RADAR BOGOR - Setelah melalui drama yang panjang, tunjangan tambahan profesi guru di Indonesia termasuk mereka yang tinggal di Kota Bogor akhirnya menemui titik terang.
Kepastian tunjangan tambahan profesi guru itu dibuktikan dengan adanya surat edaran yang dilayangkan oleh pemerintah pusat melalui Dinas Pendidikan Kota Bogor.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hendres Dwi Nugroho menjelaskan, tambahan tunjangan profesi guru itu nantinya bakal langsung di transper oleh pusat ke masing-masing tenaga pendidik.
“Iya jadi sudah tidak melalui kas daerah supaya bisa lebih efisien dalam penyalurannya, paling kalau dari kami sendiri update data guru saja per 3 bulan,” ujar Hendres pada Radar Bogor.
Lebih lanjut, Hendres menjelaskan untuk skema penyaluranya itu dilakukan setiap tiga bulan sekali, sehingga dalam satu tahun guru mendapatkan tunjangan tambahan profesi sebanyak 4 kali.
“Jadi karena ini belum masuk triwulan 1 tunjangan profesinya belum bisa dicairkan, dan nominalnya kami belum tahu yang pasti kami akan dukung apapun kebijakannya,” jelas Hendres, Kamis (6/1/2025).
Tidak hanya itu, Hendres membeberkan bahwa di dalam isi surat edaran tersebut, pemerintah juga berencana untuk memberikan tunjangan tambahan bagi guru honorer yang belum sertifikasi.
Kata Hendres besaran bantuannya mencapai diangka Rp300.000 hingga Rp500.000, namun dia mengungkapkan saat ini pemerintah pusat masih mengumpulkan data terkait jumlah guru honerer yang belum sertifikasi.
Jika mengacu pada data yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor, jumlah guru honorer atau non ASN yang belum sertifikasi ada sebanyak 2.949 itu merupakan hasil akumulasi dari semua satuan pendidikan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga