RADAR BOGOR – Masalah kelistrikan pada sepeda motor tidak selalu disebabkan oleh aki yang sudah lemah.
Kesalahan memilih komponen pengisian, terutama kiprok, juga dapat membuat aki cepat rusak bahkan berpotensi menimbulkan masalah lain pada kendaraan.
Karena itu, pemilik sepeda motor perlu memperhatikan kualitas suku cadang ketika melakukan penggantian komponen kelistrikan.
Penggunaan kiprok imitasi atau bukan komponen original dapat membuat sistem pengisian aki bekerja tidak sesuai spesifikasi.
Dalam video edukasi di kanal YouTube @BukaBautChannel, ditunjukkan pemeriksaan sistem pengisian pada sepeda motor yang mengalami mogok.
Pengecekan dilakukan menggunakan alat pengukur tegangan untuk mengetahui kondisi arus listrik yang masuk ke aki.
Baca Juga: Update Bansos 12 September 2026: 5 Bantuan Masih Disalurkan, Cek Daftarnya
Tegangan Pengisian Aki Motor Mencapai 17 Volt
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tegangan pengisian yang terlalu tinggi. Angka yang terbaca mencapai 17 volt, sedangkan batas normal pengisian aki sepeda motor seharusnya berada di kisaran maksimal 14 volt.
Kondisi tersebut menjadi indikasi adanya masalah pada komponen yang mengatur sistem pengisian listrik. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan kiprok imitasi dengan kualitas yang kurang baik.
Jika pemilik motor hanya mengganti aki tanpa memperbaiki sumber masalah pada kiprok, aki baru pun berpotensi mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat akibat menerima tegangan berlebihan.
Jangan Sembarangan Menggunakan Aki Bekas
Selain persoalan kiprok, kondisi aki yang digunakan juga perlu diperhatikan. Penggunaan aki bekas yang sebelumnya telah diisi kembali dengan cairan aki memiliki risiko tersendiri.
Salah satu masalah yang dapat muncul adalah kebocoran cairan aki. Jika cairan tersebut sampai meluber dan mengenai rangka sepeda motor, material pada rangka dapat mengalami korosi.
Apabila dibiarkan dalam waktu lama, korosi tersebut berpotensi menyebabkan bagian besi pada rangka menjadi rapuh.
Artinya, persoalan aki tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyimpan daya, tetapi juga perlu diperhatikan dari sisi kondisi fisik dan potensi kebocoran.
Kiprok Original Membuat Tegangan Lebih Stabil
Mekanik dalam tayangan tersebut kemudian memperlihatkan perbandingan antara kiprok imitasi dan kiprok original.
Setelah komponen imitasi diganti dengan kiprok original, pengujian kembali dilakukan menggunakan alat pengukur tegangan.
Hasilnya menunjukkan sistem pengisian bekerja lebih stabil dengan angka maksimal berada sedikit di atas 14 volt dan tidak mencapai 15 volt.
Baca Juga: Persija Jakarta vs Persib Bandung: Igor Tolic dan STY Beri Pernyataan Begini
Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa pemilihan suku cadang memiliki peran penting dalam menjaga sistem pengisian sepeda motor tetap bekerja sesuai kebutuhan.
Penggunaan komponen original juga dapat menjadi langkah untuk menjaga sistem kelistrikan bekerja lebih aman dan mengurangi risiko kerusakan akibat tegangan pengisian yang tidak sesuai.
Solusi Saat Motor Mogok dan Starter Tidak Berfungsi
Jika sepeda motor mengalami mogok sekaligus tombol starter tidak dapat digunakan, pemilik kendaraan sebaiknya tidak terburu-buru hanya mengganti aki.
Solusi yang lebih aman adalah memeriksa sistem pengisian secara menyeluruh. Apabila kiprok terbukti bermasalah, penggantian kiprok original sebaiknya dilakukan bersamaan dengan penggunaan aki yang memiliki kualitas baik.
Penanganan sejak awal dapat membantu mencegah kerusakan merembet ke komponen kelistrikan lainnya.
Dengan demikian, pemilik kendaraan juga dapat menghindari biaya perbaikan yang lebih besar akibat kerusakan lanjutan.
Bagi pemilik sepeda motor, pemeriksaan tegangan pengisian secara berkala serta penggunaan suku cadang yang sesuai spesifikasi menjadi langkah penting untuk menjaga performa sistem kelistrikan dan memperpanjang usia pakai aki.(Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin