Mengenal Ferrari Testarossa, Mobil Sport Legendaris yang Ubah Kebutuhan Teknis Jadi Karya Seni

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:22 WIB
Mobil sport legendaris, Ferrari Testarossa (YouTube Fuse box history)
Mobil sport legendaris, Ferrari Testarossa (YouTube Fuse box history)

RADAR BOGOR - Ferrari Testarossa yang diluncurkan pada 1984 hingga kini masih dianggap sebagai salah satu mobil paling sempurna yang pernah diciptakan Ferrari. 

Dengan bodi lebar, hidung mobil yang rendah menyentuh tanah, serta bagian belakang berbentuk kotak, desain Ferrari Testarossa dinilai sangat timeless dan mampu mencirikan identitas Ferrari dari setiap sudut pandang. 

Mengutip dari kanal YouTube Fuse box history, popularitas mobil ini semakin melambung berkat kemunculannya dalam serial televisi Miami Vice pada 1989, dimana unit berwarna putih ikonik yang dikendarai karakter Sonny Crockett berhasil memperkenalkan Testarossa ke seluruh dunia.

Baca Juga: Usut Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor, Dirkrimsus Polda Jabar Dilibatkan

Ketenaran Ferrari Testarossa bahkan masih terasa hingga saat ini di kalangan pecinta otomotif Indonesia, terbukti dari berbagai perbincangan komunitas otomotif yang kerap menyebut mobil ini sebagai kendaraan impian generasi yang besar di era Miami Vice. 

Namun dibalik popularitasnya di dunia hiburan, terdapat sejumlah keistimewaan teknis yang membuat Ferrari Testarossa begitu dihormati para penggemar otomotif hingga sekarang.

Side Strakes, Desain Ikonik yang Lahir dari Kebutuhan Teknis

Salah satu ciri khas paling mencolok dari Ferrari Testarossa terletak pada desain side strakes atau sirip-sirip horizontal panjang yang menghiasi kedua sisi bodinya. 

Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Meluncur, Motor Listrik Rp16,5 Juta Ini Bawa Skema Sewa Baterai

Meski terlihat seperti elemen estetika untuk mempercantik tampilan mobil, garis-garis yang kerap disebut cheese graters ini sebenarnya lahir dari kebutuhan teknis yang sangat mendasar terkait sistem pendinginan mesin.

Konsep ini bermula dari permasalahan yang dihadapi pendahulunya, Ferrari 512 BB, di mana radiator yang ditempatkan di bagian depan mobil menyebabkan panas ikut memengaruhi suhu kabin akibat jarak pipa pendingin yang terlalu jauh dari mesin di bagian tengah. 

Desainer Leonardo Fioravanti dari Pininfarina kemudian mencetuskan ide memindahkan radiator ke bagian belakang dekat mesin, sehingga pipa pendingin menjadi lebih pendek dan ruang bagasi depan menjadi lebih lega.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Polsek Gunungsindur Bogor Bagikan 100 Masker

Solusi Aliran Udara yang Melahirkan Desain Legendaris

Perpindahan posisi radiator ke bagian belakang ternyata memunculkan tantangan baru terkait suplai udara pendingin. 

Pininfarina akhirnya merancang saluran udara besar di kedua sisi mobil untuk mengarahkan aliran udara menuju radiator, bahkan melibatkan pengujian wind tunnel guna menyempurnakan desain aerodinamisnya.

Baca Juga: Seberapa Bahaya Abu Vulkanik dari Erupsi Anak Gunung Krakatau? Ini Penjelasannya

Permasalahan justru semakin kompleks ketika regulasi keselamatan di beberapa negara, termasuk Jerman, mensyaratkan ukuran ventilasi tidak boleh sebesar kepala anak kecil demi mencegah risiko kecelakaan. 

Dari kebutuhan regulasi inilah akhirnya lahir desain sirip-sirip horizontal panjang yang dipasang di depan bukaan radiator, menjadikan Testarossa memiliki tampilan samping yang agresif sekaligus sangat ikonik hingga sekarang.

Mesin Flat-12 dengan Teknologi Revolusioner di Masanya

Selain desain eksterior yang khas, keistimewaan Ferrari Testarossa juga terletak pada jantung pacunya berupa mesin 4,9 liter 12 silinder dengan konfigurasi 180 derajat atau dikenal sebagai flat-12. 

Baca Juga: Bukan Cuma Cek PKH BPNT! 5 Bansos yang Cair September Ini Masih Bisa Jadi Hak KPM Loh

Mesin berkapasitas 4.943 cc ini mampu menghasilkan tenaga hingga 390 tenaga kuda pada putaran 6.300 rpm serta torsi 490 Newton meter pada 4.500 rpm, tanpa menggunakan turbocharger sehingga menghasilkan respons gas yang sangat linear dan instan.

Testarossa juga tercatat sebagai mobil produksi massal Ferrari pertama yang mengadopsi teknologi empat katup per silinder, sehingga total memiliki 48 katup pada mesinnya. 

Teknologi ini memungkinkan proses pembakaran dan pembuangan gas berlangsung lebih efektif pada putaran tinggi, dengan pengembangan yang disebut memiliki keterkaitan langsung dengan teknologi Formula 1 Ferrari 126C pada masanya. 

Baca Juga: Motor Latihan Marc Márquez Bikin Motor Umum Indonesia Terlihat Biasa, Ini Keunggulannya

Hasilnya, Testarossa mampu mencatatkan kecepatan maksimal hingga 290 kilometer per jam, angka yang bahkan hingga kini masih tergolong sangat kompetitif di kelas mobil sport performa tinggi.

Transmisi Manual dengan Karakter Khas Gated Shifter

Keistimewaan terakhir Ferrari Testarossa terletak pada sistem transmisi manual lima percepatan dengan metode gated shifter, yang menghasilkan suara mekanis khas berupa bunyi clicking setiap kali tuas persneling dipindahkan. 

Pola perpindahan gigi dogleg yang digunakan pada mobil ini turut memberikan pengalaman berkendara yang sangat berbeda dibandingkan mobil-mobil sport modern saat ini.

Baca Juga: Polsek Sukaraja Bogor Bagikan Masker, Lindungi Warga dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Meski dari segi tenaga sempat kalah dibandingkan rivalnya, Lamborghini Countach LP 5000 QV, Ferrari Testarossa tetap dianggap sebagai representasi keberanian Ferrari dalam mengambil keputusan desain ekstrem pada masanya.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : YouTube fuse box history
Ferrari Testarossa mobil klasik Ferrari mobil sport legendaris ferrari otomotif