Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

SMAN 3 Kota Bogor Usung Sekolah Masagi, Upaya Pendidikan Karakter Siswa dan Melestarikan Kearifan Budaya Lokal

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 21 November 2024 | 14:03 WIB
Momen saat berlangsungnya praktik pernikahan khas Sunda, yang jadi program besar dari Sekolah Masagi di SMAN 3 Bogor
Momen saat berlangsungnya praktik pernikahan khas Sunda, yang jadi program besar dari Sekolah Masagi di SMAN 3 Bogor

RADAR BOGOR - SMAN 3 Kota Bogor, memiliki sejumlah strategi untuk memberikan pendidikan karakter kepada siswa dan siswinya, salah satu upaya yang dilakukan yakni mengusung program Sekolah Masagi.

Koordinator Sekolah Masagi SMAN 3 Bogor, Eva Farida, menuturkan pendidikan karakter yang ditekankan dalam program tersebut yakni dengan mengilas balik budaya-budaya yang telah dilakukan oleh nenek moyang.

Sebab menurut dia, budaya-budaya atau cara hidup yang dilakukan oleh orang tua zaman dahulu memiliki karakter kuat yang juga harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan generasi penerus bangsa, termasuk siswa dan siswi SMAN 3.

“Seperti halnya budaya sopan santun, orang tua kita kan dulu sangat menekankan itu, nah nilai-nilai seperti itulah yang diharapkan bisa direalisasikan oleh siswa dan siswi kami,” ucap Eva pada Radar Bogor.

Lebih lanjut didalam praktiknya, Sekolah Masagi ini dikemas ke dalam beberapa praktik turunan lainnya, hal itu dilakukan agar kearifan lokal budaya Sunda juga tetap bisa dilestarikan.

Seperti misalanya, setiap jam istirahat, Eva mengungkapkan SMAN 3 Bogor sering memutar lagu-lagu khas budaya Sunda, salah satunya lagu Manuk Dadali.

“Mereka bisa sambil enjoy, menikmati makan siang kita puter lantunan lagu-lagu itu, jadikan enak santai enjoy, juga bisa mengenalkan juga kepada mereka,” turur Eva pada, Kamis (21/11/2024).

Tidak hanya itu, kata Eva SMAN 3 Bogor, setiap hari Rabu, siswa dan siswi SMAN 3 Bogor mengenakan baju khas budaya Sunda, misalnya kebaya, untuk wanita.

Uniknya, SMAN 3 Bogor juga memiliki kebaya khusus yang dibuat seragam untuk dikenakan oleh para siswa dan siswinya di setiap hari Rabu.

“Terus kita juga ada kaulinan-kaulinan budaya Sunda, kaya misal congklak, lompat karet, kemudian enggrang, kita taro dilapangan, nah mereka suka pada mainin tuh dilapangan,” ungkap Eva.

Bahkan setiap tahun, Eva mengungkapkan bahwa di SMAN 3 Bogor sendiri punya program besar sebagai bentuk realisasi dari Sekolah Masagi.

Bulan Februari lalu misalnya, SMAN 3 Bogor merancang praktik pernikahan khas budaya Sunda, yang didalam program tersebut juga mengkombinasikan semua mata pelajaran.

“Contoh Matematika, bentuk implementasinya liat daftar tamu, kemudian dibuat statistiknya, kemudian Fisika, siswa membuat lampu sendiri, jadi tidak beli,” ujar Eva.

Didalam kegiatan tersebut, tentu saja bangak kebudayaan kebudayaan Sunda lainnya, seperti hiburan pencak silat, kemudian tarian lengser.

Eva menilai, upaya upaya tersebut mesti terus dilakukan, agar kebudayaan kebudayaan nusantara, terkhusus Sunda bisa terus lestari, dan tidak lekang dimakan zaman.

“Sebab mereka generasi penerus kita nig, jadi kalau tidak dikenalkan sejak muda, maka akan tergerus, apalagi teknologi informasi saat ini terus berkembang,” pungkasnya. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #program #SMAN 3