Standar Tengah Motor Matic Macet dan Susah Digunakan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:37 WIB
Tampilan tutorial mengatasi standar tengah maupun belakang yang kerap macet atau berkarat. Foto: Kanal Youtube @BelajarMekanikdariNol.
Tampilan tutorial mengatasi standar tengah maupun belakang yang kerap macet atau berkarat. Foto: Kanal Youtube @BelajarMekanikdariNol.

RADAR BOGOR – Standar tengah atau standar dua pada sepeda motor matic memiliki fungsi penting, terutama saat kendaraan diparkir atau ketika pemilik melakukan pemeriksaan dan perawatan ringan.

Namun, komponen tersebut terkadang mengalami masalah hingga sulit digerakkan. Standar tengah motor matic bisa terasa keras, seret, bahkan macet total sehingga menyulitkan pemilik saat hendak menggunakannya.

Pada motor matic modern yang sudah menggunakan sistem injeksi, standar samping umumnya dilengkapi fitur keselamatan yang membuat mesin otomatis mati ketika standar diturunkan.

Baca Juga: Pasca Kebakaran, Api dan Kepulan Asap Kembali Muncul di TPA Galuga Bogor

Akan tetapi, persoalan berbeda bisa terjadi pada mekanisme standar tengah yang macet akibat kondisi komponen.

Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah menumpuknya kerak dan karat pada bagian as standar. Kondisi tersebut biasanya muncul karena area tersebut jarang dibersihkan dan minim pelumasan.

Dikutip dari kanal YouTube @BelajarMekanikdariNol, terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi standar tengah yang macet.

Mulai dengan Cairan Penetran

Baca Juga: Modal Belasan Juta, Modifikasi Honda Vario 125 Jadi Motor Daily yang Ganteng dan Proper

Tahap pertama adalah menyemprotkan cairan penetran atau pelumas khusus pengusir karat ke bagian celah as standar tengah.

Cairan tersebut diharapkan dapat meresap ke bagian yang mengalami karat sehingga membantu melonggarkan kotoran dan kerak yang membuat as sulit bergerak.

Bisa Dibantu dengan Pemanasan

Jika cairan penetran belum cukup, komponen yang bermasalah dapat diberi panas secara hati-hati. Pemanasan bertujuan memanfaatkan pemuaian logam untuk membantu melepaskan karat yang menempel pada bagian dalam as.

Baca Juga: Trans Studio Cibubur, Wisata Indoor Jabodetabek dengan Wahana Seru untuk Liburan

Namun, tahap ini membutuhkan perhatian ekstra. Pemanasan tidak boleh dilakukan sembarangan, terutama di sekitar komponen yang mudah terbakar seperti tangki bahan bakar. Pastikan proses dilakukan di tempat yang aman dan jauh dari sumber bahan bakar.

Tambahkan Pelumas dan Ketuk Perlahan

Tahap berikutnya adalah memberikan oli pelumas sembari memosisikan motor dengan sedikit kemiringan agar cairan dapat mencapai bagian as.

Saat proses pelumasan dan pemanasan dilakukan, bagian as dapat diketuk secara perlahan. Getaran dari ketukan tersebut dapat membantu melonggarkan kerak atau karat yang mengunci mekanisme.

Baca Juga: Suzuki Ogah Ikut Tren CVT, Ini Alasan Masih Pertahankan Transmisi Matik Konvensional

Jika Masih Macet, Bisa Dibuat Jalur Pelumasan

Apabila standar tengah tetap tidak bergerak setelah dilakukan pelumasan dan pemanasan, terdapat metode lain yang dapat digunakan, yakni membuat lubang kecil pada rumah standar.

Lubang tersebut dibuat menggunakan mata bor berukuran sekitar 3-4 milimeter. Fungsinya sebagai jalur agar cairan penetran dan oli dapat langsung mencapai bagian tengah as yang mengalami karat.

Setelah cairan masuk dan bekerja pada titik yang bermasalah, mekanisme standar tengah diharapkan kembali dapat digerakkan dengan lebih lancar.

Baca Juga: Layanan Pusaka RSUD Bakti Pajajaran di Cibinong Bogor Kini Jadi Poli Baru untuk Perawatan Luka

Meski sejumlah langkah tersebut dapat menjadi solusi, pekerjaan seperti pemanasan dan pengeboran membutuhkan kehati-hatian serta peralatan yang tepat. Jika tidak yakin mengerjakannya sendiri, membawa motor ke bengkel bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Perawatan rutin dengan membersihkan dan memberikan pelumas pada bagian as standar juga penting dilakukan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah munculnya karat dan membuat standar tengah tetap berfungsi dengan baik. (Irsyad/Unpak)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Standar tengah tutorial motor matic