RADAR BOGOR – Munculnya suara kasar seperti gemuruh dari bagian roda belakang menjadi salah satu gangguan yang cukup sering dirasakan pengguna motor matic.
Suara tersebut biasanya terdengar ketika roda belakang diputar menggunakan standar tengah, bahkan dapat kembali muncul saat mesin motor dihidupkan.
Jangan buru-buru menganggap kerusakan berasal dari gardan. Bunyi gemuruh pada motor matic tersebut bisa saja muncul akibat komponen Continuously Variable Transmission (CVT) yang mengalami keausan atau tidak mendapatkan pelumasan secara optimal.
Salah satu komponen yang patut diperiksa adalah bearing puli sekunder atau bearing CVT.
Jika bearing sudah aus, penggantian dengan komponen baru dapat menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan suara kasar dari area CVT.
Mengutip penjelasan dalam kanal YouTube @BelajarMekanikdariNol, bearing kecil dengan kode 6902 yang berada di dalam rumah puli belakang disebut menjadi salah satu bagian yang dapat memicu suara gemuruh ketika mengalami masalah.
Baca Juga: Swiss Cukup 5 Hari Kerja Buat Beli iPhone Duo, Indonesia Butuh Berapa Lama?
Cara Membongkar dan Memeriksa CVT Motor Matic
Untuk memastikan sumber suara sekaligus melakukan perbaikan, proses pembongkaran komponen CVT perlu dilakukan secara bertahap.
1. Membuka Cover dan Komponen CVT
Tahap awal dilakukan dengan membuka cover CVT menggunakan kunci ukuran 8. Setelah cover terbuka, proses dilanjutkan dengan melepas mur pada puli depan menggunakan kunci 22 dan mur puli belakang menggunakan kunci 19.
Pemeriksaan kemudian dilakukan dengan memutar roda tanpa memasang puli.
Apabila roda dapat berputar dengan lancar dan tidak menghasilkan suara kasar, tetapi bunyi kembali muncul setelah puli dipasang, indikasinya mengarah ke bagian puli sekunder.
Dengan demikian, sumber masalah tidak serta-merta berasal dari gardan belakang.
2. Membongkar Kampas Ganda dan Corong Puli
Langkah berikutnya adalah membongkar bagian kampas ganda. Gunakan kunci ukuran 39 untuk memisahkan kampas ganda, corong puli, serta pin torque cam.
Komponen-komponen tersebut perlu dilepas dengan hati-hati agar tidak mengalami kerusakan selama proses pemeriksaan dan penggantian bearing.
Cara Mengganti Bearing CVT Kode 6902
Setelah bagian puli sekunder terbuka, pemeriksaan dapat dilanjutkan pada bearing yang menjadi sumber suara.
1. Melepas Bearing Bambu dengan Treker
Bearing bambu sebaiknya dilepas menggunakan alat treker. Cara tersebut bertujuan menjaga dudukan bearing tetap aman dan tidak mengalami penyok.
Pengeluaran bearing dengan cara dipukul secara langsung berisiko membuat komponen atau dudukannya mengalami kerusakan yang kemudian dapat menimbulkan suara dengung.
Baca Juga: Bae Suzy dan Lee Jin Wook Adu Chemistry di Film Korea Terbaru, Tayang Desember 2026
2. Mengganti Bearing 6902
Berikutnya, lepaskan snap ring atau sepi menggunakan tang khusus. Setelah pengunci terlepas, bearing dengan kode 6902 dapat dikeluarkan dan diganti dengan bearing baru.
Bearing pengganti dapat menggunakan tipe 1RS, yakni bearing dengan pelindung karet pada salah satu sisinya.
Posisi penutup karet perlu diperhatikan agar menghadap ke bagian dalam sehingga grease atau gemuk yang diberikan tidak mudah keluar menuju area kampas ganda.
Setelah bearing terpasang, pelumasan menggunakan grease atau stempet baru dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
3. Memeriksa Seal dan Memberi Pelumas
Pada saat pemasangan kembali, posisi seal penahan grease pada bearing bambu juga harus diperhatikan. Bagian seal tersebut diarahkan menghadap ke luar.
Selanjutnya, berikan gemuk atau pelumas high temperature secukupnya pada jalur pin torque cam. Setelah pelumasan selesai, corong puli dan per dapat dipasang kembali.
Komponen CVT Lain yang Perlu Diperiksa
Perbaikan suara gemuruh tidak hanya berkaitan dengan bearing. Sejumlah komponen CVT lainnya juga dapat diperiksa sekaligus untuk memastikan performa motor tetap optimal.
1. Mengganti Roller yang Sudah Aus
Roller bawaan yang kondisinya sudah peyang dapat diganti dengan roller baru. Pada penggunaan tertentu, roller dengan bobot lebih ringan juga dapat dipilih.
Sebagai contoh, roller dengan bobot 15 gram dapat diganti menjadi 12 gram untuk membantu menghasilkan tarikan yang terasa lebih ringan, terutama pada motor yang kerap digunakan membawa beban berat.
Namun, pemilihan bobot roller tetap perlu disesuaikan dengan spesifikasi motor dan kebutuhan penggunaan agar performa CVT tetap seimbang.
Baca Juga: Baut Tap Oli Motor Sudah Dol dan Bocor Meski Dilem? Ini Solusi Permanennya
2. Mengatasi Slider Rumah Roller yang Oblak
Bagian slider pada rumah roller yang sudah mengalami kelonggaran juga berpotensi menimbulkan suara kemlotok.
Salah satu langkah yang dijelaskan dalam tutorial tersebut adalah memberikan ganjalan menggunakan potongan seng dengan ukuran yang presisi pada bagian yang memiliki celah.
Cara tersebut dilakukan untuk mengurangi kelonggaran sehingga suara tidak kembali muncul.
3. Menangani Suara Kres-Kres dari V-Belt
Setelah seluruh komponen dipasang kembali, perhatikan pula apakah masih terdengar suara gesekan atau kres-kres dari V-belt.
Jika sumber suara berasal dari bagian ujung gerigi V-belt, bagian tersebut dapat dipapas secara hati-hati menggunakan gerinda. Proses ini harus dilakukan dengan sangat cermat agar tidak merusak V-belt.
4. Mengganti Paking Cover CVT
Tahap terakhir adalah memeriksa kondisi paking atau dudukan karet pada cover CVT.
Apabila paking lama sudah rusak, sebaiknya diganti dengan yang baru sebelum cover dipasang dan seluruh baut dikencangkan kembali.
Bisa Diterapkan pada Berbagai Motor Matic
Langkah pemeriksaan dan perbaikan tersebut dapat menjadi referensi bagi pemilik berbagai jenis motor matic, termasuk produk Honda, Yamaha, maupun Suzuki, yang mengalami gejala suara kasar atau gemuruh dari area roda belakang.
Meski demikian, proses pembongkaran CVT sebaiknya dilakukan dengan peralatan yang tepat dan pemahaman mengenai konstruksi CVT.
Kesalahan pemasangan atau penggunaan alat yang tidak sesuai justru dapat menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya.
Baca Juga: 3 Jenis Grease Motor Ini Beda Warna Beda Fungsi, Jangan Sampai Salah Pakai
Bagi pemilik motor yang memiliki peralatan memadai dan memahami prosedur kerja CVT, langkah-langkah tersebut dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Namun, jika tidak yakin dengan prosesnya, pemeriksaan oleh mekanik berpengalaman menjadi pilihan yang lebih aman. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin