RADAR BOGOR – Baterai menjadi salah satu komponen terpenting pada mobil listrik sekaligus bagian yang memiliki nilai penggantian cukup tinggi.
Karena itu, pemilik mobil listrik perlu memahami kebiasaan sederhana yang dapat membantu mempertahankan performa baterai dalam penggunaan sehari-hari.
Meningkatnya penggunaan mobil listrik di Indonesia membuat pengetahuan mengenai perawatan baterai semakin penting.
Kendaraan jenis ini memang menawarkan efisiensi serta lebih ramah lingkungan dibandingkan mobil dengan mesin pembakaran internal, tetapi membutuhkan perhatian khusus pada sistem penyimpanan energinya.
Mengutip ulasan dari kanal YouTube Arista Group, terdapat sejumlah langkah dasar yang dapat diterapkan pemilik mobil listrik untuk menjaga kondisi baterai sekaligus memperpanjang masa pakainya.
Gunakan Charger yang Sesuai
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah perangkat yang digunakan untuk mengisi daya.
Baca Juga: Gaji ASN Bisa Naik Lagi? Ini yang Perlu Diketahui, Ada Hal Penting di Baliknya
Pemilik mobil listrik dianjurkan menggunakan charger, adaptor, dan kabel yang sesuai dengan spesifikasi serta standar yang direkomendasikan pabrikan.
Pemakaian perangkat pengisian daya yang tidak sesuai berpotensi membuat aliran listrik selama proses charging menjadi tidak stabil.
Kondisi tersebut dapat memberikan dampak kurang baik terhadap sistem baterai apabila dilakukan secara terus-menerus.
Karena itu, menggunakan perangkat pengisian daya yang tepat menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan baterai mobil listrik.
Jangan Biarkan Baterai Sampai 0 Persen
Kebiasaan membiarkan baterai benar-benar kehabisan daya juga sebaiknya dihindari.
Kondisi ketika kapasitas baterai turun hingga nol persen atau mengalami deep discharge dapat mempercepat penurunan tingkat kesehatan baterai atau State of Health (SoH).
Pemilik kendaraan sebaiknya melakukan pengisian daya sebelum kapasitas baterai benar-benar habis.
Dengan begitu, baterai tidak terlalu sering mengalami kondisi ekstrem yang berpotensi memengaruhi umur pakainya.
Hindari Membiarkan Baterai 100 Persen Terlalu Lama
Pola pengisian daya juga perlu diperhatikan. Baterai yang sudah mencapai kapasitas penuh sebaiknya tidak dibiarkan dalam kondisi 100 persen untuk waktu yang terlalu lama, terutama ketika kendaraan tidak segera digunakan.
Menurut ulasan Arista Group, membiarkan mobil terus terhubung dengan charger setelah baterai mencapai kapasitas penuh dapat memberikan tekanan tambahan pada sel-sel kimia baterai.
Baca Juga: Gaji ASN Bisa Naik Lagi? Ini yang Perlu Diketahui, Ada Hal Penting di Baliknya
Karena itu, pengisian daya idealnya dihentikan ketika kapasitas yang dibutuhkan telah tercapai.
Pengaturan waktu charging secara lebih bijak dapat membantu menjaga kondisi baterai dalam jangka panjang.
Perhatikan Gaya Berkendara
Bukan hanya aktivitas pengisian daya yang berpengaruh terhadap baterai. Cara mobil listrik dikemudikan juga memiliki kaitan dengan konsumsi energi dan kondisi temperatur baterai.
Pengemudi disarankan menghindari akselerasi secara agresif yang dilakukan berulang kali.
Kebiasaan berkendara terlalu ekstrem dapat membuat konsumsi energi meningkat sekaligus memberikan beban lebih besar terhadap sistem kendaraan.
Gaya mengemudi yang lebih halus dan efisien dapat membantu menghemat penggunaan listrik.
Selain itu, kebiasaan tersebut juga membantu menjaga temperatur baterai tetap berada dalam batas yang aman.
Berikan Jeda Saat Penggunaan Berat
Penggunaan mobil secara terus-menerus, terutama dalam kondisi berat, juga perlu diimbangi dengan waktu istirahat.
Memberikan jeda dapat membantu sistem kendaraan mengelola suhu baterai dengan lebih baik.
Hal ini menjadi semakin penting ketika mobil digunakan dalam perjalanan panjang atau ketika kendaraan mengalami beban kerja yang tinggi.
Baca Juga: ECO LAKEBIN, Alat Otomatis Pemburu Sampah di Danau Bogor
Dengan memperhatikan pola penggunaan kendaraan dan memberikan kesempatan bagi sistem untuk melakukan pendinginan, pemilik dapat membantu mempertahankan performa baterai.
Perawatan Baterai Menentukan Umur Mobil Listrik
Merawat baterai mobil listrik pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan seberapa sering kendaraan diisi daya, tetapi juga bagaimana pemilik memperlakukan baterai dalam aktivitas sehari-hari.
Penggunaan charger yang sesuai, menghindari baterai benar-benar kosong, tidak membiarkan kapasitas 100 persen terlalu lama, serta menerapkan gaya berkendara yang lebih efisien menjadi langkah preventif yang dapat dilakukan secara konsisten.
Kebiasaan tersebut membantu menjaga kinerja baterai agar tetap optimal sekaligus mengurangi risiko penurunan kesehatan baterai secara lebih cepat.
Dengan perawatan yang tepat, pemilik mobil listrik dapat menjaga efisiensi, keamanan, dan performa kendaraan sekaligus melindungi investasi dari potensi biaya besar akibat kerusakan atau penurunan kualitas baterai. (Angga/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin