RADAR BOGOR – Penjualan motor di pasar nasional mengalami koreksi pada Agustus 2026. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), distribusi motor nasional pada bulan tersebut mencapai 596.461 unit.
Jumlah penjualan motor itu turun 6,2 persen atau berkurang 39.569 unit dibandingkan Juli 2026 yang mencatat distribusi sebanyak 636.030 unit. Angka penjualan Juli sekaligus menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.
Meski penjualan motor mengalami penurunan secara bulanan, kondisi pasar nasional sepeda motor nasional masih menunjukkan tren positif jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bupati Bogor Apresiasi Sentul City Serahkan 423 Bidang PSU ke Pemkab
Manajer Public Relations, YRA and Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, menilai perubahan penjualan dari bulan ke bulan merupakan hal yang wajar dalam industri otomotif.
“Fluktuasi angka penjualan bulanan tersebut merupakan fenomena dinamis yang wajar terjadi dalam industri otomotif, mengingat banyaknya variabel eksternal di luar kendali pabrikan,” ujar Rifki, Jumat, 11 September 2026.
Ekonomi Daerah Ikut Pengaruhi Penjualan
Menurut Rifki, pergerakan pasar sepeda motor tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi di kota-kota besar seperti Jakarta. Daya beli masyarakat di berbagai daerah juga memiliki kontribusi besar terhadap penjualan kendaraan roda dua.
Baca Juga: Bukan 1998! Film Resident Evil Terbaru Zach Cregger Justru Berlatar 2026
Ia mencontohkan sektor agrikultur yang memiliki kaitan dengan kemampuan masyarakat dalam membeli kendaraan baru. Siklus panen dan kondisi ekonomi daerah berbasis komoditas dapat memengaruhi keputusan konsumen.
“Banyak faktor, yang bisa kita lihat kan tidak hanya di Jakarta, mungkin di area-area (daerah) seperti masalah panen atau hal lainnya. Jadi industri di luar otomotif seperti agrikultur juga kadang mempengaruhi daya beli masyarakat,” kata Rifki.
Karena itu, penurunan penjualan pada Agustus tidak bisa langsung diartikan sebagai tanda melemahnya industri sepeda motor secara keseluruhan. Kondisi ekonomi lokal di sejumlah wilayah juga menjadi salah satu faktor yang menentukan pergerakan pasar.
Baca Juga: Masuk Desil 5 atau 6 Bikin KIP Kuliah Hilang? Ini Penjelasannya
Agustus Masih Jadi Penjualan Tertinggi Kedua
Jika dilihat dari kinerja sepanjang 2026, distribusi sebanyak 596.461 unit pada Agustus justru menjadi capaian bulanan tertinggi kedua tahun ini setelah Juli.
Bahkan, bila dibandingkan dengan Agustus 2025 yang mencatat 578.041 unit, penjualan Agustus 2026 masih tumbuh 3,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Baca Juga: Hadapi Persik Kediri di Super League, Garudayaksa Gagal Menang di Stadion Pakansari Bogor
Secara akumulatif, distribusi sepeda motor domestik sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 4.362.078 unit. Angka tersebut meningkat sekitar 2,1 persen atau bertambah 92.360 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 4.269.718 unit.
Target 6,4-6,7 Juta Unit
Dengan capaian tersebut, AISI masih optimistis terhadap perkembangan pasar sepeda motor hingga penghujung 2026. Asosiasi menargetkan penjualan motor nasional berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit pada akhir tahun.
Baca Juga: Mobil Listrik Terbakar Tak Bisa Sembarangan Dipadamkan, Ini APAR yang Disarankan
Pabrikan juga melihat adanya sinyal positif dari pertumbuhan penjualan secara tahunan. Rifki menilai kenaikan tersebut menjadi indikator yang cukup baik bagi industri kendaraan roda dua.
“Secara year-to-year kan terbukti dari angka yang dirilis AISI itu ada kenaikan. Which is good secara total untuk industri otomotif roda dua khususnya,” tuturnya.
Produsen berharap kondisi pasar tetap stabil hingga kuartal terakhir 2026. Jika tidak terjadi penurunan signifikan akibat faktor eksternal, target penjualan sepeda motor nasional yang telah ditetapkan AISI dinilai masih berpeluang untuk dicapai.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga