RADAR BOGOR - Reputasi motor Suzuki sebagai kendaraan yang terkenal awet dan tahan banting di Indonesia bukan tanpa alasan.
Melansir dari kanal YouTube Fuse box moto, teknologi dinding silinder bernama SCEM yang masih dipertahankan hingga kini disebut-sebut menjadi kunci utama mengapa mesin motor Suzuki jarang mengalami kerusakan meski telah digunakan dalam jangka waktu lama.
Ketahanan mesin motor Suzuki tidak lepas dari komitmen pabrikan asal Jepang tersebut dalam mempertahankan kualitas material, ketimbang mengikuti tren pengurangan ketebalan komponen demi mengejar efisiensi produksi semata.
Baca Juga: KPM Harus Tahu, Penyaluran Bansos Beras Dilanjutkan hingga Akhir 2026
Berbeda dengan mesin motor matic modern pada umumnya, Suzuki tercatat masih konsisten menggunakan teknologi SCEM yang sudah teruji dengan waktu tanpa banyak melakukan perubahan signifikan.
Lapisan Komposit Super Keras Jadi Rahasia Utama
Teknologi SCEM menggunakan dinding silinder berbahan dasar aluminium yang kemudian dilapisi material komposit super keras melalui proses elektrokimia.
Proses pelapisan ini menghasilkan formula perpaduan antara nikel dan silikon karbida, yang secara teknis memiliki kemiripan dengan teknologi Nikasil yang biasa diaplikasikan pada mobil sport maupun motor balap kelas atas.
Baca Juga: Kanaya Whulan Berpulang, Penampilan di Gedung Sate Jadi Kenangan
Silikon karbida sendiri dikenal sebagai salah satu material paling keras yang ada di bumi, dengan daya tahan aus yang jauh melampaui besi silinder pada umumnya.
Karakteristik material inilah yang membuat dinding silinder mesin motor Suzuki mampu bertahan dari gesekan piston dalam jangka waktu yang jauh lebih lama dibandingkan teknologi dinding silinder konvensional.
Beda dengan Mesin Matic yang Mengejar Efisiensi Bahan Bakar
Pabrikan motor matic pada umumnya memperkecil ukuran mesin secara keseluruhan dan memperlebar diameter piston untuk mencapai target efisiensi bahan bakar serta emisi yang lebih rendah.
Baca Juga: Timnas Indonesia Jadi Tuan Rumah ASEAN Cup 2026, Begini Permintaan Erick Thohir kepada Suporter
Konsekuensinya, ring piston pada mesin-mesin tersebut menjadi lebih tipis, begitu pula dengan dinding silindernya, sehingga usia pakai komponen menjadi lebih pendek dibandingkan teknologi silinder generasi sebelumnya.
Kondisi ini berbeda dengan mesin motor berteknologi SCEM milik Suzuki, di mana lapisan material komposit yang keras membuat dinding silinder lebih tahan terhadap keausan meski digunakan dalam jangka panjang.
Bahkan ketika terjadi keterlambatan penggantian oli sekalipun, mesin dengan teknologi SCEM cenderung lebih tahan banting dibandingkan mesin dengan dinding silinder tipis pada umumnya.
Baca Juga: Berharap Hujan Turun di TPA Galuga, Dedie Rachim Buka Opsi Pelaksanaan Sholat stisqa
Didukung Kualitas Material dan Quality Control yang Ketat
Selain teknologi dinding silinder, ketahanan motor Suzuki turut didukung oleh kualitas quality control yang masih menjadi salah satu yang terbaik hingga saat ini.
Jarang ditemukan motor Suzuki dengan spakbor miring, mesin yang cepat meler meski baru dipakai keliling kompleks, atau motor yang harus masuk bengkel dalam waktu dekat setelah digunakan harian dalam jangka panjang.
Komitmen bermain di sektor kualitas material ini menegaskan bahwa fokus utama pabrikan ini memang mengutamakan daya tahan jangka panjang ketimbang sekadar mengejar tren pasar sesaat.
Baca Juga: Kiper Timnas Indonesia Tampil Berani di Bernabeu, Emil Audero Gagalkan Tembakan Vinicius dan Mbappe
Kombinasi teknologi SCEM pada dinding silinder dan quality control yang ketat menjadi fondasi kuat yang membedakan ketahanan mesin motor Suzuki dibandingkan kompetitor lain di pasar Indonesia.***
Editor : Asep SuhendarSumber : youtube Fuse Box Moto