Ban Motor Sudah Gundul? Ini 2 Cara Mudah Mengecek Tanda Ban Wajib Diganti

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 15:00 WIB
Tampilan pengecekkan hingga perawatan pada ban motor. (Foto: Kanal Youtube @MotorPlus)
Tampilan pengecekkan hingga perawatan pada ban motor. (Foto: Kanal Youtube @MotorPlus)

RADAR BOGOR – Jangan menunggu ban sepeda motor benar-benar botak untuk menggantinya.

Kondisi ban yang sudah aus dapat mengurangi kemampuan mencengkeram permukaan jalan dan meningkatkan risiko masalah saat motor digunakan.

Ban yang ketebalannya semakin menipis juga lebih rentan mengalami kebocoran. Karena itu, pemeriksaan kondisi ban secara berkala menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keamanan berkendara, bukan hanya bagi pengendara tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Dilansir dari kanal YouTube @MotorPlus, terdapat dua cara sederhana yang bisa dilakukan pemilik motor untuk mengetahui apakah ban kendaraannya sudah memasuki masa penggantian.

1. Lihat Kondisi Ulir dan Kembangan Ban

Cara pertama untuk mengetahui tingkat keausan ban adalah dengan mengamati langsung pola kembangan atau ulir yang terdapat di permukaannya.

Kembangan tersebut berfungsi sebagai salah satu bagian penting pada permukaan ban. Seiring pemakaian, pola tersebut secara perlahan akan terkikis.

Baca Juga: Mobil Listrik Bisa Update Seperti HP? Ini Fakta Sebenarnya OTA di 4 EV Populer Indonesia

Jika garis-garis atau motif kembangan mulai terlihat rata, botak, dan bentuk ulirnya tidak lagi tampak jelas, kondisi tersebut menjadi tanda bahwa ban sudah mengalami keausan.

Apabila sudah demikian, ban sebaiknya segera diganti menggunakan unit baru agar tetap aman digunakan.

2. Manfaatkan Indikator TWI pada Ban

Selain melihat kondisi kembangan, pemilik motor juga dapat menggunakan Tread Wear Indicator (TWI) yang sudah disediakan oleh produsen ban sebagai penanda batas keausan.

Indikator tersebut biasanya berupa simbol segitiga kecil yang berada di bagian dinding atau sisi samping ban. Tanda ini dapat ditemukan di sisi kanan maupun kiri ban.

Untuk membacanya, cari simbol segitiga TWI tersebut, kemudian bayangkan atau tarik garis lurus dari tanda itu menuju bagian tengah pola kembangan ban.

Di area tengah celah kembangan akan terdapat tonjolan kecil yang berfungsi sebagai batas indikator keausan.

Jika permukaan kembangan sudah terkikis sampai tingginya sejajar atau bahkan menyentuh tonjolan tersebut, artinya ban telah mencapai batas masa pakainya.

Dalam kondisi seperti itu, ban sebaiknya segera diganti dan tidak dipaksakan untuk terus digunakan.

Rutin Periksa Ban Sebelum Berkendara

Baca Juga: Cukup Lewat WhatsApp, Layanan Publik Kota Bogor Jadi Lebih Mudah

Pengecekan sederhana terhadap kembangan dan indikator TWI dapat membantu pemilik motor mengetahui kondisi ban tanpa membutuhkan peralatan khusus.

Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, risiko seperti ban bocor di perjalanan maupun kehilangan daya cengkeram yang dapat menyebabkan motor tergelincir bisa diminimalkan.

Karena itu, keselamatan berkendara perlu menjadi prioritas. Selain memeriksa kondisi ban, pemilik sepeda motor juga disarankan melakukan pengecekan berkala terhadap bagian roda dan komponen pendukung lainnya. (Irsyad/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
ban sepeda motor kebocoran