RADAR BOGOR – Kondisi ban menjadi salah satu bagian penting yang wajib diperiksa saat membeli mobil bekas. Pasalnya, ban yang cepat aus atau botak tidak hanya membuat pemilik harus mengeluarkan biaya lebih untuk penggantian, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Ban mobil bekas yang cepat aus umumnya dipengaruhi oleh kebiasaan berkendara serta perawatan yang kurang tepat. Mulai dari tekanan angin yang tidak sesuai hingga gaya mengemudi yang agresif.
Menurut Opik, mekanik Bengkel Mobil 77, terdapat sejumlah faktor yang bisa membuat usia pakai ban, apalagi mobil bekas menjadi lebih pendek.
Baca Juga: SMAN 5 Kota Bogor Amankan Tiket Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West
“Banyak pengemudi kurang sadar kalau tekanan ban yang tidak pas atau jarang spooring bisa bikin ban cepat habis,” ujar Opik.
Berikut lima penyebab ban mobil cepat aus yang perlu diketahui:
1. Tekanan Angin Tidak Sesuai
Tekanan angin yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama dapat membuat keausan ban tidak merata.
Jika tekanan terlalu rendah, bagian sisi atau pinggir telapak ban cenderung lebih cepat terkikis. Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi bisa membuat bagian tengah ban lebih cepat botak.
Baca Juga: KPM Baru Bisa Dapat Bansos Dobel, Cek PKH dan BPNT di KKS
Untuk mencegahnya, periksa tekanan ban secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan. Pemeriksaan bisa dilakukan sekitar dua minggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh.
2. Sering Membawa Beban Berlebih
Kebiasaan membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan juga dapat mempercepat keausan ban.
Beban berlebih membuat kerja ban menjadi semakin berat dan dapat menyebabkan permukaan ban terkikis secara tidak merata. Kondisi tersebut juga berpotensi memberikan beban tambahan pada sistem suspensi.
Karena itu, hindari membawa barang atau penumpang melebihi kapasitas yang telah ditentukan oleh pabrikan.
Baca Juga: Gaji PNS vs PPPK 2026: Ini Faktor yang Membuat Penghasilan Bisa Berbeda
3. Jarang Rotasi Ban
Ban depan dan belakang memiliki beban kerja yang berbeda. Jika tidak pernah dilakukan rotasi, salah satu bagian ban bisa mengalami keausan lebih cepat.
Rotasi ban secara berkala dapat membantu membuat tingkat keausan lebih merata. Salah satu interval yang dapat dijadikan patokan adalah setiap 6.000 kilometer, dengan tetap mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan dan ban.
4. Spooring dan Balancing Tidak Tepat
Baca Juga: Bukan Cuma Gaji, Hal Penting Ini Wajib Diketahui Tenaga Kesehatan yang Lolos PPPK
Masalah pada spooring dan balancing juga sering menjadi penyebab ban cepat aus.
Kondisi roda yang tidak sejajar dengan arah kendaraan dapat membuat permukaan ban terkikis hanya pada bagian tertentu. Salah satu gejala yang bisa dirasakan adalah posisi setir terasa miring ketika mobil melaju lurus.
“Kalau kemudi terasa miring saat jalan lurus, itu tandanya butuh spooring,” kata Opik yang membuka bengkelnya di Jalan Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat.
Jika menemukan gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan agar keausan ban tidak semakin parah.
5. Gaya Mengemudi Agresif
Baca Juga: Beli Motor Bekas? Ini Syarat dan Tahapan Balik Nama STNK hingga BPKB
Faktor terakhir yang tak kalah penting adalah kebiasaan mengemudi. Sering melakukan pengereman mendadak, menikung dengan kecepatan tinggi, maupun akselerasi secara tiba-tiba dapat membuat ban bekerja lebih keras.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut bisa mempercepat keausan telapak ban.
Karena itu, menerapkan gaya berkendara yang lebih halus dan teratur dapat membantu memperpanjang usia ban sekaligus menjaga performa kendaraan.
Bagi calon pembeli mobil bekas, kondisi ban sebaiknya tidak luput dari pemeriksaan. Selain melihat ketebalan telapak, perhatikan juga apakah keausannya merata atau terdapat bagian tertentu yang lebih cepat botak.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga