RADAR BOGOR – Nama Yamaha Jupiter Z Burhan masih memiliki daya tarik bagi pencinta motor bebek klasik di Indonesia.
Salah satunya terlihat dari unit Yamaha Jupiter Z keluaran 2006 milik Mas Dugi yang kembali menjadi sorotan dalam ulasan kanal YouTube Den Dimas.
Motor yang mendapat julukan Jupiter Z Burung Hantu atau Jupiter Z Burhan tersebut masih mempertahankan sejumlah karakter aslinya.
Termasuk bodi yang belum mengalami pengecatan ulang serta jok tebal dan empuk yang menjadi salah satu ciri motor bebek era 2000-an.
Yamaha Jupiter Z generasi ini termasuk dalam keluarga 5TP yang cukup ikonik pada masanya.
Motor tersebut juga pernah bersaing dengan sejumlah motor bebek populer seperti Suzuki Shogun dan Honda Supra.
Baca Juga: Resep Spicy Chicken Wings Panggang, Gurih Manis Pedas ala Chef Devina Hermawan
Walaupun pasar sepeda motor kini lebih banyak didominasi skutik, Jupiter Z tetap mempunyai penggemar tersendiri.
Salah satu alasannya adalah karakter mesin 110 cc yang dikenal memiliki respons torsi serta dukungan ketersediaan suku cadang dan aksesori balap.
Ketersediaan komponen tersebut tidak lepas dari sejarah Jupiter Z yang cukup panjang di dunia road race Indonesia.
Modifikasi Yamaha Jupiter Z Burhan Tetap Fungsional
Meski tampilan eksterior masih mengandalkan cat dan stripping bawaan pabrik yang belum pernah dicat ulang, Jupiter Z milik Mas Dugi telah mendapatkan sejumlah modifikasi.
Perubahan tersebut lebih diarahkan untuk mendukung kenyamanan dan kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Pada area kemudi, misalnya, terdapat spion baru serta perangkat handle dan bak kopling manual dari TDR.
Komponen tersebut dipadukan dengan per kopling motocross YZ85 untuk menghadirkan karakter berkendara yang terasa lebih agresif.
Bagian kaki-kaki juga mendapatkan penyegaran. Motor ini menggunakan pelek Chemko palang tipis berukuran 17 inci yang dipadukan dengan ban berkualitas.
Suspensi depan mengandalkan produk KYB, sementara bagian belakang menggunakan sokbreker Scarlet. Kombinasi tersebut ditujukan untuk menjaga kestabilan motor ketika digunakan.
Mesin Masih Standar dan Irit untuk Harian
Berbeda dengan beberapa bagian lainnya, sektor mesin Jupiter Z Burhan ini masih mempertahankan komponen standar pabrik.
Baca Juga: Marc Klok Bicara Ambisi Persib Jelang Hadapi FC Seoul
Mulai dari sistem karburator hingga knalpot masih mengandalkan komponen bawaan. Hanya bagian leher knalpot yang mendapatkan pembaruan.
Konfigurasi tersebut membuat karakter mesin tetap sesuai dengan ciri khas Jupiter Z 110 cc.
Untuk penggunaan sehari-hari di kawasan perkotaan, konsumsi bahan bakarnya juga disebut tergolong irit.
Jok Tebal Jadi Daya Tarik Jupiter Z Burhan
Selain karakter mesin dan desain, kenyamanan menjadi salah satu alasan motor bebek generasi lama masih dikenang hingga sekarang.
Jupiter Z Burhan memiliki jok yang relatif tebal dan empuk. Karakter tersebut dianggap memberikan kenyamanan yang kini tidak selalu ditemukan pada sepeda motor matic modern.
Ergonomi berkendara juga menjadi nilai tambah. Pengguna mendapatkan posisi berkendara yang cukup nyaman, sementara kebutuhan membawa barang terbantu dengan keberadaan rak tengah dan gantungan barang.
Kombinasi tersebut membuat Jupiter Z Burhan tidak hanya cocok untuk bernostalgia, tetapi juga masih memiliki fungsi untuk menunjang mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Yamaha Jupiter Z Burhan Masih Punya Penggemar
Nilai historis, perawatan mesin yang relatif mudah, serta karakter motor yang lincah menjadi sejumlah faktor yang membuat Yamaha Jupiter Z Burhan tetap menarik bagi pencinta motor lawas.
Baca Juga: Celine Dion Kembali ke Panggung Setelah 6 Tahun, Tampil Memukau di Paris
Motor ini juga memiliki sejarah kuat di dunia otomotif Indonesia sehingga suku cadang maupun aksesori pendukungnya masih relatif mudah ditemukan.
Di tengah dominasi motor matic, keberadaan Jupiter Z Burhan memperlihatkan bahwa motor bebek legendaris masih mempunyai tempat tersendiri di kalangan kolektor dan penggemar motor nostalgia.
Bukan hanya menjadi pengingat era motor bebek pada tahun 2000-an, Yamaha Jupiter Z Burhan juga masih menawarkan pengalaman berkendara yang praktis dan menyenangkan untuk digunakan hingga sekarang. (Renno/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin