RADAR BOGOR – Pinggang pegal saat mengemudi menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dirasakan, terutama ketika seseorang harus menempuh perjalanan jauh dengan mobil.
Rasa tidak nyaman saat mengemudi tersebut bisa muncul akibat posisi duduk, kondisi kendaraan, hingga lamanya waktu berkendara.
Keluhan berupa pegal atau nyeri pada pinggang saat berada di balik kemudi tidak sebaiknya dianggap sepele.
Pasalnya, rasa sakit, kaku, tidak nyaman, hingga kelelahan dapat mengganggu konsentrasi pengemudi selama perjalanan.
Meski cukup sering terjadi, sebagian pengendara menganggap pinggang pegal saat mengemudi sebagai hal yang normal, khususnya ketika berkendara dalam waktu lama.
Akibatnya, penyebab utama keluhan tersebut sering kali tidak dicari dan tidak segera ditangani.
Baca Juga: 3 Bantuan Tambahan di Akhir 2026 Selain PKH dan BPNT
Padahal, mengetahui faktor yang menyebabkan pinggang terasa pegal ketika duduk di jok mobil penting dilakukan.
Dengan begitu, pengendara dapat menentukan langkah yang tepat untuk mengurangi risiko maupun mengatasi masalah tersebut.
Artikel yang dilansir dari Suzuki Indonesia ini membahas sejumlah penyebab pinggang pegal saat mengemudi sekaligus cara yang dapat dilakukan untuk menguranginya. Berikut penjelasannya.
Penyebab Pinggang Pegal Saat Duduk di Jok Mobil Ketika Mengemudi
Mengemudikan mobil dalam perjalanan, khususnya dengan durasi panjang, membutuhkan kondisi tubuh yang tetap nyaman dan prima.
Berbagai gangguan dapat muncul selama perjalanan dan berpotensi menurunkan konsentrasi pengemudi.
Salah satu masalah yang cukup sering dialami adalah pinggang terasa pegal atau nyeri setelah duduk di jok mobil.
Kondisi tersebut memang kerap dianggap sebagai konsekuensi biasa dari perjalanan jauh.
Namun, pinggang pegal saat mengemudi sebenarnya dapat dipengaruhi sejumlah faktor.
Bahkan, apabila terus dibiarkan, gangguan tersebut bisa mengurangi kenyamanan dan berpotensi memengaruhi keselamatan berkendara.
Karena itu, penting untuk memahami berbagai penyebab pinggang pegal ketika duduk di jok mobil, baik saat berkendara dalam waktu singkat maupun perjalanan panjang.
Baca Juga: Fenomena Desil Naik Turun, Kunci Pencairan Susulan PKH BPNT Tahap 3
1. Posisi Duduk Tidak Tepat
Menentukan posisi duduk yang benar menjadi salah satu hal penting ketika mengemudikan mobil.
Sayangnya, masih banyak pengendara yang belum mengetahui pengaturan posisi duduk yang sesuai sehingga tubuh berada dalam posisi kurang ideal.
Posisi duduk yang terlalu dekat, terlalu jauh, terlalu tinggi, maupun terlalu rendah dapat membuat tekanan pada tubuh menjadi tidak merata.
Kondisi tersebut akhirnya membuat bagian pinggang bekerja lebih keras dan lebih cepat mengalami pegal.
Tidak hanya pinggang, posisi duduk yang kurang tepat juga dapat memberikan tekanan berlebih pada bagian tubuh lainnya, seperti kaki dan tangan. Oleh sebab itu, pengaturan posisi jok sebelum memulai perjalanan perlu diperhatikan.
2. Kondisi Suspensi Mobil Sudah Aus
Suspensi merupakan salah satu komponen penting pada mobil yang berfungsi membantu meredam getaran dan tekanan ketika kendaraan melaju di jalan.
Komponen ini sangat berperan ketika mobil melewati permukaan jalan yang tidak rata atau rusak.
Suspensi yang bekerja dengan baik akan membantu mengurangi hentakan sehingga guncangan yang diterima tubuh tidak terlalu besar.
Sebaliknya, ketika suspensi sudah aus atau mengalami kerusakan, kemampuan untuk meredam getaran dan tekanan dari permukaan jalan ikut menurun.
Akibatnya, tubuh akan lebih sering menerima hentakan yang terasa mengganggu bahkan menyakitkan.
Baca Juga: PKH dan BPNT Cair Lagi 4 Oktober 2026, Ini Daftar Daerahnya
Pinggang menjadi salah satu bagian tubuh yang dapat terdampak karena menjadi tumpuan ketika seseorang duduk dalam waktu lama di dalam mobil. Kondisi ini akhirnya bisa membuat pinggang lebih cepat pegal.
3. Terlalu Sering Melewati Jalan Rusak
Kondisi jalan yang dilalui selama perjalanan juga dapat menjadi penyebab pinggang pegal saat mengemudi.
Ketika mobil terlalu sering melintasi jalan berlubang, bergelombang, atau memiliki permukaan yang rusak, tubuh akan menerima tekanan dan hentakan secara berulang. Hal tersebut dapat membuat pinggang lebih cepat terasa tidak nyaman.
Masalah ini bahkan tetap dapat terjadi meskipun suspensi dan komponen peredam lainnya pada mobil masih dalam kondisi baik.
Sebab, permukaan jalan yang buruk tetap memberikan tekanan lebih besar terhadap kendaraan dan tubuh pengemudi.
4. Mengemudi Terlalu Lama Tanpa Istirahat
Berkendara dalam waktu panjang tanpa berhenti untuk beristirahat juga dapat membuat pinggang terasa pegal.
Ketika tubuh berada pada posisi duduk yang sama dalam waktu lama, otot tidak mendapatkan kesempatan untuk melakukan peregangan maupun perubahan posisi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa kaku, pegal, bahkan nyeri pada bagian pinggang.
Karena itu, pengemudi yang melakukan perjalanan jauh sebaiknya menyempatkan diri berhenti dan beristirahat.
Peregangan sederhana juga dapat dilakukan agar tubuh kembali lebih rileks sebelum melanjutkan perjalanan.
5. Penyangga Pinggang pada Jok Kurang Mendukung
Hal lain yang sering luput dari perhatian adalah dukungan pada bagian pinggang ketika duduk di jok mobil.
Baca Juga: Wajib Daftar Perlinsos, Ini Cara Registrasi Lewat Agen
Jok yang tidak memberikan penyangga cukup pada area pinggang dapat menyisakan ruang kosong antara tubuh dan sandaran jok.
Kondisi tersebut membuat bagian pinggang tidak mendapatkan dukungan yang optimal.
Akibatnya, otot di sekitar pinggang dapat mengalami ketegangan sehingga rasa pegal atau kram lebih mudah muncul.
Hal serupa juga dapat terjadi pada bagian tubuh lain, seperti leher, apabila tidak memperoleh dukungan yang cukup selama perjalanan.
Cara Mengatasi Pinggang Pegal Saat Duduk di Jok Mobil
Setelah mengetahui berbagai faktor yang dapat menyebabkan pinggang pegal saat mengemudi, pengendara juga perlu memahami langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan tersebut.
Beberapa cara berikut dapat diterapkan untuk membantu menciptakan posisi berkendara yang lebih nyaman sekaligus mengurangi tekanan pada bagian pinggang.
1. Sesuaikan Posisi Duduk dengan Benar
Mengatur posisi duduk sebelum berkendara merupakan langkah pertama yang penting dilakukan.
Posisi jok sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing pengemudi agar tetap nyaman sekaligus aman.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tinggi badan. Pengemudi dengan tubuh lebih tinggi mungkin membutuhkan posisi duduk yang sedikit lebih jauh dari setir.
Sebaliknya, pengemudi dengan tubuh lebih pendek dapat menyesuaikan jarak jok agar pedal dan setir tetap mudah dijangkau.
Baca Juga: Update SIKS-NG PKH BPNT Triwulan 4, Cek Desil Sebelum Pencairan
Jarak tersebut juga harus diatur dengan tetap memastikan posisi pinggul sejajar dengan lutut dan tangan berada dalam kondisi cukup menekuk ketika memegang setir.
Selain itu, perhatikan pula ketinggian jok. Posisi dada sebaiknya sejajar dengan setir, sedangkan sandaran tubuh berada dalam posisi tegak dan nyaman.
Jarak antara tubuh dengan setir juga perlu diperhatikan, yakni sekitar 25 hingga 30 sentimeter.
Pengaturan tersebut dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada tubuh, termasuk bagian pinggang.
2. Periksa, Perbaiki, atau Ganti Suspensi
Apabila pinggang terasa pegal karena mobil mengalami masalah pada sistem suspensi, komponen tersebut perlu segera diperiksa.
Suspensi yang sudah aus atau mengalami kerusakan sebaiknya diperbaiki atau diganti sebelum kendaraan digunakan, terlebih jika mobil akan dipakai untuk menempuh perjalanan jauh.
Pemeriksaan dapat dilakukan di bengkel yang terpercaya dan memiliki kemampuan menangani jenis kendaraan yang digunakan.
Misalnya, pemilik mobil Suzuki dapat melakukan pemeriksaan di bengkel Suzuki yang sesuai.
Memastikan kondisi suspensi tetap prima tidak hanya membantu mengurangi risiko pinggang pegal akibat hentakan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kenyamanan dan keamanan selama berkendara.
3. Hindari Jalan Rusak Sebisa Mungkin
Pemilihan rute juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi tekanan pada tubuh ketika berkendara.
Baca Juga: Waspada Modus Penipuan Berkedok Daftar Ulang Bansos PKH BPNT
Jika tersedia jalur alternatif dengan kondisi jalan yang lebih baik, pengemudi dapat mempertimbangkan rute tersebut untuk mengurangi frekuensi melewati jalan rusak.
Namun, apabila jalan rusak tidak dapat dihindari, pengemudi sebaiknya mengurangi kecepatan.
Dengan berkendara lebih pelan, hentakan yang diterima kendaraan maupun tubuh ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata dapat diminimalkan.
Setelah melewati jalan rusak, pengemudi yang mulai merasakan pegal pada bagian pinggang dapat beristirahat sejenak.
Peregangan ringan juga dapat dilakukan sambil mengubah posisi tubuh agar tidak terus-menerus berada dalam posisi yang sama.
Menghangatkan area pinggang dengan minyak angin juga dapat dilakukan sebagai salah satu cara untuk membantu memberikan rasa nyaman ketika tubuh mulai terasa pegal.
4. Gunakan Bantalan Pinggang
Pemasangan bantalan tambahan pada area pinggang juga dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan kenyamanan ketika mengemudi.
Bantalan tersebut berfungsi memberikan dukungan tambahan sehingga ruang kosong antara pinggang dan sandaran jok dapat diminimalkan.
Dengan begitu, bagian pinggang dapat memperoleh penyangga yang lebih baik selama duduk.
Selain bantalan untuk pinggang, pengemudi juga dapat mempertimbangkan penggunaan penyangga pada area pundak, leher, dan kepala.
Baca Juga: Jadwal Pencairan PKH BPNT Tahap 4 2026, Simak Infonya
Dukungan pada sejumlah bagian tubuh tersebut dapat membantu menjaga posisi tubuh tetap nyaman selama berkendara.
Dengan penyangga yang sesuai, bagian belakang tubuh juga dapat memperoleh tumpuan yang lebih baik sehingga tekanan pada area tertentu dapat dikurangi.
Pada akhirnya, menjaga posisi duduk, memastikan kondisi kendaraan tetap baik, menghindari jalan rusak, serta memberikan waktu istirahat yang cukup merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko pinggang pegal saat mengemudi. (***)
Editor : Yosep Awaludin