tersebut, Arif memburu sejumlah komponen aftermarket langka, khususnya produk Daytona.
Bahkan, sebagian besar komponen yang digunakan berstatus New Old Stock (NOS) sehingga tampilan akhirnya tetap sesuai dengan gaya modifikasi motor balap pada masanya.
Baca Juga: Mobil Listrik Bisa Update Seperti HP? Ini Fakta Sebenarnya OTA di 4 EV Populer Indonesia
Pertahankan Livery Langka Honda Racing Corporation
Salah satu bagian yang membuat Honda Supra X 125 ini semakin menarik adalah penggunaan livery langka Honda Racing Corporation (HRC).
Alih-alih mengubah tampilannya menjadi motor modern, Arif justru mempertahankan identitas lama tersebut.
Berbagai komponen dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk mendapatkan tampilan yang benar-benar sesuai dengan gaya motor bebek balap era 2000-an.
Pelek Daytona Double Disk Bisa Rp8 Juta
Bagian kaki-kaki menjadi salah satu sektor yang paling menonjol dalam restorasi Honda Supra X 125 ini.
Motor tersebut menggunakan pelek palang Daytona double disk yang memang dibuat khusus untuk Supra 125.
Komponen yang kini tergolong langka itu memiliki harga bekas di pasaran yang bisa mencapai sekitar Rp8 juta.
Sistem pengeremannya turut mendapatkan sejumlah peningkatan. Terdapat bracket kaliper dan cakram Daytona, brake cooler Kitaco untuk membantu mendinginkan kaliper, serta kaliper belakang lansiran Daytona.
Tidak berhenti di situ, bagian pijakan kaki juga menggunakan underbone Daytona yang menjadi ciri khas motor road race zaman dahulu.
Posisi pijakannya dibuat cukup tinggi dan saat ini harga komponen bekas tersebut berada di kisaran Rp2,3 juta hingga Rp2,6 juta.
Sementara untuk sektor pembuangan, digunakan knalpot Daytona HPE NOS. Bentuknya memiliki lekukan khas knalpot balap klasik dengan karakter suara yang cenderung adem, tetapi tetap memiliki aura sporty.
Baca Juga: Cukup Lewat WhatsApp, Layanan Publik Kota Bogor Jadi Lebih Mudah
Dibekali Fitur Modern dan Mesin Bore Up
Walaupun konsep utama yang dipertahankan adalah period-correct, Arif tetap menyisipkan beberapa komponen modern agar Honda Supra X 125 tersebut tetap nyaman digunakan.
Pada bagian pencahayaan, lampu utama sudah mengadopsi proyektor Biled yang dilengkapi lampu laser tambahan.
Panel instrumen juga mengalami pembaruan. Panel digital universal dari Koso dipasang secara rapi pada batok lampu orisinal sehingga tidak menghilangkan karakter bawaan motor.
Bagian kokpit semakin diperkuat dengan penggunaan gas spontan Daytona VX yang memiliki desain klasik.
Untuk performa mesin, sektor dapur pacu mendapatkan ubahan berupa bore up menggunakan seher berdiameter 54 mm.
Motor tersebut juga memakai noken as BRT T2 serta karburator Keihin PE26 sebagai pemasok bahan bakar.
Kombinasi tersebut membuat respons mesin menjadi lebih sigap ketika digunakan berkendara di jalan raya.
Bodi Original Honda Supra X 125 Makin Mahal
Restorasi Honda Supra X 125 generasi pertama ternyata tidak hanya membutuhkan ketelitian dalam mencari komponen langka.
Harga suku cadang bodi orisinal yang semakin tinggi juga menjadi tantangan tersendiri.
Meningkatnya minat kolektor terhadap motor lawas membuat sejumlah komponen original ikut mengalami kenaikan harga. Salah satu contohnya adalah spakbor belakang.
Baca Juga: Penerapan Absensi Online bagi PPPK September 2026 dan Risiko Potongan Gaji 2 Persen
Komponen yang sebelumnya dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp130 ribuan, kini harganya bisa mencapai Rp450 ribu.
Bahkan, untuk satu set bodi original dalam kondisi baru, harganya dapat menyentuh kisaran Rp4 juta hingga Rp5 juta.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa merestorasi Honda Supra X 125 generasi pertama saat ini bukan sekadar mengembalikan kondisi motor lama, tetapi juga menjadi proyek berburu komponen langka yang memiliki nilai tinggi di kalangan kolektor. (Renno/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin