Motor Bekas Ini Justru Makin Mahal Seiring Usianya, Ternyata Ini Rahasianya

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:25 WIB
Suzuki Satria Fu CBU (YouTube Fuse box moto)
Suzuki Satria Fu CBU (YouTube Fuse box moto)

RADAR BOGOR - Di tengah harga motor baru yang dinilai kurang masuk akal, fenomena unik justru terjadi di pasar motor bekas berstatus CBU (Completely Built Up). 

Mengutip dari kanal YouTube Fuse box moto, berbeda dengan motor pada umumnya yang harganya menurun seiring usia, motor CBU seperti Honda PCX 150 dan Suzuki Satria F justru semakin mahal meski usianya sudah lebih dari 10 tahun.

Harga motor baru saat ini kerap dianggap tidak sebanding dengan yang didapatkan konsumen. Uang sekitar Rp20 juta hanya bisa mendapatkan Honda Beat, sementara Rp30 juta lebih hanya cukup untuk motor matic 150 cc seperti Honda PCX atau Yamaha NMAX. 

Baca Juga: Tak Perlu Buka Banyak Aplikasi, Bogor Hub Satukan Layanan Publik Kota Bogor via WhatsApp

Kondisi ini membuat banyak orang beralih melirik pasar motor bekas sebagai pilihan yang lebih bijak, apalagi desain motor keluaran lima tahun lalu masih terlihat cukup modern hingga sekarang.

Motor CBU Melawan Hukum Pasar Bekas pada Umumnya

Di pasar motor bekas, berlaku konsep umum bahwa semakin tua usia motor, harganya akan semakin murah. Namun konsep tersebut tidak berlaku bagi motor berstatus CBU. 

Justru sebaliknya, motor CBU yang usianya sudah tua harganya semakin melambung tinggi di pasaran.

Baca Juga: Pengiriman Sampah ke TPAS Galuga Terganggu, Truk Sampah Numpuk di Kantor DLH Kota Bogor

Beberapa contoh nyata terlihat pada Honda PCX 150 CBU yang meski usianya sudah lebih dari 10 tahun, harga bekasnya di marketplace masih berkisar Rp27 juta hingga lebih dari Rp30 juta.

Suzuki Satria F CBU juga dijual pada kisaran Rp13 juta hingga Rp15 juta, jauh lebih mahal dibandingkan versi CKD atau rakitan lokal yang tahunnya lebih muda namun harganya sudah anjlok di bawah Rp5 juta.

Kondisi serupa terjadi pada Kawasaki Ninja RR CBU yang harganya tergolong sangat tinggi, serta Honda CBR250R satu silinder versi CBU yang masih dibanderol di kisaran Rp20 jutaan lebih.

Baca Juga: Guru PPPK Usia 35 Ke Atas Gagal PNS 2027, Ada Jalur Khusus Gaji Ditanggung APBN

Kualitas Global Jadi Alasan Utama

Status CBU berarti motor tersebut diimpor secara utuh dari negara asal atau basis produksi global. 

Ketika pabrikan di Jepang, Thailand, atau Eropa memproduksi motor CBU, mereka mendesainnya untuk memenuhi regulasi internasional dengan material logam dan campuran plastik yang lebih berkualitas, serta presisi pengerjaan mesin menggunakan standar global tertinggi. 

Salah satu contoh sederhananya terlihat pada kualitas baut motor CBU yang tidak mudah slek atau rusak ulir meski sering dibongkar pasang, berbeda dengan motor CKD yang bautnya cenderung cepat aus.

Baca Juga: Bansos BPNT Cair Lagi Hari Ini! KKS BNI Baru Mulai Dapat Rp600 Ribu

Meskipun pabrik di Indonesia turut merakit motor untuk keperluan ekspor seperti Yamaha R3, MT-07, atau Honda Vario dan Vision, perbedaannya tetap terletak pada standarisasi dan toleransi produksi. 

Motor CBU diproduksi dengan idealisme tinggi tanpa kompromi terhadap standar global, sementara motor CKD lokal disesuaikan dengan toleransi dan standar pasar domestik.

Populasi Langka Bikin Harga Melambung

Faktor lain yang mendongkrak harga motor CBU adalah kelangkaan populasinya di Indonesia. 

Baca Juga: Suzuki GSX-R750 SRAD, Legenda Superbike 90-an yang Harganya Paling Terjangkau di Kelasnya

Honda PCX 150 CBU misalnya, populasinya hanya berkisar 15.000 hingga 25.000 unit, dengan rincian sekitar 5.000 hingga 7.000 unit CBU Thailand periode 2012-2014 dan 13.000 hingga 15.000 unit CBU Vietnam periode 2014-2017. 

Populasi yang lebih ekstrim terjadi pada Kawasaki KRR ZX 150 atau Ninja RR CBU 2002-2003 yang jumlahnya kurang dari 3.000 unit, serta Suzuki Satria F CBU dengan populasi di bawah 25.000 unit.

Hukum permintaan dan penawaran pun berlaku di sini. Ketika permintaan pasar tetap tinggi sementara barangnya sudah tidak lagi diproduksi, harga jual motor tersebut otomatis melambung tinggi seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Motor Baru dari Dealer Ternyata Masih Wajib Di-Inreyen dan Begini Jadwal Ganti Oli yang Benar

Tidak Semua Motor CBU Otomatis Mahal

Meski begitu, status CBU saja tidak cukup menjamin harga jual tinggi di pasar bekas. Motor tersebut harus memiliki status sebagai motor favorit di kalangan pengguna. 

Suzuki Avenis 125 maupun motor CBU rakitan India lainnya menjadi contoh motor yang kurang diminati masyarakat, sehingga harga bekasnya tidak ikut melambung tinggi meski berstatus impor utuh.

Fenomena mahalnya harga motor bekas CBU membuktikan bahwa kualitas produksi tidak pernah mengkhianati hasil akhir di pasaran. 

Baca Juga: Gandeng Kampus 3 Negara, UIKA Bogor Bahas Dampak Sosial Pembangunan pada Ajang IICASS 2026

Motor-motor CBU yang lahir dari era idealisme tinggi tanpa banyak pemangkasan biaya produksi kini justru banyak dijadikan barang investasi oleh masyarakat di Indonesia maupun negara ASEAN lainnya.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : youtube Fuse Box Moto
motor CBU Honda PCX CBU Suzuki Satria Fu CBU motor bekas otomotif