10 Kesalahan Fatal saat Mengemudi di Cuaca Panas, Nomor 7 Sering Diabaikan Pengendara

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 21:51 WIB
ilustrasi mesin mobil mengalami overheat saat berkendara (ilustrasi GeminiAI)
ilustrasi mesin mobil mengalami overheat saat berkendara (Ilustrasi GeminiAI)

RADAR BOGOR - Cuaca panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah belakangan ini ternyata tidak hanya membuat tubuh pengendara cepat lelah, tetapi juga bisa memicu sederet masalah serius pada kendaraan jika tidak diantisipasi dengan tepat.

Mulai dari mesin overheat, AC yang tiba-tiba kurang dingin, hingga ban pecah di tengah jalan, semua risiko ini mengintai pengendara yang abai terhadap kondisi mobilnya saat suhu udara sedang tinggi-tingginya.

Mengutip penjelasan dari kanal edukasi otomotif Tips Otomotif Channel, ada sepuluh kesalahan umum yang kerap dilakukan pengendara saat cuaca panas dan berpotensi memperbesar risiko kerusakan kendaraan maupun kecelakaan di jalan.

Baca Juga: Cukup Lewat WhatsApp, Layanan Publik Kota Bogor Jadi Lebih Mudah

Kesalahan-kesalahan ini sebenarnya sederhana dan mudah dicegah, tetapi sering kali baru disadari setelah masalah benar-benar terjadi.

Berikut 10 Kesalahan yang Wajib Dihindari saat Cuaca Panas

1. Mengabaikan Sistem Pendingin Mesin: Cairan coolant harus selalu sesuai takaran rekomendasi pabrikan, dan pengendara diimbau rutin mengecek potensi kebocoran pada sistem tersebut sebelum melakukan perjalanan jauh. Jangan menunggu indikator temperatur di dashboard naik baru melakukan pemeriksaan, karena kondisi tersebut menandakan mesin sudah dalam tahap berisiko.

2. Tidak Peduli pada Indikator Temperatur: Ketika indikator temperatur menunjukkan mesin terlalu panas atau muncul peringatan overheating, mobil tidak boleh dipaksa terus berjalan. Pengendara harus segera mencari tempat aman untuk berhenti dan mengikuti prosedur pada buku manual.

Membuka tutup radiator atau reservoir saat mesin masih sangat panas juga sangat berbahaya, karena sistem yang bertekanan tinggi berpotensi menyemburkan cairan panas dan menyebabkan luka bakar.

Baca Juga: Cukup Lewat WhatsApp, Layanan Publik Kota Bogor Jadi Lebih Mudah

3. Menyepelekan Kondisi AC Mobil: Ketika AC terasa kurang dingin, penyebabnya tidak selalu freon yang habis, melainkan bisa berasal dari filter, kipas, kondensor, kompresor, hingga sistem kelistrikan yang bermasalah. Pemeriksaan menyeluruh sebaiknya dilakukan sebelum melakukan perjalanan jauh agar kenyamanan berkendara tetap terjaga.

4. Tidak Memeriksa Kondisi Ban: Suhu udara dan permukaan jalan yang panas dapat memengaruhi tekanan serta daya tahan ban. Pengendara diminta memeriksa tekanan angin sesuai rekomendasi, sekaligus mengecek tapak ban, keretakan, dan benjolan yang mungkin muncul, karena tekanan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama memengaruhi karakteristik kendaraan.

5. Membawa Muatan Berlebihan: Semakin berat beban kendaraan, semakin besar pula tekanan yang harus ditanggung mesin, transmisi, dan sistem pengereman. Jumlah penumpang dan barang bawaan sebaiknya disesuaikan dengan batas muatan yang direkomendasikan, terutama saat akan melakukan perjalanan jauh di tengah cuaca panas.

Baca Juga: Penerapan Absensi Online bagi PPPK September 2026 dan Risiko Potongan Gaji 2 Persen

6. Mengabaikan Kondisi Aki: Cuaca panas dapat mempercepat penurunan performa aki kendaraan. Tanda-tanda seperti starter yang terasa berat sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa menjadi indikasi awal aki mulai melemah dan berisiko membuat mobil tiba-tiba tidak bisa dinyalakan.

7. Memaksakan Diri Saat Kondisi Tubuh Tidak Fit: Cuaca panas dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan merasa lelah. Rasa kantuk, pusing, dan sulit berkonsentrasi harus segera direspons dengan berhenti di tempat aman untuk beristirahat, sebab kendaraan sebaik apa pun tidak akan banyak membantu jika pengemudinya sudah kehilangan fokus. Poin ini disebut sebagai faktor paling menentukan keselamatan perjalanan.

8. Salah Cara Menggunakan AC Saat Kabin Terlalu Panas Ketika kabin mobil sudah sangat panas akibat terparkir di bawah sinar matahari, pengendara sebaiknya tidak langsung mengandalkan AC dan melaju dalam kondisi tersebut. Membuka pintu atau jendela sejenak untuk mengeluarkan udara panas terlebih dahulu dinilai lebih efektif sebelum AC dinyalakan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Magnolia Hills Resort, Pilihan Staycation di Ketinggian Puncak dengan Panorama City Light Bogor

9. Mengemudi Agresif di Jalan yang Sangat Panas: Permukaan aspal yang sangat panas turut memengaruhi kondisi ban dan pengendalian kendaraan. Kebiasaan mengemudi agresif yang tidak perlu sebaiknya dihindari, dan jarak aman dengan kendaraan di depan harus tetap dijaga, terutama saat terjadi pengereman mendadak.

10. Tidak Melakukan Pemeriksaan Sebelum Perjalanan Jauh: Meluangkan waktu untuk memeriksa ban, cairan kendaraan, sistem pendingin, AC, aki, lampu, dan indikator di dashboard sebelum berangkat merupakan kebiasaan sederhana yang bisa mencegah banyak masalah. Menemukan kendala saat mobil masih di rumah jauh lebih baik dibandingkan terjebak di tengah perjalanan saat cuaca sedang panas-panasnya.

Langkah Darurat Saat Mobil Overheat di Jalan

Jika mobil mengalami overheating di tengah perjalanan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tidak panik dan segera mencari tempat aman untuk berhenti.

Baca Juga: BARCEP PTM ASN, Cara Baru Cek Kesehatan Tanpa Kertas di Kota Bogor

Mesin sebaiknya dimatikan sesuai petunjuk buku manual, dan bagian sistem pendingin yang masih panas tidak boleh dibuka sembarangan hingga kondisinya benar-benar aman.

Memaksakan kendaraan tetap berjalan hanya karena lokasi tujuan sudah dekat justru berisiko memperparah kerusakan yang semula bisa ditangani dengan mudah.

Secara keseluruhan, mengemudi saat cuaca panas sebenarnya bukan hal yang perlu ditakuti selama pengendara memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mulai dari sistem pendingin, AC, ban, aki, hingga muatan yang dibawa.

Baca Juga: Jadwal Tahapan Validasi TPG September 2026, SKTP Wajib Valid Rutin Cek Info GTK

Pemeriksaan sederhana sebelum berangkat, ditambah kesiapan fisik dan konsentrasi pengemudi, menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan bebas dari masalah kendaraan di tengah jalan.***

Editor : Eka Rahmawati
Sumber : youtube tips otomotif channel
tips mengemudi mobil overheat perawatan mobil cuaca panas otomotif