RADAR BOGOR - Motor mogok di jalan sering membuat pengendara panik tanpa tahu harus berbuat apa.
Padahal, memahami perbedaan antara motor mogok yang tidak bisa hidup dan motor yang tidak bisa jalan menjadi kunci utama menemukan solusi yang tepat, karena penyebab dan cara penanganan keduanya sangat berbeda.
Motor mogok bisa hidup berarti mesin dapat menyala dengan pembakaran normal, sementara motor bisa jalan berarti roda dapat berputar sehingga kendaraan bisa berpindah tempat.
Baca Juga: Polisi Tangkap 3 Tersangka Pengeroyokan Bambang di Bogor
Keduanya bisa gagal secara terpisah, misalnya mesin hidup normal namun motor tidak bisa maju, atau sebaliknya.
Tiga Syarat Mesin Bisa Hidup
Dilansir dari kanal YouTube Ledeng Motor Bandung, agar mesin menyala, tiga syarat harus terpenuhi:
1.Campuran udara-bahan bakar yang pas
2.Pengapian dari busi
3.Kompresi yang cukup.
Sekitar 20 persen motor yang masuk bengkel dengan keluhan mati mendadak ternyata hanya kehabisan bensin, sehingga cek tangki jadi langkah pertama yang wajib dilakukan.
Baca Juga: TEMKABOR, Tempe Kacang Bogor dan Kelor yang Bikin Penasaran
Filter udara yang tersumbat debu bisa membuat motor susah menyala atau mengeluarkan asap hitam.
Busi juga penting dicek, dengan menempelkan bagian ulir ke logam mesin sebelum distarter untuk melihat percikan api.
Warna elektroda busi jadi indikator, abu-abu kecokelatan normal, sementara hitam kering menandakan busi aus dan perlu diganti tiap 8.000-12.000 km.
Baca Juga: Rantai Motor dan Oli Gardan Jangan Diabaikan, Ini Dampaknya Jika Salah Perawatan
Kompresi Lemah dan Trik Darurat
Jika bensin dan pengapian normal namun mesin tetap susah hidup, masalahnya bisa jadi kompresi bocor akibat ring piston aus atau klep tidak rapat, ditandai starter yang terasa ringan tanpa tekanan.
Trik darurat untuk kebocoran ringan adalah memasukkan sedikit oli mesin ke lubang busi menggunakan sedotan, lalu starter beberapa kali. Cara ini bersifat sementara dan motor tetap harus dibawa ke bengkel.
Motor Hidup Tapi Tidak Bisa Jalan
Jika mesin menyala normal namun roda tidak bergerak, pada motor matic biasanya disebabkan V-belt putus atau aus parah, dengan gejala awal suara gemertak dari bawah jok atau respons gas yang molor.
Baca Juga: Rummah Go'A Tangsel, Kafe Bernuansa Seni dan Hijau Dekat Stasiun Jurang Mangu
Penggantian V-belt setiap 20.000-25.000 km disarankan untuk mencegah putus mendadak.
Pada motor manual, masalah serupa terjadi pada rantai dan gear yang lebih mudah dipantau visual.
Cek ketegangan rantai, lumasi jika kering atau berkarat, periksa kondisi gear, dan gunakan oli mesin kode MA khusus motor manual.
Baca Juga: Motor Matic Injeksi Tiba-tiba Mati? Ternyata 3 Hal Ini Penyebabnya
Peralatan Darurat yang Wajib Dibawa
Sejumlah peralatan darurat sebaiknya selalu ada di bagasi: kunci busi, obeng plus-minus, tang kombinasi kecil, satu busi cadangan, dua sekring cadangan (10 dan 15 amp), senter kecil, serta isolasi listrik.
Sekring cadangan yang harganya hanya Rp5.000 kerap jadi penyelamat saat sistem kelistrikan tiba-tiba tidak berfungsi.
Memahami perbedaan antara motor tidak bisa hidup dan tidak bisa jalan membantu pengendara lebih tenang saat mogok di jalan.
Baca Juga: Produksi Padi Terkendala Air dan Hama, IPB University Dorong Penguatan Ekosistem Beras Merauke
Dengan bekal pengetahuan dasar dan peralatan darurat yang memadai, masalah ringan bisa ditangani sendiri sekaligus memudahkan komunikasi dengan mekanik saat harus ke bengkel.***
Editor : Rani Puspitasari SinagaSumber : YouTube Ledeng Motor Bandung