RADAR BOGOR – Remap ECU menjadi salah satu cara yang cukup populer dilakukan pemilik mobil untuk mengubah karakter performa mesin. Namun, selain mengejar tenaga, muncul pertanyaan apakah remap ECU juga bisa membuat konsumsi bahan bakar atau BBM menjadi lebih irit.
Remap ECU pada dasarnya merupakan proses mengubah atau menyesuaikan kembali pengaturan perangkat lunak yang sudah terprogram di dalam ECU (Electronic Control Unit).
Beberapa parameter yang dapat disesuaikan saat remap ECU selain untuk menjadikan mobil irit BBM, antara lain durasi penyemprotan bahan bakar, waktu pengapian busi, hingga batas putaran mesin atau rev limiter.
Baca Juga: Legitnya Durian Matahari asal Bogor, Varietas Lama yang Masih Menarik
Menurut Asep McGyver, spesialis remap ECU, proses tersebut memang berpotensi membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien. Namun, hasilnya tetap bergantung pada sejumlah faktor dan pengaturan yang dilakukan.
“Remap ECU mobil bikin irit bensin memang bisa, namun, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan,” ujar Asep.
Atur Ulang Campuran Bensin dan Udara
Asep menjelaskan, salah satu tujuan remap ECU adalah mendapatkan komposisi campuran bahan bakar dan udara yang sesuai dengan kebutuhan mesin.
Baca Juga: Kunjungi Pabrik Plastik Ramah Lingkungan, Dedi Mulyadi: Ini Kok Belum Terpublikasikan
Dengan pengaturan yang tepat, mesin dapat menghasilkan tenaga secara lebih optimal tanpa harus selalu bekerja pada putaran tinggi.
“Remap ECU kita lakukan agar mendapatkan keseimbangan antara campuran bahan bakar dan udara sesuai dengan keinginan mesin,” jelasnya.
Ketika tenaga sudah tersedia pada rentang putaran mesin yang lebih rendah, pengemudi tidak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam untuk mendapatkan respons yang diinginkan.
Kondisi tersebut kemudian dapat membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar, terutama jika gaya berkendara juga mendukung.
Baca Juga: Mau Lanjut Penuh Waktu? Ini 7 Kebijakan PPPK Paruh Waktu yang Harus Dipahami
Tenaga Optimal, Potensi Lebih Maksimal
Menurut Asep, pengaturan ulang ECU bukan hanya ditujukan untuk mengejar konsumsi bahan bakar. Remap juga dapat membantu mesin mengeluarkan potensi performanya secara lebih maksimal.
“Tenaga yang optimal ini kita enggak harus injak pedal gas lebih dalam. Alhasil, tenaga mobil sudah keluar di rentang putaran lebih rendah,” terangnya.
Meski begitu, hasil konsumsi bahan bakar setelah remap ECU tidak otomatis sama pada setiap mobil. Kondisi mesin, jenis kendaraan, pengaturan ECU, serta kebiasaan pengemudi tetap berpengaruh.
Baca Juga: Nyobain Durian Nanga Sebatik, Daging Tebal hingga 51 Persen
Karena itu, remap ECU perlu dilakukan dengan pengaturan yang sesuai karakter mesin. Jika hanya mengejar tenaga tanpa memperhatikan efisiensi dan kondisi mesin, konsumsi bahan bakar belum tentu menjadi lebih irit.
“Konsumsi bahan rata-ratanya juga pasti lebih irit dari sebelumnya,” kata Asep, spesialis remap ECU asal Bandung, Jawa Barat.
Dengan demikian, remap ECU memang dapat berpotensi meningkatkan efisiensi sekaligus performa, tetapi hasil akhirnya sangat bergantung pada konfigurasi mesin dan penyetelan yang tepat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga