RADAR BOGOR – Pemilik motor bekas yang baru dibeli tentu ingin kendaraannya kembali terlihat segar dan mengilap. Namun, seiring pemakaian, warna bodi motor bisa mengalami kusam akibat kondisi lapisan cat dan pernis.
Kusam pada bodi motor bekas umumnya terjadi ketika lapisan pernis mulai menipis atau mengalami kerusakan. Meski begitu, kondisi tersebut tidak selalu mengharuskan pemilik melakukan pengecatan ulang.
Jika tingkat kusam masih tergolong ringan dan bodi motor bekas tidak memiliki baret dalam, tampilan cat masih bisa dikembalikan dengan cara dipoles.
Baca Juga: Jelang Dibuka, EIGER Nature Dikunjungi WWF-Indonesia, Bahas Restorasi dan Konservasi Alam
“Kalau kusamnya belum begitu parah atau dalam tahap ringan, masih bisa dipoles saja,” ujar Nanda, pemilik bengkel spesialis cat DLS Project.
Menurutnya, selama masalah pada bodi hanya berupa kusam tanpa baret yang dalam, proses poles masih bisa menjadi pilihan.
Namun, jika terdapat baret yang sudah cukup dalam, penanganannya berbeda. Bodi perlu melalui proses perbaikan sebelum kembali dicat.
Baca Juga: KPK Geledah Kantor BPN Kabupaten Bogor Pasca Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi HGB, Angkut Koper
“Soalnya kalau di bodi motor ada baret yang dalam, mau enggak mau harus didempul dan dicat ulang,” jelas Nanda.
Ia menjelaskan, bagian bodi yang mengalami kerusakan serta area di sekitarnya akan diamplas untuk membuka pori-pori permukaan.
Setelah itu, bagian tersebut dilapisi cat dan pernis kembali agar tingkat kilaunya seragam.
Perhatikan Usia Cat dan Pernis
Nanda menyebut kondisi usia cat dan pernis juga menjadi faktor penting dalam menentukan apakah bodi motor masih bisa dipoles atau harus dicat ulang.
Baca Juga: Usai Shalat Istisqa Hujan Turun di Sejumlah Wilayah di Kabupaten Bogor, Bupati: Alhamdulillah
Jika usia cat dan pernis masih di bawah tiga tahun, bodi yang mulai kusam umumnya masih dapat ditangani dengan proses poles.
“Asalkan umur cat dan pernis bodi motor di bawah 3 tahun kalau sudah kusam masih bisa dipoles,” jelasnya.
Sebaliknya, jika usia lapisan cat sudah lebih dari tiga tahun, kondisi pernis biasanya mulai mengalami kerusakan yang lebih parah. Bahkan, memasuki usia sekitar lima tahun, warna cat motor bisa mulai terlihat memudar.
Jangan Salah Pilih Obat Poles
Baca Juga: Lampu Indikator ABS Tiba-tiba Menyala di Speedometer? Ini 3 Penyebab yang Perlu Diketahui
Hal lain yang tidak kalah penting adalah pemilihan produk poles. Nanda mengingatkan pemilik motor agar menggunakan obat poles yang sesuai dengan jenis cat pada bodi kendaraan.
“Saat poles cat bodi yang mulai kusam, pilihlah obat poles sesuai dengan jenis cat di bodi motornya,” kata Nanda.
Penggunaan produk yang tidak sesuai justru bisa membuat hasil akhir tidak maksimal. Misalnya, obat poles untuk bodi dengan cat doff digunakan pada permukaan cat glossy.
“Jangan pakai obat poles bodi motor bercat doff untuk poles bodi cat glossy, akibatnya kilau bodi motor enggak terlihat,” tutupnya.
Baca Juga: Bahas RAPBD Perubahan 2026, DPRD Kota Bogor Minta Peserta BPJS PBI yang Terputus Diperhatikan
Jadi, bagi pemilik motor bekas yang mendapati bodinya mulai kusam, tidak perlu buru-buru melakukan cat ulang. Selama tidak terdapat baret dalam dan kondisi lapisan cat serta pernis masih cukup baik, proses poles bisa menjadi cara untuk mengembalikan kilau bodi motor.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga