RADAR BOGOR - Kondisi kampas rem mobil perlu menjadi perhatian setiap pemilik kendaraan karena komponen ini memiliki batas usia pakai dan akan mengalami keausan seiring pemakaian.
Mengenali tanda kampas rem mulai menipis penting dilakukan agar penggantian tidak terlambat dan sistem pengereman tetap bekerja optimal.
Semakin sering mobil digunakan, semakin besar pula potensi kampas rem mengalami keausan.
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah munculnya suara berdecit ketika pedal rem diinjak.
Namun, suara tersebut bukan satu-satunya indikator. Ada sejumlah gejala lain yang dapat menunjukkan bahwa kemampuan kampas rem mulai berkurang.
Mengenali tanda-tanda tersebut dapat menjadi peringatan bagi pengemudi untuk segera melakukan pemeriksaan dan, jika diperlukan, mengganti kampas rem.
Baca Juga: Resep Dots Cake, Kue Viral ala US dengan Cream Cheese Frosting dan Sprinkle
Pasalnya, kampas rem yang sudah aus tetapi tetap digunakan dapat memengaruhi keselamatan sekaligus kenyamanan selama berkendara.
Berikut sejumlah tanda kampas rem mobil habis atau mulai menipis, seperti dilansir dari Suzuki Indonesia.
6 Tanda Kampas Rem Mobil Habis
Kampas rem yang sudah aus umumnya ditandai suara berdecit dan kemampuan pengereman yang menurun ketika pedal diinjak. Selain itu, terdapat beberapa kondisi lain yang patut diperhatikan.
1. Terdengar Bunyi Berdecit Ketika Mengerem
Suara berdecit ketika pedal rem diinjak menjadi salah satu tanda yang paling umum saat kampas rem mulai habis atau mengalami keausan.
Bunyi tersebut dapat muncul akibat gesekan material logam ketika lapisan kampas sudah semakin tipis. Kampas yang menipis tidak lagi mampu memberikan lapisan gesekan sebagaimana mestinya.
Jika suara berdecit mulai terdengar, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Kampas yang dibiarkan sampai terlalu tipis dapat meningkatkan risiko kerusakan pada sistem pengereman dan mengganggu keselamatan berkendara.
2. Kemampuan Pengereman Mulai Menurun
Kampas rem yang masih dalam kondisi baik seharusnya mampu memberikan daya pengereman yang optimal. Sebaliknya, kampas yang telah aus dapat membuat respons pengereman menjadi kurang pakem.
Dalam kondisi tertentu, jarak pengereman dapat bertambah sekitar 2-5 meter pada kecepatan 40-60 km/jam ketika kampas mengalami keausan.
Artinya, kondisi kampas berpengaruh terhadap kemampuan mobil untuk berhenti. Pengemudi perlu lebih waspada karena bertambahnya jarak pengereman dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
3. Pedal Rem Terasa Lebih Berat atau Harus Diinjak Lebih Dalam
Gejala lain yang dapat dirasakan adalah perubahan respons pedal rem. Pedal bisa terasa lebih berat atau pengemudi harus menekannya lebih dalam dibandingkan biasanya.
Baca Juga: Siswa SMA PGRI 1 Bogor Ubah Limbah Jadi Penstabil Suhu
Jarak tekan pedal yang bertambah sekitar 20-30 persen dari kondisi sebelumnya dapat menjadi salah satu indikator bahwa daya cengkeram sistem pengereman mengalami perubahan.
Selain berhubungan dengan keselamatan, perubahan karakter pedal rem juga dapat mengurangi kenyamanan ketika mobil dikendarai.
4. Mobil Terasa Bergetar Saat Direm
Getaran ketika pengereman juga perlu diperhatikan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan permukaan kampas rem yang sudah tidak rata akibat keausan.
Permukaan yang tidak rata kemudian bergesekan dengan piringan cakram atau disc brake sehingga menimbulkan getaran ketika pedal rem diinjak.
Jika gejala ini muncul, pemeriksaan sebaiknya segera dilakukan. Membiarkannya terlalu lama dapat membuat aktivitas berkendara menjadi tidak nyaman dan berpotensi memengaruhi kinerja sistem pengereman.
5. Volume Minyak Rem Mengalami Penurunan
Kondisi kampas rem juga dapat diperiksa dengan melihat volume minyak rem. Penurunan volume minyak rem dapat menjadi salah satu petunjuk bahwa kampas mulai menipis.
Pemeriksaan minyak rem dapat dilakukan melalui ruang mesin di bawah kap mobil. Perhatikan volume minyak pada reservoir dan pastikan sesuai dengan batas yang ditentukan.
Apabila volumenya berkurang sementara tidak ditemukan kebocoran pada sistem pengereman, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi kampas rem sudah menipis atau mengalami keausan.
6. Velg Lebih Mudah Kotor oleh Serbuk Kampas
Pengecekan kondisi kampas rem juga dapat dilakukan dengan memperhatikan bagian dalam velg.
Serbuk atau debu dari kampas yang menempel dan membuat velg lebih cepat kotor dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa.
Baca Juga: Resep Dots Cake, Kue Viral ala US dengan Cream Cheese Frosting dan Sprinkle
Penumpukan serbuk kampas tidak hanya berkaitan dengan kebersihan velg, tetapi juga dapat mengindikasikan adanya keausan pada komponen pengereman.
Karena itu, jika bagian dalam velg terlihat banyak kotoran dari serbuk kampas, pemeriksaan sistem pengereman sebaiknya dilakukan.
Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Kampas Rem?
Selain mengetahui tanda kampas rem mobil habis, pemilik kendaraan juga perlu memahami waktu penggantiannya.
Interval penggantian kampas rem tidak selalu sama untuk setiap kendaraan. Faktor seperti gaya mengemudi dan kondisi jalan yang dilalui sehari-hari dapat memengaruhi tingkat keausan.
Sebagai panduan umum, berikut interval penggantian yang dapat dijadikan acuan:
-
Mobil digunakan setiap hari di jalan perkotaan: kampas rem dapat diganti setiap 20.000-30.000 km.
-
Mobil sering membawa beban berat atau melewati tanjakan dan turunan: penggantian dapat dilakukan setiap 15.000-20.000 km.
-
Mobil jarang digunakan: kondisi kampas tetap perlu diperiksa setidaknya setiap enam bulan karena material karet pada komponen dapat mengalami pengerasan ketika kendaraan lama tidak digunakan.
Meski demikian, pemeriksaan kondisi aktual kampas tetap penting karena tingkat keausan setiap mobil dapat berbeda.
Tips Merawat Kampas Rem agar Lebih Awet
Kampas rem merupakan bagian penting dalam sistem pengereman sehingga kondisinya perlu dijaga.
Penggantian sebaiknya tidak menunggu sampai kampas benar-benar habis karena dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan.
Baca Juga: Ban Mobil Anda Habis Sebelah? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membantu memperpanjang usia pakai kampas rem, di antaranya:
-
Hindari melakukan pengereman secara mendadak, kecuali dalam keadaan darurat.
-
Manfaatkan gigi rendah untuk membantu proses deselerasi mesin ketika melewati jalan menanjak maupun menurun.
-
Periksa minyak rem secara rutin. Jika warna minyak rem sudah terlihat keruh, pertimbangkan untuk segera menggantinya.
-
Lakukan pemeriksaan sistem pengereman secara berkala di bengkel, minimal setiap 10.000 km, untuk mendeteksi lebih awal kampas yang mulai aus atau menipis.
Jika membutuhkan pemeriksaan dan perawatan kampas rem, pemilik kendaraan dapat memilih bengkel resmi dengan teknisi profesional.
Baca Juga: Goldang Corndog dan Topokki, Spot Jajan Korea di Tebet dengan Menu Kekinian
Layanan tersebut juga dapat memberikan perlindungan berupa garansi kerusakan sehingga potensi kerugian fisik maupun materiil pada masa mendatang dapat diminimalkan. (***)
Editor : Yosep Awaludin